Tanaman asam Belanda (Pithecellobium dulce) ini termasuk genus Pithecellobium, satu genus dengan jengkol, termasuk famili Mimosaceae. Asam Belanda memiliki nama lain nama lain; Asam Londo, Asam Belanda, Asam Koranji, Asam Kranji, Kedal, kedawung kecil (beberapa daerah). Di negara lain tanaman ini dinamai dengan; Manila tamarind, Madras thom (Inggris), Kamatsile/Camachile (Filipina), dan Vilayati babul (India).
Tanaman ini berasal dari Amerika tropis, berbentuk pohon yang bisa mencapai 10 – 15 meter. Asam keranji seringkali disebut ’Manila tamarind’, namun nama ini sepertinya salah kaprah, karena asam keranji hubungan kekerabatannya jauh dengan Tamarindus indica (tidak satu famili) dan juga bukan tanaman asli Manila.
Asam Belanda (Pithecellobium dulce Bth) banyak dijumpai tumbuh secara liar, ini menunjukkan bijinya mudah berkecambah. Biasanya dibawa oleh burung yang makan daging buahnya. Tanaman ini seringkali menjadi tempat berkembang dan tumbuhnya ulat dari beberapa jenis moth (kupu) seperti Melanis pixe
dan Eurema blanda.
Daunnya adalah daun majemuk menyirip dengan anak-anak daun yang berbentuk ellips atau bulat telur terbalik. Bunganya berwarna putih kehijauan, harum dan merupakan bunga majemuk bentuk bongkol. Bunga bongkol ini merupakan ciri khas famili Mimosaceae. Buahnya adalah buah polong, berbentuk bulat silindris namun kerapkali bengkok atau menggulung, dengan jumlah biji berkisar 1 – 10. Bijinya mengkilat, berwarna hitam dengan selubung warna putih. Asam keranji tergolong tanaman yang tahan kekeringan, dapat hidup di daerah kering dari 0-300m dpl.
Taksonomi
- Kerajaan : Plantae
- Divisi : Magnoliophyta (Angiospermae)
- Kelas : Magnoliopsida (dikotil)
- Ordo : Fabales
- Famili : Fabaceae (Leguminosae)
- Subfamili : Mimosoideae
- Genus : Pithecellobium
- Spesies : Pithecellobium duice (Roxb.) Benth
- Sinonim : Inga dulcis Roxb., Acacia dulcis (awal klasifikasi dalam genus Acacia), Pitthecellobium saman-dulce (variasi penulisan di herbarium)
Morfologi
- Batang bulat, beralur dan berduri.
- Daun majemuk, pertulangan menyirip, anak daun berbentuk lonjong.
- Bunga Asam Belanda/Asam londo berbentuk kepala kecil berwarna putih dengan diameter 1 cm, bunga memiliki mahkota berbulu dan kelopak yang mengelilingi sekitar 50 benang sari tipis yang disatukan dalam tabung di pangkal.
- Buah Polong berukuran 10-15 cm warnanya kuning saat muda dan menjadi coklat kemerahan saat matang, setiap polong berisi 5-10 biji dengan warna biji hitam mengkilat.
- Biji berwarna hitam, pipih, mengkilat, memiliki selubung berwarna putih.
- Perbanyakan secara generatif (biji) dan vegetatif (stek, cangkok, sambung pucuk).
- Benih membutuhkan waktu sekitar 2 minggu untuk tumbuh.
Potensi Ekologi
- Fiksasi nitrogen: Sebagai legum, ia memperbaiki kesuburan tanah melalui simbiosis dengan bakteri Rhizobium.
- Toleran kekeringan dan tanah miskin: Cocok untuk penghijauan lahan marginal dan daerah urban tropis.
- Biodiversitas lokal: Buahnya yang manis disukai burung dan kelelawar, mendukung rantai makanan lokal.
- Bioenergi dan biomassa: Kayunya dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif. Biji pohon ini mengandung sekitar 20% minyak yang dapat digunakan dalam pembuatan sabun.
- Daun pohon ini dapat digunakan sebagai pakan ternak. Daun, biji, dan kulit batang pohon ini digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengobati berbagai penyakit seperti diabetes, peradangan, kanker, dan gangguan ginjal. Pohon ini juga dapat digunakan sebagai bahan pewarna jala ikan.
- Buahnya yang manis dapat dimakan segar atau dijadikan bahan baku untuk minuman seperti jus atau sirup.
Potensi Perindang
- Kanopi lebar dan rimbun: Memberikan keteduhan optimal di jalan raya, taman, dan area publik.
- Tahan panas dan polusi: Cocok untuk iklim tropis dan lingkungan urban yang ekstrem.
- Pertumbuhan cepat dan adaptif: Dapat tumbuh hingga 15 meter dan bertahan di berbagai jenis tanah.
- Estetika dan multifungsi: Selain peneduh, juga berfungsi sebagai tanaman hias dan sumber pangan lokal (buah manis).
- Mendukung mikro agroklimat dan habitat alami burung-burung liar : Sebagai peneduh jalan menciptakan lingkungan yang sejuk. Dahan/ranting yang kuat serta tahan angin, sehingga sangat ideal digunakan sebagai tanaman pelindung sekaligus habitat dan pakan burung-burung liar.
Potensi Karbon
- Menurut salah satu penelitian, kemampuan daya serapan karabon Pohon Asam Belanda sebesar 8,48 kg COâ‚‚/pohon/tahun.

Gambar




























Sumber : Plantnet, Global Biodiversity Information Facility (GBIF) & Dari berbagai sumber