Manggis (Garcinia mangostana L.) adalah sejenis pohon hijau abadi dari daerah tropika yang diyakini berasal dari Semenanjung Malaya dan menyebar ke Kepulauan Nusantara. Tumbuh hingga mencapai 7 sampai 25 meter. Buahnya juga disebut manggis, berwarna merah keunguan ketika matang, meskipun ada pula varian yang kulitnya berwarna merah. Buah manggis dalam perdagangan dikenal sebagai “ratu buah”, sebagai pasangan durian, si “raja buah”. Buah ini mengandung mempunyai aktivitas antiinflamasi dan antioksidan. Sehingga di luar negeri buah manggis dikenal sebagai buah yang memiliki kadar antioksidan tertinggi di dunia.
Manggis merupakan salah satu buah lokal asal Indonesia yang diproyeksikan dapat menjadi komoditas ekspor unggulan di masa depan. Sebagai buah eksotis yang hanya tumbuh di Indonesia, permintaan terhadap buah satu ini diprediksi akan terus meningkat. Sejumlah wilayah telah menjadi pusat budidaya buah manggis, salah satu yang paling tersohor ada di kecamatan Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya dan di Kabupaten Purwakarta.
Manggis dari Puspahiang dan Purwakarta tersebut bahkan sudah sampai diekspor ke luar negeri seperti Tiongkok, Dubai, Arab Saudi, hingga Prancis. Sepanjang tahun 2023 lalu, Jawa Barat memproduksi sekitar 115.023 ton manggis, setara dengan 29% dari total produksi manggis nasional yang sebesar 397.175 ton. Hal ini menjadikan Jawa Barat sebagai provinsi penghasil manggis terbanyak di Indonesia. Jawa Timur menyusul di urutan kedua dengan memproduksi 84.244 ton. Sementara itu, urutan ketiga dipegang oleh Jawa Tengah dengan 38.867 ton buah manggis.
Morfologi
Manggis berhabitus pohon dengan masa hidup yang dapat mencapai puluhan tahun. Pohon manggis selalu hijau dengan tinggi 6-20 meter. Manggis termasuk pohon tropis yang tumbuh dalam suhu hangat dan stabil. Paparan suhu di bawah 0 °C (32 °F) untuk jangka waktu yang lama, umumnya akan membunuh tanaman dewasa. Manggis bersifat apomiksis obligat, biji tidak berasal dari fertilisasi dan diduga mempunyai keanekaragaman genetik sempit, sehingga diperkirakan manggis di alam hanya satu klon dan sifatnya sama dengan induknya. Kenyataan di lapang menunjukkan adanya keanekaragaman tanaman manggis yang mungkin disebabkan faktor lingkungan mau pun faktor genetik akibat mutasi alami sejalan dengan sejarah tanaman manggis yang telah berumur ribuan tahun.
- Manggis juga memiliki ciri khusus pada bunganya. Bunga manggis disebut bunga berumah dua. Pada pohon manggis bunga betina yang dijumpai, sedangkan bunga jantan tidak berkembang sempurna. Bunga jantan tumbuh kecil kemudian mengering dan tidak dapat berfungsi lagi.
- Buah manggis memiliki bentuk bola, garis tengah 3,5-7 cm, warna ungu tua, dinding buah tebal, daging buah putih susu, dengan getah kuning. Dalam sebuah manggis terdapat 1-3 biji, diselimuti oleh selaput biji yang tebal berair, berwarna putih, dan dapat dimakan.
- Terdapat dua macam akar pada pohon Manggis; yaitu akar tunggang dan akar serabut. Akar tunggang sangat kuat dan menjulur cukup dalam ke tanah, sedangkan pada akar serabut lemah dan cenderung agak dangkal dalam menjulur ke tanah. Akar pohon Manggis mengalami pertumbuhan yang lambat sehingga secara bertahap dalam jangka waktu tertentu banyak yang mengalami layu bahkan mati, namun hal ini tergantung pada kondisi lingkungan sekitarnya dan juga pengaruh dari sifat dan karakteristik pohonnya itu sendiri.
- Manggis mempunyai batang pohon tegak dan jelas, Struktur batangnya berkayu keras. Kulit batangnya kecoklatan, mempunyai getah berwarna kuning, kasar dan tidak rata. Sistem percabangan cenderung simetris.
- Daun tunggal berbentuk bulat-oval sampai bulat panjang. Struktur helai daun tebal dengan permukaan bagian atas berwarna hijau mengkilap, sedangkan permukaan bagian bawah berwana kekuningan.
- Bunga betina Manggis 1-3 di ujung batang, susunanmenggarpu, dan garis tengah 5-6 cm. Kelopak daun dengan dua daun kelopak terluar berwarna hijau kuning, dua yang terdalam lebih kecil, bertepi merah, melengkung kuat dan Daun mahkota berjumlah 4, bentuk telur terbalik, berdaging tebal, hijau kuning, tepi merah atau hampir semua merah. Benang sari mandul biasanya dalam kelopak.
- Bakal buah be-ruang 4-8, kepala putik berjari-jari 5-6. Buah manggis berbentuk bola tertekan, garis tengah 3,5-7 cm, ungu tua, dengan kepala putik duduk (tetap), kelopak tetap, dinding diselimuti oleh selaput biji yang tebal berair, putih, dapat dimakan (termasuk biji yang gagal tumbuh sempurna).
Klasifikasi
- Kingdom Plantae
- Divisi Spermatophyte
- Sub Divisi Angiospermae
- Kelas Dicotyledoneae
- Ordo Guttiferanales
- Family Guttiferae
- Genus Garcinia
- Spesies Garcinia mangostana L
Pertumbuhan
Buah manggis muda, dimana tidak memerlukan pemupukan untuk tumbuh, pertama kali akan berwarna hijau pucat atau hampir putih di bawah kanopi. Saat buah membesar selama 2 hingga 3 bulan ke depan, warna kulitnya akan menjadi hijau gelap. Pada periode ini, pertumbuhan ukuran buah dapat meningkat hingga kulitnya berukuran 6–8 cm (2,4-3,1 inchi) dengan diameter luar, akan tetap keras hingga pematangan akhir tiba. Sifat kimia dari permukaan bawah kulit manggis terdiri dari berbagai polifenol, termasuk xanthones dan tanin yang menjamin astringent dapat menghambat perhatian serangga, jamur, virus tanaman, bakteri dan pemangsa hewan, pada saat buah belum matang. Perubahan warna dan pelunakan kulit menjadi proses alami yang menunjukkan pematangan buah dapat dimakan dan benih telah selesai berkembang.
Kandungan Nutrisi
Ekstrak kulit buah yang larut dalam petroleum eter ditemukan 2 senyawa alkaloid. Kulit kayu, kulit buah dan lateks kering Garcinia mangostana mengandung sejumlah zat warna kuning yang berasal dari dua metabolit yaitu mangostin dan B-mangostin yang berhasil diisolasi. Mangostin merupakan komponen utama sedangkan B-mangostin merupakan konstituen minor.
Kandungan buah
Buah manggis termasuk makanan sehat rendah kalori. Nilai gizi manggis per 100 g meliputi 80,9 g air, 0,5 g protein, 18,4 g karbohidrat, 1,7 g serat, 9 mg kalsium, 14 mg fosfor, 0,5 mg besi, 2 mg vitamin C, 0,09 mg vitamin B1 (thiamin), 0,06 mg vitamin B2 (riboflavin), dan 0,1 mg vitamin B5 (niacin). Buah manggis juga mengandung senyawa bioaktif seperti xanthon, terpen, antosianin, tanin, fenol, dan beberapa vitamin.
Dalam daging buah Manggis juga terdapat senyawa xanton. Tiga xanton baru telah berhasil diisolasi dari buah manggis utuh, antara lain mangostenon C, D, dan E. Secara keseluruhan, hingga saat ini 18 xanton telah berhasil diisolasi dari daging manggis utuh
Kandungan kulit
Kandungan penting di kulit manggis antara lain; xanthon, mangostin, garsion, flavonoid, tannin, serta senyawa lainnya. Pada kulit buah manggis juga terkandung senyawa lain diantaranya; mangostenol, mangostinon, trapezifolixanton, caloxanton dan lain sebagainya.
Kalender musim
- Musim panen utama: Desember hingga Februari, terutama di daerah sentra seperti Purwakarta, Tasikmalaya, dan Sumatera Barat.
- Siklus berbuah: manggis memiliki masa istirahat setelah panen puncak, sehingga produksi bisa menurun di tahun berikutnya jika tidak dirawat dengan baik.
Potensi Pangan
Nilai susut manggis pascapanen bisa mencapai 35–37% dari total produksi. Intervensi teknologi seperti pengemasan tahan lama, penyimpanan dingin, dan logistik terintegrasi dapat menurunkan susut hingga 50%. Di bagian rantai pasok, kemitraan serta edukasi pascapanen, pelatihan pengemasan antara petani, koperasi, dan UMKM untuk pengolahan dan distribusi sangat membantu meningkatkan kualitas panen.
Diversifikasi Produk Olahan
- Pembuatan jus, selai, dodol, sirup, teh kulit manggis, dan camilan sehat.
- Ekstrak kulit manggis digunakan untuk produk herbal dan kosmetik.
Cadangan Pangan & Ekspor
- Manggis dapat dijadikan komoditas ekspor unggulan ke Tiongkok, Timur Tengah, dan Eropa.
- Produk olahan manggis tahan lama bisa menjadi cadangan pangan fungsional di luar musim panen.
Gambar









Sumber : Dari berbagai sumber