Asparagus (Asparagus cochinchinensis)

Tanaman Asparagus (Asparagus cochinchinensis) ini sering disebut juga dengan bambu tali, merupakan tanaman merambat, menahun, banyak bercabang dengan tinggi rata rata 20-50 cm dan dapat mencapai 2 m. Batang kecil, bulat, licin, berduri, dan berwarna hijau. Daun pipih, berbentuk garis, panjang 1-2,5 cm, lebar 1 mm, ujung runcing, dan duduknya tersebar.

Bunga tunggal, berukuran kecil, berada di ketiak daun, benangsari berjumlah enam, kepala sari bulat dan berwarna kuning, benang sari 6, kepala sari bulat, kuning dan mahkotanya sebanyak 6 helai. Buah buni, bulat, kecil, ketika masih muda berwarna hijau pucat dan setelah tua berwarna ungu. Biji bulat, keras berwarna hitam. Akar serabut membentuk umbi kecil, berbentuk kerucut dan berkelompok. Panjang umbi sekitar 4-10 cm, dan putih atau berwarna kuning abu-abu.

Ekologi Asparagus merupakan tumbuhan liar yang dapat ditemukan di hutan terbuka, semak belukar, kadang-kadang pada bukit yang berbatu-batu atau ditanam sebagai tanaman hias. Jenis ini dapat tumbuh dari dataran rendah sampai ketinggian tempat 1.150 m dplH\

Kandungan penting :

Daun dan umbi akar Asparagus cochinchinensis mengandung saponin (aglikon, protosarsasapogenin),  asparagin, glukosa, fruktosa, 5-metoksi-metilfurfural, ÁE-sitosterol dan polifenol.

Khasiat dan Cara penggunaan :

Bagian yang sering digunakan sebagai obat adalah akar/umbi atau daunnya. Akar/umbinya berguna untuk mengobati batuk darah (hemoptisis), batuk, berkeringat malam. Bagian akar/umbi dari jenis ini terasa manis dan pahit, bersifat mendinginkan, masuk paru-paru serta ginjal. Asparagus juga berkhasiat membersihkan paru-paru, menurunkan panas api, merangsang produksi cairan tubuh, antitusif, dan diuretik.

Umbi akar Asparagus cochinchinensis juga berkhasiat sebagai obat batuk dan sebagai pelancar air seni. Untuk obat batuk dipakai akar segar Asparagus cochinchinensis, dicuci dan dipotong kecil-kecil lalu direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih selama 15 menit, dinginkan dan disaring. Hasil saringan diminum sekaligus, sehari dua kali pagi dan sore.

Gambar :

Sumber : Kitab Tanaman Obat Nusantara