Tanaman ini berasal dari Asia Selatan dan Tenggara, termasuk Indonesia. Tengguli/Trengguli atau kayu raja termasuk dalam genus Cassia dalam keluarga Fabaceae, anak suku Caesalpinioidea. Berbunga kuning cerah dan indah, tengguli banyak ditanam sebagai pohon hias dan juga tanaman obat tradisional.
Trengguli juga dikenal sebagai Golden Shower Tree karena bunga kuningnya yang menjuntai indah, merupakan tanaman nasional negara Thailand, yang dijumpai di sepanjang jalan-jalan raya negara tersebut. Cassia fistula menggugurkan daunnya dimusim kemarau, kemudian tunas muncul disertai tumbuhnya untaian bunga yang berwarna kuning seperti emas dan menggantung.
Genus Cassia sendiri terdiri dari 100 spesies berupa semak, perdu, dan pohon yang menyebar di daerah tropis dan sub-tropis, dan tergolong famili Caesalpiniaceae.
Semua jenis Cassia menyukai sinar matahari serta tanah dengan drainase baik. Perbanyakan tanaman dilakukan dengan biji ataupun dengan stek.
Klasifikasi
- Kingdom: Plantae
- Divisi: Magnoliophyta
- Kelas: Magnoliopsida
- Ordo: Fabales
- Famili: Fabaceae
- Genus: Cassia
- Spesies: Cassia fistula L.
Morfologi
- Tinggi pohon 10 hingga 20 meter dengan batang bebas cabang sekitar 5 meter. Tajuk melebar menyebar. Kulit batang berwarna abu-abu pucat dan halus ketika muda, menjadi cokelat gelap dan kasar ketika menua.
- Bunga warna kuning emas, baunya harum, tersusun dalam tandan, tidak rapat, panjangnya 15-40cm dan menggantung. Kelopaknya berbagi-5 dalam; mahkota 2-3,5 cm panjangnya, kuning cerah. Tiga tangkai sari yang terbawah berbentuk-S, lebih panjang daripada yang lainnya.
- Daun-daun tersusun berseling, majemuk menyirip genap, panjang 30-40 cm. Anak daun 3-8 pasang, bundar telur memanjang, berambut pendek, sisi bawahnya hijau biru 6–20 cm × 3,5–9 cm.
- Buahnya adalah buah polong, menggantung, berbentuk bulat silindris, warna hitam dan tidak membuka.
- Biji pipih kecokelatan, terletak melintang dalam ruang, 25-100 butir per polong, di antarai oleh sekat dan sejenis daging buah yang lengket berwarna cokelat kehitaman.
Trengguli (Cassia fistula) memiliki kekerabatan dengan Cassia Javanica (Tengguli Wanggang), Cassia Siamea (Johar) yang juga sering digunkan tanaman pelindung. Perbedaan utama Cassia javanica dan Cassia fistula terletak pada warna bunganya: C. fistula memiliki bunga kuning cerah, sedangkan C. javanica memiliki bunga berwarna merah muda, merah, atau merah keputihan. Selain itu, buah C. javanica memiliki daging buah seperti gabus yang kering, sementara C. fistula memiliki daging buah yang cokelat kehitaman dan lengket.
| Cassia javanica | Cassia fistula | |
|---|---|---|
| Bentuk Pohon | Tinggi 3-20 meter, cabang tanaman muda berduri | Tinggi mencapai 10 m |
| Warna Bunga | Merah muda, merah, atau merah keputihan | Kuning cerah |
| Warna Kelopak Bunga | Merah tua atau cokelat merah | Hijau |
| Daging Buah | Kering seperti gabus (tidak lengket) | Cokelat kehitaman dan lengket |
| Daun Penumpu | Setengah bulan sabit | Serupa paku |
| Nama Umum | Pohon bunga apel, pink shower, Tengguli Wanggang | Golden shower, Indian laburnum, Tengguli, |
- Perbanyakan Trengguli dapat dengan menggunakan biji dan juga stek.
- Perkecambahan dapat dipercepat melalui perendaman biji selama 12-24 jam dalam air hangat lalu dilanjutkan perendaman dalam asam sulfat pekat selama 45 menit.
- Tanaman ini tumbuh lambat sekitar 8-10 tahun dari awal menanam sampai berbunga.
Kandungan Penting
Alkaloid, flavonoid, saponin, glikosida, asam amino, triterpenoid, dan phenolic.
Manfaat
Obat pencahar, malaria, bisul, diabetes, batu ginjal, sariawan, disentri, mengatasi sembelit, hipertensi, antioksidan, antiinflamasi
Hipertensi
- Siapkan 4 g buah tengguli, 2 g kulit kayu manis, 3 g rimpang kencur, 2 g daun sena, 2 g herba pegagan, 7 g gula enau, 800 ml air.
- Buat infusa : Semua bahan direbus hingga mendidih selama 15 menit.
- Minum 3 kali sehari setelah makan.
Sembelit
- Siapkan 5 g buah tengguli, 3 g herba pegagan, 2 g daun sena, 800 ml air.
- Buat infusa : Semua bahan direbus selama 15 menit hingga mendidih.
- Minum 3 kali sehari setelah makan.
Gambar


















Sumber : Plantnet, Global Biodiversity Information Facility (GBIF) & Dari berbagai sumber