Search
Generic filters

Pohon Kacang Hijau

Kacang hijau (Vigna radiata L) merupakan salah satu jenis kacang-kacangan yang banyak di usahakan di Indonesia, seperti halnya kacang tanah dan kedelai, akan tetapi pembudidayaan masih terbatas, sebaliknya pembudidayaan kacang hijau lebih mudah dibandingkan dengan kacang-kacangan lainnya, karena mempunyai daya adaptasi yang tinggi, umur yang relatif pendek, dan cocok ditanam di lahan yang kurang air, di Indonesia kacang hijau mcnduduki urutan ketiga dari jenis tanaman kacang-kacangan, setelah kacang tanah dan kedelai.

Manfaat kacang hijau sebagai makanan rakyat sangat penting karna jenis kacang ini banyak mengandung vitamin, terutama vitamin B1, zat ini sangat diperlukan karna merupakan tambahan berharga bagi makanan rakyat yang relative kurang vitamin. Disamping sebagai bahan makanan, kacang ini juga dapat digunakan sebagai pakan ternak, dari beberapa manfaat inilah terasa pentingnya memopulerkan tanaman kacang hijau.
Kandungan gizi per 100 gram kacang hijau terdiri dari 345 kalori, 22 gr protein, 1,2 gram lemak, 62,9 gr karbohidrat, 125 mg kalsium, 320 mg fosfor, 6,7 mg zat besi, 157 SI vitamin A, 0,64 mg vitamin B1, 6 mg vitamin C dan 10 gr air (Samekto, 2005). Biji kacang hijau sebagian besar dikonsumsi untuk bahan makanan, seperti tauge, bubur, tepung, pati dan minuman. Pada umumnya yang paling disukai adalah tauge (kecambah). Meskipun demikian kacang hijau dalam bentuk tepung juga banyak digunakan sebagai bahan makanan manusia maupun untuk pakan ternak.

Morfologi

  • Akar: Kacang hijau memiliki akar tunggang yang bercabang-cabang. Akar ini membantu menyerap air dan nutrisi dari tanah serta memperkuat tanaman.
  • Batang: Tanaman kacang hijau memiliki batang tegak, berbulu halus, dan berwarna hijau. Batangnya relatif kecil dan bercabang, dengan ketinggian tanaman biasanya mencapai 30–110 cm.
  • Daun: Daun kacang hijau berbentuk majemuk trifoliat (terdiri dari tiga anak daun). Daunnya berwarna hijau dengan bentuk bulat telur atau agak lancip pada ujungnya.
  • Bunga: Bunga kacang hijau berwarna kuning kehijauan dan memiliki struktur khas tanaman polong-polongan, yaitu bentuk kupu-kupu (papilionaseae). Bunga ini tumbuh di ketiak daun.
  • Buah (polong): Polong kacang hijau berbentuk memanjang, berwarna hijau saat muda, dan berubah menjadi cokelat kehitaman saat matang. Panjang polong sekitar 6–10 cm, berisi biji.
  • Biji: Biji kacang hijau berbentuk bulat kecil dan berwarna hijau, meskipun ada juga varietas dengan warna kuning atau cokelat. Biji ini kaya akan protein, vitamin, dan mineral.
  • Rambut Akar: Rambut-rambut kecil pada akar kacang hijau ini membantu proses penyerapan air dan unsur hara dari tanah.

Kandungan

Energy (Kcal) KJ(311) 1311
Water (g)11.6
Protein (g)27.2
Fat (g)1.7
Available carbohydrates (g)38.4
Dietary Fiber (g)16.7
Ash (g)4.4
Ca (mg)151
Fe (mg)7.6
Mg (mg)208
P (mg)280
K (mg)989
Na (mg)26
Zn (mg)2.62
Vit A-RAE (mcg)9
ß-carotene (mcg)111
VitC (mg)3

Pemanfaatan

Sumper Pangan

Kacang hijau memiliki berbagai manfaat sebagai sumber pangan yang penting, baik untuk kesehatan maupun ekonomi. Berikut adalah beberapa pemanfaatannya:

  1. Bahan makanan pokok: Kacang hijau sering diolah menjadi bubur kacang hijau, salah satu makanan khas yang kaya nutrisi.
  2. Tepung kacang hijau: Dapat digunakan sebagai bahan dasar untuk membuat mie, kue, dan roti, yang menjadi alternatif tepung terigu.
  3. Sumber protein nabati: Kacang hijau merupakan pilihan yang sangat baik untuk memenuhi kebutuhan protein, terutama bagi vegetarian.
  4. Pembuatan minuman: Dapat diolah menjadi susu kacang hijau, minuman sehat yang mudah dicerna dan bergizi.
  5. Pengolahan tradisional: Di banyak daerah, kacang hijau digunakan untuk membuat camilan seperti onde-onde dan klepon.

Pakan Ternak

  1. Bagian tanaman kacang hijau yang dimanfaatkan untuk ternak biasanya adalah ampas hasil pengolahan kacang hijau, daun, dan batang. Berikut pemanfaatannya untuk berbagai jenis ternak:
  2. Ampas hasil pengolahan kacang hijau: Biasanya digunakan sebagai pakan tambahan untuk ternak seperti sapi, kambing, dan domba. Ampas ini kaya akan protein dan mudah dicerna.
  3. Daun dan batang tanaman kacang hijau: Setelah panen, sisa daun dan batangnya dapat dijadikan pakan hijauan untuk sapi, kambing, dan domba. Hijauan ini sering digunakan dalam pakan ternak ruminansia karena mengandung serat yang baik untuk pencernaan mereka.
  4. Jerami kacang hijau: Bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak atau dicampur dengan bahan lain untuk pakan sapi dan kambing, terutama selama musim kemarau ketika hijauan segar sulit ditemukan.

Gambar


Lebih Jauh Tentang Kacang Hijau

Tidak ada pos yang ditemukan.