21 November – Hari Pohon Sedunia – World Tree Day

 

Hari Pohon Sedunia diperingati setiap tanggal 21 November. Peringatan ini bertujuan untuk mendorong masyarakat menanam pohon dan peduli terhadap lingkungan serta diperingati masyarakat untuk aksi dalam mitigasi perubahan iklim. Masyarakat menyadari bahwa kalau tidak ada pohon atau lahan gundul, maka bencana banjir dan longsor akan mudah terjadi. Selain itu, pohon adalah tempat hidupnya berbagai macam makhluk hidup lainnya.

“Pohon mempunyai nilai ekonomis dan ekologis yang tinggi.
Pohon memiliki banyak manfaat dan peran penting bagi kehidupan, di antaranya: Memberikan oksigen, Melestarikan lingkungan, Memperindah wilayah pemukiman, Menjadi simbol kehidupan, Menanam harapan dan kehidupan..

Latar belakang

  • Dimulai dari Gerakan Arbor Day (1872): Julius Sterling Morton, tokoh Partai Demokrat AS dan aktivis lingkungan, memprakarsai gerakan menanam pohon di Nebraska, AS. Gerakan ini kemudian berkembang menjadi peringatan tahunan.
  • Pohon sebagai simbol kehidupan dan keberlanjutan: Seiring meningkatnya kerusakan lingkungan dan perubahan iklim, pohon dipandang sebagai elemen vital dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan kualitas hidup manusia.

Tujuan Peringatan

  • Mendorong gerakan menanam pohon: Mengajak masyarakat global untuk aktif menanam dan merawat pohon sebagai bentuk kontribusi terhadap lingkungan.
  • Mengurangi dampak perubahan iklim: Pohon menyerap karbon dioksida, menghasilkan oksigen, dan membantu mendinginkan suhu bumi.
  • Menjaga keanekaragaman hayati: Pohon menyediakan habitat bagi berbagai spesies flora dan fauna.
  • Memurnikan udara dan air: Akar pohon membantu menyaring air tanah, sementara daunnya menyerap polutan udara.

Siapa yang Menggawangi?

Diadopsi oleh pemerintah dan komunitas lokal di berbagai negara, termasuk Indonesia, melalui kegiatan tanam pohon, edukasi lingkungan, dan kampanye publik.

Awalnya oleh individu (Julius Sterling Morton), namun kini:

Didukung oleh organisasi lingkungan global seperti Earth Day Network, WWF, dan UNEP.

Tinggalkan Balasan 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *