Pohon beringin (Ficus benjamina Linn.) merupakan salah satu jenis tanaman yang banyak dijumpai di berbagai wilayah Indonesia. Pohon beringin yang merupakan tanaman asli Asia Tenggara termasuk dari Indonesia dan sebagian Australia ini banyak ditanam sebagai tanaman dekoratif di fasilitas umum seperti alun-alun, lapangan umum, perindang jalan maupun tanaman dekoratif di halaman kantor dan rumah. Pohon bodhi sering dipertukarkan dengan beringin, meskipun keduanya adalah jenis yang berbeda.
Pohon ini sangat akrab dengan budaya asli Indonesia. Bahkan dulu sering kali dianggap suci dan melindungi penduduk setempat. Sesaji sering diberikan di bawah pohon beringin yang telah tua dan berukuran besar karena dianggap sebagai tempat kekuatan magis berkumpul. Beberapa orang menganggap tempat di sekitar pohon beringin adalah tempat yang “angker” dan perlu dijauhi.
Buah Beringin relatif kecil, dan biasanya disukai oleh beberapa burung, seperti walik raja, merpati buah wompoo (Ptilinopus magnificus), merpati buah bintik merah muda (Ptilinopus perlatus), Ptilinopus ornatus, merpati buah berperut oranye (Ptilinopus iozonus), merpati kekaisaran torres (Ducula spilorrhoa, dan merpati kaisar ekor ungu (Ducula rufigaste).
Pohon Beringin memiliki kanopi yang lebar menyebar dan ditunjang oleh akar aerial yang banyak. Namun, karena akar pohon beringin tumbuh sangat invasif, sehingga tidak baik ditanam di pinggir jalan karena dikhawatirkan dapat merusak konstruksi jalan. Selain sebagai tanaman pelindung, beringin dapat dikerdilkan sebagai tanaman hias mini dalam pot (bonsai). Selain itu, akar dan daun beringin dipercaya sebagai obat herbal untuk beberapa macam penyakit.
Morfologi
- Akar pohon beringin termasuk jenis tanaman berakar tunggang dan memiliki akar berwarna coklat. Akar pada pohon ini menyebar sehingga sanggup berperan sebagai penopang pohon besar tersebut. Bentuk persebaran akar pohon beringin mirip jaring sehingga berfungsi pula seperti sebuah jaring yang bisa mengamankan kebutuhan nutrisi pohon tersebut. Ketika sudah dewasa atau berusia tua, tumbuhan ficus atau beringin akan memunculkan akar gantung. Pada akar beringin, setelah mencapai tanah berfungsi menyerap unsur hara dari tanah, bagian yang berada diatas tanah berubah menjadi batang.
- Batang pohon Beringin mencapai tinggi hingga 40−50 m dengan diameter batang mencapai 100−190 cm. Bentuk batang tegak, bulat, bentuk batang seperti silindris percabangan simpodial, permukaan kasar, pada batang tumbuh akar gantung berwarna coklat kehitaman.Namun, ukuran beringin tentunya juga tergantung dari kesuburan pohon itu sendiri.
- Daun pohon Beringin memiliki daun berbentuk oval, daun tunggal, bersilang berhadapan, lonjong, tepi rata, ujung runcing, pangkal tumpul, panjang 3-6 cm, lebar 2-4 cm, bertangkai pendek, pertulangan menyirip, berwarna hijau.Permukaan daun licin (leavis) atau mengkilap (nitidus), memiliki sisik daun : pada daun seperti ini, daun menjadi tipis, kering dan membentuk sebuah membran yang memiliki struktur seperti kertas dan berfungsi melindungi tunas.
- Bunga pohon beringin berupa bunga tunggal dan bentuk kelopak seperti corong dengan warna hijau. Sementara itu, mahkota bunga beringin berbentuk bulat yang berwarna kuning kehijauan sedangkan bagian putik dan benang sari memiliki warna kekuningan dengan permukaan yang halus.Bunga pada tumbuhan beringin umumnya akan tumbuh di area ketiak daun.
- Buah dari pohon beringin ini disebut dengan buah buni berdaging tebal, yakni buah dengan bentuk bulat memanjang dengan panjang 0,5-1 cm.Warna buah beringin terbagi menjadi tiga sesuai usianya. Ketika masih muda buah ini berwarna hijau. Apabila sudah setengah masak akan berwarna kuning. Sedangkan buah yang sudah masak kulit buahnya akan berwarna merah. Buah beringin termasuk buah majemuk dengan tipe Syconus yaitu buah ini berkembang dari hypanthodium inflorescence.
- Biji buah Beringin berbentuk bulat berwarna putih dan mempunyai tekstur yang keras, berbentuk pipih dan letaknya ada di bagian dalam buahnya.Warna biji yang masih muda biasanya kuning pucat sedangkan biji pada buah yang sudah masak akan berwarna kehitaman.Pada dasarnya fungsi biji pada pohon beringin adalah untuk alat kembang biak pohon.
Simbiosis
Kelangsungan hidup genus Ficus di alam sangat tergantung adanya suatu serangga sebangsa tawon (dalam hal ini disebut Tawon Ficus), yang mana antara tanaman dan tawon ini terjadi simbiosis yang saling menguntungkan.
Penyerbukan dan pembuahan pada Ficus dapat berlangsung berkat adanya tawon Ficus yang berukuran kurang lebih 1mm. Fenomena tersebut dapat dijelaskan secara ringkas sebagai berikut: Ficus mempunyai 3 macam bunga, yakni bunga jantan, betina dan bunga steril (disebut bunga gal). Tawon Ficus betina biasanya meletakkan telur-telurnya pada bunga gal. Namun dalam proses pencarian bunga gal tersebut, secara tidak sengaja tawon-tawon tersebut memindahkan polen dari bunga jantan ke bunga betina, maka terjadilah penyerbukan, pembuahan dan terbentuklah buah Ficus. Burung-burung yang mendekati pohon Ficus, tidak hanya mencari buah Ficus yang masak, namun juga mencari tawon-tawon Ficus yang keluar dari bunga gal dalam jumlah yang banyak. Tawon-tawon ini berasal dari telur-telur yang sebelumnya diletakkan tawon betina dalam bunga gal.
Manfaat
- Ekologi : Manfaat Pohon beringin banyak dimanfaatkan sebagai tanaman peneduh di taman kota ataupun alun-alun. Sistem perakarannya yang dapat menyimpan air dengan baik juga membuat beringin dimanfaatkan sebagai tanaman konservasi air dan ditanam di sekitar kawasan mata air atau sumber-sumber air. Beringin mampu menghasilkan oksigen dalam jumlah yang besar. Bentuk kanopi pohon yang besar dan lebar serta sifat tumbuhan yang evergreen (selalu hijau) memberikan efek mendinginkan suhu udara sekitarnya. Beringin juga memiliki kemampuan menyimpan air dalam jumlah besar, sehingga menjaga ketersediaan sumber air didekatnya. Sistem perakaran beringin bercorak lateral yang mampu mencengkeram tanah dengan kuat yang menyebabkan tanah di sekitar pohon relatif kokoh dan memiliki resistensi yang tinggi terhadap longsor. Beringin juga menjadi habitat berbagai satwa, seperti burung, reptil, serangga, dan primata, sehingga menjadi tempat interaksi biotik yang kompleks.
- Ekonomi : Pohon beringin sering dijadikan tanaman hias di taman, rumah, dan ruang publik. Penjualan bibit dan tanaman beringin memberikan peluang ekonomi bagi para petani dan penjual tanaman. Kayu pohon beringin, meskipun tidak sekuat kayu lainnya, dapat digunakan dalam pembuatan mebel dan kerajinan tangan.
- Sosial-budaya : Di beberapa daerah, pohon beringin memiliki nilai budaya dan spiritual yang tinggi. Beringin juga dianggap memiliki nilai filosofi yang tinggi. Daun beringin juga diteliti berkhasiat sebagai obat influenza, radang saluran napas (bronkitis), batuk rejan (pertusis), malaria, radang usus akut, disentri, dan kejang panas pada anak- anak. Berdasarkan penelitian diketahui bahwa akar udara /akar gantung dari pohon beringin memiliki kandungan fenol, zat gula dan juga asam amino. Kandungan zat tersebut dapat berpotensi mengobati beberapa keluhan penyakit, seperti demam tinggi, rematik, influenza, luka memar, radang amandel, kejang pada anak, disentri, malaria hingga radang usus akut.
Potensi Karbon

- Menurut salah satu penelitian, kemampuan daya serapan Co2 Pohon Asam Belanda sebesar 535,90 kg/pohon/tahun
Gambar






















Sumber : Dari berbagai sumber