Cangkring / Dadap Duri (Erythrina frusca)

Pohon cangkring/Dadap Duri merupakan pohon yang dapat mencapai ketinggian
10 sd 25 meter dan bersifat menggugurkan daunnya. Pohon cangkring menggugurkan daunnya dalam suatu periode yang singkat, kemudian muncul tunas-tunas baru yang diikuti oleh munculnya bunga-bunga yang berwarna merah.

Permukaan kulit batangnya kasar dan cabang yang jarang, permukaan batang dan tangkai daun dipenuhi duri tempel. Batang tegak dengan diselimuti duri tajam, silindris, percabangannya simpodial dan berwarna putih kecokelatan. Daun majemuk beranak tiga, berbentuk bulat telur dengan pangkal dan ujung tumpul, tepi rata, panjang 20–30 cm, lebar 4–10 cm, dan panjang tangkai daun 10–15 cm. Tulang daun menyirip, permukaan daun berwarna hijau mengilap, cabang tangkai anak daun berukuran lebih kecil daripada cabang tangkai daun utama yang di tengah.

Bunga majemuk, berwarna jingga muda atau merah menyala, terletak di ujung percabangan, tangkai silindris dengan panjang 2–3 cm. Kelopak berbentuk tabung, ujung bercangap, berwarna hijau bergradasi jingga-merah; panjang benang sari kurang lebih 3 cm, berwarna merah, kepala sari berbentuk ginjal, berwarna kuning; tangkai putik silindris, panjang 3 cm, berwarna putih, kepala putik lonjong, berwarna kuning; mahkota bunga berbentuk seperti kupu-kupu. Buah berbentuk polong pipih dengan panjang mencapai kurang lebih 30cm, berwarna cokelat tua. Akar tunggang, berwarna putih kecokelatan.

Pohon Cangkring biasa tumbuh di dekat daerah pesisir pantai, sepanjang aliran sungai, di daerah yang berkondisi tidak selalu hijau pepohonannya (seperti hutan galeri) dan di vegetasi lain sampai sekitaran 1200 meter dpl. Tanaman ini membutuhkan cahaya matahari penuh dan tanah dengan drainase baik. Perbanyakan dilakukan melalui biji atau setek. Setek pohon cangkring biasanya dibuat sepanjang 1-2m, cepat berakar dan tumbuh tunas.

Pohon perindang

Pohon cangkring juga banyak dijumpai di taman-taman kota atau ditanam sebagai tanaman pembatas di pinggir jalan tol. Umumnya yang ditanam adalah varian yang berbunga merah menyala; karena lebih elok bunganya dan memikat mata. Nama dagang dari varian ini adalah dadap merah; dan menjadi rancu karena saudaranya yang bentuknya lebih “menyemak”, yaitu E. crista-galli (juga disebut sebagai dadap katé disebut demikian pula.

Manfaat

Cangkrangen dan gatal-gatal

Cangkring telah turun temurun digunakan sebagai obat tradisional. Daunnya digunakan untuk mengobati cacar air (cangkrangen ) dikatakan penamaan pada cangkring berkaitan dengan khasiatnya menyembuhkan penyakit ini), frambusia, dan gatal-gatal. Caranya yang paling umum ialah dengan cara merebus daunnya (atau hanya direndam saja) untuk air mandi, atau daunnya dilumatkan lalu dibalurkan ke kulit yang sakit. Kadang pula akarnya juga ikut direbus untuk air mandi.

Beri-beri sampai kencing darah

Akar dan kulit batangnya juga digunakan untuk mengobati beri-beri; penderita diminumkan air rebusan akarnya, lalu akar yang direbus tersebut dioleskan pada bagian badan. Parutan kayunya setelah diremas-remas dapat diminum untuk mengobati kencing darah atau kencing nanah.

Pangan lokal-lalapan

Orang Jawa dan Bali menggunakan daunnya yang masih muda sebagai lalapan setelah direbus dahulu atau yang masih mentah. Sering pula daun mudanya disayur, dikatakan rasanya tidak kalah dengan sayur lainnya.

Potensi

Jumlah karbon dioksida (CO2) yang terserap dalam biomassa pohon dihitung
dengan mengalikan jumlah karbon tersimpan dalam biomassa dengan rasio berat
molekul karbon dioksida dan unsur karbon, yaitu 44/12. Asumsi yang dipakai adalah jenis pohon Dadap duri yang memilki diameter > 10 cm. Adapun estimasi berat karbon tersimpan dalam bimassa pohon cangkring (menurut penelitian UMS tahun 2017) yang memiliki diameter ukuran batang > 10 cm adalah 0,66 ton/ha.

Gambar

 

 

Tinggalkan Balasan 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *