Search
Generic filters

Pohon Bunga Kupu-kupu (Bauhinia purpurea)

Pohon Bunga Kupu-kupu atau Tayuman (Bauhinia purpurea) ditengarai berasal dari daratan Asia, Myanmar, India, dan China, masuk ke Indonesia dari hasil introduksi. Tanaman ini sering digunakan sebagai tanaman hias, obat-obatan, peneduh maupun sebagai bahan makanan. Daun, kuncup bunga, bunga, dan biji muda dapat dimasak dan dikonsumsi sebagai sayuran.

Genus Bauhinia sendiri diberi nama oleh kakak beradik, John dan Casper Bauhin (ahli botani dari Perancis) yang terdiri dari kurang lebih 500 spesies, meliputi bentuk pohon, semak maupun tanaman memanjat yang tersebar di daerah tropis dan sub-tropis di seluruh dunia. Genus ini termasuk famili Papilionaceae. Genus ini ditandai oleh bentuk daunnya yang bercuping dua atau daun kembar (‘twin leaves’), seolah daun tunggal (terdiri dari 2 anak daun yang melekat), membelah di bagian ujung dan membentuk dua cuping (‘lobe’) dan bentuknya menyerupai kuku unta. Genus Bauhinia pada umumnya, memiliki bunga dengan 5 daun mahkota yang menyerupai bunga anggrek, itulah sebabnya dalam bahasa Inggris disebut ‘Orchid Tree’. Atau ada juga yang menganggap bentuk bunganya ini seperti kupu-kupu, sehingga disebut tanaman Bunga kupu-kupu. Bunga-bunga ini tersusun dalam tandan (racemus). Karakter morfologi dari daun dan bunga ini merupakan ciri khas dari genus Bauhinia. Dua spesies yang banyak dijumpai sebagai pohon pelindung di Asia adalah Bauhinia purpurea dan Bauhinia variegata.

Berbeda bunga kupu-kupu (Bauhinia purpurea) yang berasal dari Asia bagian selatan, jenis Buahinia variegata asli dari India. Keduanya berbentuk pohon kecil dengan ketinggian 2 – 8 meter(catatan: spesies lainnya bisa mencapai 12 meter). Sepintas keduanya tampak sama jika dilihat dari bentuk daunnya. Salah satu kunci untuk membedakan keduanya adalah : Bauhinia variegata memiliki daun-daun mahkota bunga yang cenderung saling menutupi (overlap), sementara daun-daun mahkota bunga Bauhinia purpurea lebih sempit dan terpisah (tidak overlap); Jumlah benangsari bunga Bauhinia purpurea lebih sedikit dari Bahinia variegata; Warna bunga adalah putih, merah muda mawar, lavender atau ungu pada Buahinia variegata dan hanya warna ungu atau merah muda keunguan pada Bauhinia purpurea. Tanaman Bauhinia yang bunganya warna merah muda dengan sedikit warna lebih pekat pada mahkota bunga bagian atas serta memiliki hanya satu benangsari adalah Bauhinia monandra, spesies lainnya yang berasal dari India barat dan Amerika selatan. Di Huderabat (India) banyak dijumpai spesies Bauhinia tomentosa yang memiliki warna bunga kuning.

Khusus untuk Bauhinia purpurea, selain ditanam sebagai tanaman hias atau tanaman pelindung di taman-taman kota, tanaman Bauhinia memiliki manfaat Pharmakologi sebagai obat herbal. Ekstak daun Bunga kupu-kupu menurut penelitian purpurea memiliki potensi dalam penyembuhan luka. Manfaat pharmakologi ini tentu membuka peluang bagi para peneliti di bidang ini untuk mengeksploitasinya.

Sebagai pohon perindang, bunga kupu-kupu cukup mudah dibudidayakan, tetapi membutuhkan cahaya penuh untuk pembungaan optimal. Namun tetap dapat tumbuh dan berbunga pada sedikit naungan. Bauhinia memerlukan tanah subur, sedikit asam dengan drainase yang baik, namun tidak toleran terhadap tanah bergaram. Pemangkasan diperlukan bagi tanaman yang memiliki pertumbuhan vegetatif yang berlebihan dan dilakukan setelah masa berbunga.

Morfologi

  • Akar membulat ganda seperti pangkal hati dengan ujung melonjong.
  • Pohon bunga kupu-kupu (Bauhinia purpurea) berukuran sedang dengan tinggi mencapai 5 meter. 
  • Kulit batang berwarna coklat keabu-abuan.
  • Daun berukuran 10-20 cm, berwarna hijau dengan bentuk menyerupai sayap kupu-kupu; bagian pangkal membulat ganda (seperti pangkal hati) dan bagian ujungnya pun ganda melonjong.
  • Bunga berwarna merah muda, terdiri atas lima kelopak, dan berwarna harum.
  • Buah masak berwarna cokelat tua, keras, dan sedikit merekah.
  • Perbanyakan dengan biji dan stek batang. Cepat berkecambah, bibit muncul dalam waktu 4-10 hari dan dalam 2 bulan tingginya dapat mencapai 1 m.
  • Pertumbuhan tanaman muda sangat cepat. Pada kondisi baik, dalam waktu 12 bulan dapat mencapai ketinggian 3 m. Bunga kupu-kupu berbunga pada akhir tahun

Manfaat

  • Ekologi : Tanaman ini sering digunakan sebagai penghijauan dan peneduh jalan di tepi jalan dan taman kota karena bentuknya yang estetis dan kemampuannya memberikan keteduhan. Sebagai fungsi menjaga keanekaragaman hayati, bunga ini menarik serangga penyerbuk seperti lebah dan kupu-kupu, yang membantu menjaga keseimbangan ekosistem.
  • Ekonomi : Polong dari tanaman ini dapat sebagai bahan pangan yang diolah menjadi tempe sebagai alternatif kedelai. Meskipun masih belum banyak dikembangkan, tetapi berpotensi memberikan solusi terhadap kelangkaan bahan pangan tertentu. Sebagai tanaman hias, tanaman ini juga memiliki nilai jual karena segi keindahannya.
  • Sosial : Daun pohon ini dapat digunakan sebagai pakan ternak. Seluruh bagian pohon ini dari Akar, Daun, Biji, sampai dengan kulit batangnya dapat digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengobati berbagai penyakit seperti kolesterol, diare, disentri, wasir, penyakit kuning, bisul, kusta, hipertiroid, batuk, dll.

Potensi Karbon

Potensi serapan karbon pohon kupu-kupu (Bauhinia purpurea) belum banyak diteliti secara spesifik. Namun, sebagai gambaran, pohon pelindung jalan lainnya seperti Angsana (Pterocarpus indicus) dapat menyerap karbon dioksida pada kisaran 8–13 μmol/m²/detik atau setara dengan nilai sebesar 1468,31 kg/pohon/tahun.

Gambar

 Sumber : Plantnet, Global Biodiversity Information Facility (GBIF) & Dari berbagai sumber