Pohon Karet Kebo (Ficus elastica Roxb.) berada satu genus dengan pohon beringin (Ficus Benyamina), yaitu genus Ficus dan termasuk famili Moraceae. Tanaman ini berasal dari daerah tropis Asia, merupakan pohon yang bisa mencapai ketinggian 8 – 40 meter. Tanaman ini memiliki daun tunggal yang berbentuk memanjang (elliptis) dan bertangkai panjang. Bentuk pangkal daun tumpul , sedangkan ujungnya meruncing. Daun yang tua berwarna hijau, kontras dengan warna daun mudanya yang berwarna merah tembaga. Seperti juga beringin, Pohon Karet kebo memiliki banyak akar aerial yang menjadi penopang yang kuat ketika dewasa.
Pohon Karet Kebo juga dikenal dengan beberapa nama lainnya seperti; Karet Hias, Karet Merah, Bak Rambong (Aceh), Batang kajai (Sumatera Barat) dan rubber figs (Inggris). Tanaman ini cukup dikenal sebagai tanaman hias sekaligus tanaman pelindung.
Sistem akar karet hias sangat invasif, sehingga letak penanamannya harus direncanakan dengan baik agar tidak merusak fondasi jalan atau bangunan. Seperti halnya beringin, bunganya adalah bunga majemuk bentuk periuk atau hypanthodium (Lihat kembali bahasan tentang bunga beringin).
Karet hias memerlukan cahaya matahari penuh sampai sedikit naungan; serta tanah yang kaya humus dan dengan drainase yang baik. Tumbuh pada daerah dataran rendah sampai 500 meter dpl. Perbanyakan dilakukan dengan stek atau ‘layerage’.
Karet hias menghasilkan getah karet (lateks) yang dapat menyebabkan iritasi jika mengenai kulit dan mata dan berakibat fatal jika termakan. Dahulu pernah ditanam secara besar-besaran sebagai penghasil lateks, namun kemudian terdesak oleh penghasil lateks lainnya yakni Hevea brasiliensis.
Karet kebo bisa diperbanyak dengan stek batang. Karet kebo dirawat dengan disiram air yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan kompos atau pupuk organik.
Taksonomi
- Kerajaan : Plantae
- Sub kingdom : Tracheobionta
- Superdivisi : Spermaophyta
- Divisi : Magnoliophyta
- Kelas : Magnolipsida
- Subkelas : Hamamelididae
- Ordo : Urtacales
- Famili : Moraceae
- Genus : Ficus
- Spesies : Ficus elastica Roxb. ex Hornem.
Morfologi
- Akar: Akar tunggang dan akar earial (akar udara) berwarna coklat.
- Batang: Tegak, bentuk bulat, , permukaan kulit kasar, warna coklat tua dan pola percabangannya simpodial ( dimana tunas terminal berhenti tumbuh dan pertumbuhan tunas selanjutnya dilanjutkan oleh tunas lateral/samping sehingga batang utama sulit dibedakan dengan cabangnya)
- Daun: Tunggal berseling, bentuk lonjong, tepi rata, ujung dan pangkal meruncing, panjang 15–20 cm, lebar 8–15 cm, bertangkai pendek, pertulangan menyirip, permukaan halus.
- Bunga: Tunggal, berkelamin satu, kelopak berwarna hijau bentuk mangkuk, benang sari berwana putih panjang ± 7 mm, kepala sari berwarna hitam bentuk bulat, putik panjang 1–2 cm, kepala putik bulat, hitam, mahkota bentuk pita, halus, kuning. Seperti ciri khas genus Ficus lainnya, bunga pohon Karet hias memerlukan tawon dari spesies tertentu untuk penyerbukan dalam hubungan simbiosis. Karena hubungan ini, tanaman ini tidak menghasilkan bunga berwarna-warni atau bunga-bunga yang harum untuk menarik penyerbuk lainnya.
- Buah: Buni, bulat, diameter 1–2 cm, hijau kehitaman. Buahnya kecil, kuning-hijau oval ukuran sekitar 1 sentimeter damhampir tidak bisa dimakan; berisi banyak benih.
- Biji: Bulat, warna putih.
Potensi Ekologi
- Penyerap karbon aktif: Daun lebar dan kanopi rapat memungkinkan fotosintesis optimal. Serapan karbon diperkirakan ±28–35 kg CO₂/pohon/tahun untuk pohon dewasa dengan diameter >30 cm.
- Peneduh alami: Tajuk lebar dan akar kuat menjadikannya ideal untuk jalur pedestrian, taman kota, dan median jalan.
- Toleran terhadap polusi: Cocok untuk lingkungan urban karena tahan terhadap debu dan emisi kendaraan.
- Penyaring udara: Daunnya mampu menyerap partikel polutan dan meningkatkan kelembaban mikro.
- Habitat mikro: Menyediakan tempat hidup bagi serangga, burung kecil, dan mikroorganisme tanah.
Potensi herbal
- Akar Karet kebo untuk mengobati penyakit bisul, maag, reumatik dan nyeri sendi.
- Getah Karet kebo untuk bahan pembuatan karet, pengobatan bisul.
- Daun Karet kebo untuk membantu pengobatan stroke.
Potensi Peneduh Jalan
- Kanopi lebar dan rindang: Memberikan naungan efektif, menurunkan suhu permukaan jalan hingga 2–4°C.
- Pertumbuhan cepat dan adaptif: Cocok untuk iklim tropis basah seperti Indonesia, termasuk wilayah urban seperti Yogyakarta.
- Akar kuat namun perlu pengelolaan: Akar permukaan bisa merusak trotoar jika tidak dikendalikan, sehingga cocok untuk area dengan ruang tanam cukup.
- Estetika lanskap: Daun mengilap dan bentuk pohon elegan menjadikannya populer sebagai elemen taman dan jalur hijau.
Potensi Karbon
Kemampuan serapan karbon pohon karet hias cukup signifikan yakni mencapai hingga ±28–35 kg CO₂/pohon/tahun tergantung usia dan diameter batang.
Gambar





















Sumber : Plantnet, Global Biodiversity Information Facility (GBIF) & Dari berbagai sumber