Kluwih

Habitus : Pohon, tinggi 10-25 m. Batang : Tegak, bulat, percabangan simpodial, bergetah, permukaan kasar, coklat. Daun : Tunggal, berseling, lonjong, ujung runcing, pangkal meruncing, tepi bertoreh, panjang 50-70 cm, lebar 25-50 cm, pertulangan menyirip, tebal, permukaan kasar, hijau. Kluwih terkadang ditulis Keluwih (seeded breadfruit, breadnut) adalah nama sejenis pohon tanaman keras yang buahnya memiliki kulit keras dan berduri.

Buah kluwih mirip dengan buah sukun tetapi buah ini memiliki biji dan kulitnya berduri lebih menonjol. Proses budidaya kluwih zaman dahulu hanya diperoleh dari penanaman biji. Sedangkan seiring perkembangan zaman. Kluwih bisa ditanam melalui proses mencangkok. Selain pertumbuhannya lebih cepat buahnya pun besar-besar. Pohon kluwih dari biji butuh waktu 3-4 tahun. Sedangkan dari cangkok hanya satu tahun sudah bisa dipanen.

Pohon ini memang jarang ditanam secara khusus dalam jumlah banyak. Padahal tanaman ini sangat cocok di iklim tropis seperti Indonesia ini. Biasanya pohon kluwih akan berbuah lebat di saat musim hujan. Pohonnya bisa ditanam di pekarangan atau ladang.

Kandungan penting :

Bunga dan daun Artocarpus altilis mengandung saponin, polifenol, dan tanin, sedangkan kulit batangnya mengandung flavonoida.

Khasiat dan Cara Penggunaan :

  1. Obat sakit gigi

Cara penggunaan : gunakan 1 buah bunga jantan Artocarpus altilis, dibakar sampai menjadi arang lalu ditumbuk sampai halus. Hasil tumbukan dioleskan pada gusi gigi yang sakit.

2. Obat sakit kulit

3. Mengobati gejala gangguan pencernaan (asam lambung, sembelit, diare)

Cara penggunaan : Cukup direbus daunnya yang sudah agak tua. Rutin diminum setiap pagi dan malam minuman herbal ini baunya pun tidak menyengat dan tidak memiliki rasa pahit.

4. Mencegah gejala stroke, radang tenggorokan

Untuk para pekerja berat rebusan kluwih bisa meredakan nyeri pada otot, sendi dan tulang. Menurunkan tekanan darah sehingga membantu penderita darah tinggi, dan kolesterol.