Search
Generic filters

Asem Jawa (Tamarindus indica)

Asam jawa (Tamarindus indica) merupakan tumbuhan berbuah polong. Batang pohonnya yang cukup keras dapat tumbuh menjadi besar dan daunnya rindang. Spesies ini adalah satu-satunya anggota genus Tamarindus. Nama lain asam jawa adalah asam, asem jawa,  asem, kamal, asam kamal , accem , asang jawa, asang jawi dan lain-lain. Buah yang telah tua, sangat masak dan dikeringkan biasa disebut asem kawak.
Asam Jawa bukan sekadar penambah rasa—ia adalah simbol kearifan lokal dalam memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan. Dari dapur hingga kebun, dari jamu hingga ritual, asam adalah penghubung antara rasa, kesehatan, dan identitas budaya.
Asam Jawa diperkirakan berasal dari Savana Afrika Timur dimana jenis liarnya ditemukan, salah satunya di Sudan. Semenjak ribuan tahun, tanaman ini telah menjelajah ke Asia Tropis kemudian ke Karibia dan Amerika Latin termasuk di Indonesia. Biasa digunakan sebagai campuran bumbu (penambah rasa asam) dalam masakan dan campuran jamu.

Morfologi

  • Akar tunggang.
  • Batang berdiameter hingga 2 m, pangkal, kulit berwarna cokelat keabu-abuan, kasar dan memecah, beralur-alur vertikal. Tajuknya rindang dan lebat berdaun, melebar dan membulat.
  • Daun asam jawa bertangkai panjang, majemuk serta bersirip genap dengan panjang 5-17 cm, bertepi rata, berwarna hijau, Daun akan berguguran menjelang keluarnya bunga.
  • Bunga berwarna kuning kemereah-merahan, tersusun dalam tandan renggang dan tumbuh di ketiak daun atau di ujung ranting.
  • Buah bentuk polong menggelembung, hampir silindris, kulit buah (eksokarp) keras berwarna kecokelatan, daging buah (mesokarp) putih kehijauan (muda) dan merah kecokelatan (tua). Buah mempunyai rasa asam yang khas.
  • Biji cokelat kehitaman, mengkilap dan keras bentuknya agak persegi.
  • Perbanyakan dapat dilakukan dengan biji dan stek batang. Hasil perbanyakan ditanam dengan jarak tanam 8-10 m dan pada awal musim hujan.

Kandungan penting

Kandungan kimia : buah polong asam jawa mengandung senyawa kimia antara lain asam appel, asam sitrat, asam anggur, asam tartrat, asam suksinat, pectin, dan gula invert.

Potensi Pangan

Penambah rasa dan pengawet alami : Asam memberikan rasa segar, tajam, dan kompleks dalam masakan tradisional. Sifat asamnya membantu mengawetkan makanan secara alami, terutama dalam sambal dan olahan fermentasi.

  • Kaya antioksidan dan senyawa bioaktif : Mengandung polifenol, flavonoid, dan asam organik yang baik untuk pencernaan dan kesehatan jantung. Digunakan dalam pengobatan tradisional untuk meredakan demam, batuk, dan gangguan pencernaan.
  • Nilai budaya & ekonomi : Buah, daun, dan kulit pohon asam digunakan dalam ritual, jamu, dan kuliner khas daerah. Produk olahan asam memiliki nilai jual tinggi di pasar lokal dan ekspor.
  • Kelestarian lingkungan : Pohon asam tahan kekeringan dan cocok untuk lahan marginal, menjadikannya tanaman strategis dalam pertanian berkelanjutan.

Contoh Olahan

  • Sayur asam ; Jawa – kuah segar dengan asam jawa
  • Pindang serani ; Kalimantan & Sumatera – ikan dengan asam kandis
  • Sambal asam ; Bali & NTB – sambal dengan asam segar
  • Jamu asam kunyit ; Jawa – minuman kesehatan wanita
  • Asam padeh Minang – gulai ikan/ayam dengan asam gelugur
  • Rujak asam ;  Jawa Timur – buah segar dengan kuah asam pedas
  • Manisan asam ; Sulawesi – buah asam yang dikeringkan dan dimaniskan

Gambar

Sumber : dari berbagai sumber