Search
Generic filters

Pohon Gamal (Glyricidia sepium)

Gamal (Glyricidia sepium) atau Klereside, tergolong famili Papilionaceae, merupakan tanaman bentuk pohon dengan tinggi mencapai 10-12m. Tanaman ini berasal dari Karibia, Philipina, India, Sri Lanka dan Afrika barat. Oleh penjajah Eropa tanaman ini dibawa ke benua Asia dan ditanam di India dan Srilangka sebagai tanaman pelindung teh sejak tahun 1870-an.

Gamal mempunyai bunga, sehingga sebagian orang menanamnya sebagai tumbuhan yang eksotik. Bunga gamal sering Tampak di seluruh pohon, meskipun dalam kondisi daun yang sangat sedikit. Habitat asli gamal adalah hutan gugur daun tropika, di lembah dan lereng-lereng bukit, sering di daerah bekas tebangan dan belukar. Gamal terutama ditanam sebagai pagar hidup, peneduh tanaman (kakao, kopi, teh), atau sebagai rambatan untuk vanili dan lada. Perakaran gamal merupakan penambat nitrogen yang baik. Tanaman ini berfungsi pula sebagai pengendali erosi dan gulma terutama alang-alang.

Gamal sendiri menurut sejarahnya, masuk ke Indonesia melalui perusahaan perkebunan Belanda yang tertarik untuk menggunakannya sebagai tanaman pelindung di perkebunan teh di Medan pada tahun 1900-an. Kemudian oada tahun 1958 Gamal dikenalkan lagi dan disebarluaskan di wilayah lain di Indonesia oleh Bapak R. Soetarjo Martoatmodjo yang kemudian memberi nama nama Gamal yang diambil dari nama cucunya yang sama dengan nama presiden Mesir Gamal Abdul Nasser. Menteri pertanian Indonesia waktu itu Bapak Frans Seda mengartikan gamal sebagai Ganyang Mati Alang-alang, karena gamal digunakan untuk membasmi alang-alang.

Gamal memiliki nama-nama lokal lainnya; klereside, gliriside, madre de cacao, kakawate, cebreng, kerside, gliriside (kolokial), sliridia, liriksidia, sirida (Jw.); cebreng (Su.); kh’è: no:yz, kh’è: fàlangx (Laos (Sino-Tibetan)); bunga Jepun (Mly.); kakawate (Filipina); madre de cacao (Portugis); mata raton (Honduras); dan gliricidia, Nicaraguan coffee shade

Selain sebagai tanaman pelindung dan penahan angin (pohon gamal tahan terhadap hembusan angin kencang), gamal juga dapat digunakan untuk memberantas alang-alang. Alang-alang tidak dapat tumbuh di tempat di sekitar gamal ditanam. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh sifat alelopati gamal terhadap alang-alang, namun diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mendukung pernyataan ini. Beberapa literatur menyebutkan bahwa gamal juga digunakan untuk kayu bakar, penyangga tanaman, pupuk hijau, menstabilkan tanah dan mencegah erosi, sebagai penaung tanaman perkebunan (kopi, coklat, panili) dan juga untuk obat tradisional dalam penyembuhan penyakit eksim.

Gamal dapat tumbuh dari 0-1200 m dpl, di daerah beriklim panas dengan curah hujan 900-1500mm per tahun. Perbanyakan dilakukan melalui biji atau setek. Biji dikumpulkan sebelum polong pecah secara alamiah. Seteknya sangat mudah tumbuh tunas dan berakar, itu sebabnya perbanyakan dengan cara setek lebih mudah, terutama untuk daerah dimana tanaman sulit menghasilkan polong.

Morfologi

  • Ketinggian pohon dapat mencapai 2–15 meter dan bercabang banyak.
  • Diameter batang besar antara 15–30 cm dengan warna kulit batangcoklat keabu-abuan hingga keputih-putihan, kadang kala beralur dalam pada batang yang tua.
  • Daun gamal atau klereside adalah daun majemuk menyirip ganjil, panjang 15–30 cm; ketika muda dengan rambut-rambut halus seperti beledu. Anak daun 7–17 (-25) pasang yang terletak berhadapan atau hampir berhadapan, bentuk jorong atau lanset, 3–6 cm × 1.5–3 cm, dengan ujung runcing dan pangkal membulat. Helaian anak daun gundul, tipis, hijau di atas dan keputih-putihan di sisi bawahnya. Pohon ini menggugurkan daun di musim kemarau.
  • Bunganya berbentuk kupu-kupu sebagai ciri dari famili Papilionaceae/Fabaceae. Bentuk bunga kupu-kupu memiliki susunan yang khas untuk mahkota bunganya yakni : 1 daun mahkota dibagian atas disebut bendera, 2 yang disamping disebut sayap dan 2 yang di bagian bawah (berlekatan) disebut lunas. Bunga gamal tersusun dalam tandan (racemus) berwarna krem.
  • Bunganya sangat banyak, bahkan bisa mencapai 30000 individu bunga perpohon. Bunga ini banyak dikunjungi kumbang yang membantu penyerbukan.
  • Buahnya adalah buah polong dengan panjang 10-15 cm dan lebar 12-15 mm, mengandung 3-8 biji. Polongnya bersifat dehiscent, membelah dan mengeluarkan bijinya jika sudah masak dan mengering.

Taksonomi

  • Kerajaan: Plantae
  • Divisi: Magnoliophyta
  • Ordo: Fabales
  • Famili: Fabaceae
  • Subfamili: Faboideae
  • Genus: Gliricidia
  • Spesies: Gliricidia sepium

Potensi Ekologis

  • Tumbuh cepat di lahan marginal: Cocok untuk daerah kering dan tanah kritis
  • Meningkatkan kesuburan tanah: Akar gamal bersimbiosis dengan bakteri pengikat nitrogen
  • Biomassa untuk energi terbarukan: Ranting dan batang gamal digunakan sebagai bahan baku pembangkit listrik tenaga biomassa
  • Pengendali erosi dan polusi: Digunakan sebagai pagar hidup dan tanaman peneduh yang membantu mengurangi emisi karbon

Potensi Pakan Ternak

  • Daun-daun gamal mengandung kaya akan nutrisi, tinggi protein kasar dan mudah dicernakan, sehingga cocok untuk pakan ternak, khususnya ruminansia. Jenis hijauan ini sangat cocok untuk kambing dan domba. Namun daun-daun ini tidak cocok untuk dikonsumsi manusia karena daun-daun, biji dan kulit batang gamal mengandung zat yang bersifat racun, kecuali bagi ternak ruminansia.
  • Tahan cuaca ekstrem: Bisa tumbuh sepanjang tahun, menjamin ketersediaan hijauan
  • Intercropping dengan lada: Sistem tumpangsari gamal-lada meningkatkan efisiensi lahan dan produksi paka

Potensi Peneduh Jalan

  • Tumbuh cepat dan adaptif: Cocok untuk jalur panas dan padat kendaraan
  • Perakaran kuat dan tidak merusak trotoar: Cocok untuk urban greening
  • Estetika dan fungsi ekologis: Memberikan keteduhan, menyerap polusi, dan memperindah lanskap

Potensi Karbon

Berdasarkan studi :

  • Biomassa above ground gamal (batang, cabang, daun) dapat mencapai 20–40 kg per pohon dewasa.
  • Dengan asumsi kandungan karbon sekitar 50% dari biomassa, maka:
  • Taksiran serapan karbon pohon gamal (Gliricidia sepium) per batang per tahun berkisar antara 10–20 kg COâ‚‚ (Serapan COâ‚‚ ekuivalen: 10–20 kg COâ‚‚/pohon/tahun) tergantung pada usia, diameter, dan kondisi tumbuhnya.

Faktor yang mempengaruhi

Nilai ini berlaku untuk pohon gamal yang tumbuh optimal di lahan terbuka dengan pemeliharaan baik. Di jalur peneduh jalan, nilai bisa sedikit lebih rendah tergantung ruang tumbuh dan pemangkasan.

Gambar

 Sumber : Plantnet, Global Biodiversity Information Facility (GBIF) & Dari berbagai sumber