Search
Generic filters

Pohon Cemara Laut (Casuarina equisetifolia L.)

Genus Casuarina terdiri dari 6 spesies, termasuk famili Casuarinaceae, berasal dari Australia, pulau-pulau di Pasifik selatan dan Asia tenggara. Penampilan Casuarina sangat mirip dengan pinus, yaitu suatu konifera yang juga berasal dari Australia. Casuarina ditanam sebagai tanaman peneduh jalan di daerah pegunungan di Jawa barat.
Salah satu spesies anggota genus ini adalah Casuarina equisetifolia yang dalam bahasa Indonesia dikenal dengan nama Cemara laut, dan dalam bahasa Inggris adalah ‘Horsetail tree’. Casuarina berasal dari kata Casuaris, yang berarti burung kasuari, spesies burung yang berasal dari Australia; dan Equisetifolia artinya berdaun ekor kuda, karena kumpulan daun-daunnya yang mirip dengan ekor kuda.

Cemara laut (Casuarina equisetifolia) memiliki nama sinonim Casuarina litorea L. ex Fosberg & Sachet, Casuarina littoralis Salisb, Casuarina muricata Roxb dan Casuarina sumatrana Jungh.

Cemara laut (Casuarina equisetifolia) bisa mencapai tinggi 12 – 18 meter. Sekilas daunnya mirip daun pinus. Memiliki batang pendek, dengan cabang-cabang yang panjang. Tanaman ini memiliki bunga betina dan bunga jantan dalam satu pohon (berumah satu). Buahnya buah kering, dengan ujung berbentuk segitiga lancip. Cemara laut banyak ditanam dan tumbuh ditepi pantai, sangat kuat terhadap angin laut dan toleran terhadap tanah berpasir dan bergaram. Karena sifatnya ini Cemara laut digunakan sebagai tanaman penahan erosi daerah pantai, sehingga di Indonesia tanaman ini termasuk yang dilindungi. Selain itu, tanaman ini terkenal sebagai bahan kayu bakar dan dikena sebagai “the best firewood in the world”.

Perbedaan Cemara dan Pinus

Cemara (Cassuarina sp)Pinus (Pinus L.)
DaunTumbuh tunggal per satu pada cabangTumbuh berkelompok (biasanya 2, 3, atau 5) yang terikat bersama
TinggiUmumnya lebih rendah, sekitar 5 hingga 20 meterBisa tumbuh jauh lebih tinggi, hingga 40 meter
Tekstur Kulit KayuUmumnya kasar, beralur, dan bersisik saat dewasaHalus saat muda, lalu menjadi mengelupas (merah-kecoklatan) saat dewasa
Bentuk PohonLebih rapat dan berbentuk kerucut yang lebih teraturBentuk kerucut yang lebih tidak beraturan


Batang tanaman ini juga digunakan untuk arang dengan kualitas sangat baik, untuk kapal, konstruksi rumah dan meubel. Tanaman muda atau ujung pohon ini oleh orang Kristen sering digunakan sebagai pohon natal. Jenis cemara lain, misalnya cemara gunung (Casuaria junghuhniana Miq.) banyak terdapat di pegunungan Jawa timur dan kerapkali membentuk hutan yang luas . Cemara gunung yang dibedakan dari Cemara laut karena berumah dua (dioecy) yakni memiliki bunga jantan dan bunga betina pada pohon yang berbeda.

Perbedaan Cenara Gunung dan Cemara Laut

Cemara Gunung (Casuarina junghuhniana Miq)Cemara Laut (Casuarina equisetifolia)
HabitatDaerah pegununganPesisir pantai dan laut
Asal dan PersebaranIndonesia bagian timur, menyebar di Jawa, Bali, Lombok, dan pulau-pulau sekitarAsia Tenggara dan Australia (termasuk Australia Utara sampai Malaysia)
Bentuk DaunJarum dengan duduk daun berhadapan atau berselingBerbentuk seperti lidi atau sisik yang beruas-ruas, panjangnya 15-30 cm, dan mudah gugur
Bentuk BatangTidak dijelaskan secara spesifik, tetapi umumnya tumbuh tegakKasar, retak-retak, berwarna cokelat keabuan, dan sering tumbuh bengkok karena angin laut
KeunikanPertumbuhan cepat dan mampu memperbaiki kandungan nitrogen dalam tanahMampu hidup di lingkungan pesisir yang berangin kencang dan mencegah abrasi

Untuk tumbuh baik, Cemara laut umumnya memerlukan cahaya matahari langsung. Perbanyakan dilakukan umumnya lewat biji, namun kini berkembang penggunaan stek. Biji bisa disemai tanpa perlakuan, namun harus dijaga dari gangguan semut. Biji dapat berkecambah setelah dua minggu. Bibit dari biji sebaiknya ditanam pada tanah ringan dengan drainase baik, tidak pada tanah liat untuk mencegah serangan hama dan penyakit.

Klasifikasi

  • Kingdom: Plantae
  • Subkingdom: Tracheobionta
  • Superdivisi: Spermatophyta
  • Divisi: Magnoliophyta
  • Kelas: Magnoliopsida
  • Subkelas: Hamamelidae
  • Ordo: Fagales
  • Famili: Casuarinaceae
  • Genus: Casuarina
  • Spesies: Casuarina equisetifolia L.

Morfologi

  • Cemara laut merupakan tanamah jenis pohon berumah satu dengan percabangan halus, dan pepagan (kulit kayu) berwarna coklat-keabu-abuan muda. Bagian batangnya yang masih muda bertekstur halus sedangkan batang yang tua bertekstur kasar, tebal, dan beralur. Pepagan cemara laut berwarna kemerahan dan berbau harum.
  • Daun daru cemara laut mudah gugur, tumbuh merunduk, berbentuk seperti jarum serta berwarna hijau keabu-abuan. Daun cemara laut mereduksi menjadi seperti lidi yang beruas-ruas dan berjumlah 7—8 tiap-tiap ruas.
  • Seperti halnya tumbuhan berumah satu lainnya, cemara laut juga mempunyai bunga jantan dan betina. Bunga jantannya berupa bulir memanjang, tunggal, dan terletak pada bagian terminal sedangkan bunga betina terletak pada cabang berkayu yang menyamping.
  • Secara umum pohon ini berbentuk kurus dan banyak ditemukan di sepanjang pinggir pantai. Cemara jenis ini merupakan jenis cemara yang sesuai untuk dijadikan bonsai

Potensi Ekologi

  • Tahan terhadap angin kencang, tanah berpasir, dan salinitas tinggi, menjadikannya ideal untuk wilayah pesisir dan jalanan terbuka.
  • Mencegah abrasi dan erosi pantai dengan sistem akar yang kuat dan menyebar.
  • Menyediakan habitat bagi fauna lokal dan mendukung keanekaragaman hayati.
  • Berfungsi sebagai pemecah angin dan penahan gelombang, penting dalam mitigasi bencana alam seperti tsunami dan badai.

Potensi Peneduh Jalan

Cemara laut cocok sebagai peneduh jalan karena:

  • Tajuknya tinggi dan rimbun, mampu memberikan naungan luas tanpa mengganggu visibilitas atau infrastruktur.
  • Pertumbuhan relatif cepat dan tidak memerlukan perawatan intensif.
  • Estetika alami dan seragam, cocok untuk jalur hijau, taman kota, dan jalan raya.
  • Tidak menghasilkan buah besar atau ranting rapuh, sehingga aman untuk area publik.

Potensi Karbon

Cemara laut (Casuarina equisetifolia) memiliki potensi ekologis tinggi sebagai pelindung pesisir dan peneduh jalan, dengan serapan karbon rata-rata 69–154 kg per pohon tergantung lokasi dan kondisi tumbuhnya. Penelitian menunjukkan bahwa cemara laut memiliki kapasitas serapan karbon yang signifikan :

  • Di lokasi pantai Sri Mersing, rata-rata serapan karbon mencapai 154,36 kg/pohon.
  • Di lokasi pantai PT Pertamina, rata-rata serapan karbon sebesar 69,57 kg/pohon.
  • Jika ditanam sebagai peneduh jalan dengan jarak tanam 5 meter, maka dalam 1 km dapat ditanam ±200 pohon, menghasilkan serapan karbon sekitar 13,914–30,872 kg/km.

Gambar 

 Sumber : Plantnet, Global Biodiversity Information Facility (GBIF) & Dari berbagai sumber