Search
Generic filters

Pohon Cempaka Kuning (Michelia champaca L.)

Genus Michelia terdiri kurang lebih 45 spesies, menyebar di daerah tropis dan sub-tropis Asia, beberapa spesies ada di daerah pegunungan Himalaya; dan termasuk famili Magnoliaceae. Nama Michelia diberikan untuk memberikan penghargaan kepada seorang ahli botani Perancis bernama Pietro Antonio Micheli (1679-1737), seorang ilmuwan yang mempelajari fungi dan menemukan spora yang merupakan alat reproduksi fungi.

Nama Michelia champaca L yang menjadi nama latin Pohon Cempaka Kuning atau Cempaka wangi ini adalah salah satu apesies dari genus Michelia dan berasal dari pegunungan Himalaya. Tanaman Cempaka Kuning ini berupa pohon yang bisa mencapai tinggi 15 – 25 meter. Namun pohon cempaka yang dibudidayakan saat ini, tingginya lebih rendah dari yang tumbuh pada habitat asalnya, kurang lebih 10 – 12 meter.
Pohon Cempaka kuning/cempaka wangi memiliki daun tunggal, bentuk bulat telur dan mengkilat di permukaannya. Tanaman ini bunganya memiliki benangsari dan bakal buah yang banyak. Bagian-bagian bunganya tersusun menurut spiral (acyclis). Dua hal ini mencirikan bahwa cempaka merupakan salah satu contoh peninggalan bunga primitif. Menurut teori Evolusi bunga, bunga berevolusi dari bunga dengan jumlah bagian-bagiannya yang tak terbatas serta tersusun menurut spiral pada bunga primitif, menjadi bunga dengan jumlah bagian-bagiannya yang terbatas dan tersusun melingkar (cyclis) pada bunga yang lebih modern.

Bunga dari pohon cempaka wangi melepaskan aroma yang harum. Bunga yang masih kuncup biasa menjadi hiasan rambut atau diletakkan pada mangkuk berisi air sebagai pengharum ruangan. Aromanya menjadi komponen utama salah satu parfum dari Prancis, Joy. Pohon cempaka biasa ditanam di pekarangan rumah, kuil, atau pekuburan. Karena asosiasi dengan tempat-tempat suci, pohon cempaka wangi sering dianggap sebagai pohon keramat.

Klasifikasi

  • Kerajaan: Plantae
  • Divisi: Magnoliophyta (tumbuhan berbunga)
  • Kelas: Magnoliopsida
  • Ordo: Magnoliales
  • Famili: Magnoliaceae
  • Genus: Magnolia
  • Spesies: Magnolia champaca (L.) Baill. ex Pierre
  • Sinonim: Michelia champaca L., Magnolia membranacea P.Parm.

Morfologi

  • Habitus dan Batang. Tipe: Pohon tahunan, hijau abadi. Ketinggian pohon mencapai hingga 50 meter
  • Batang : Berkayu keras, tegak, berwarna coklat keabu-abuan
  • Kulit batang: Digunakan dalam pengobatan tradisional dan memiliki aroma khas
  • Bentuk Daun; Bentuk: Lonjong atau elips memanjang. Ukuran: Panjang sekitar 10–20 cm, lebar 4–8 cm, permukaan: Mengkilap di bagian atas, agak kasar di bawah. Susunan daun; Berseling, bertangkai pendek.
  • Bunga berwarna: Kuning cerah atau putih kekuningan. Aroma bunga sangat harum, digunakan dalam parfum dan upacara keagamaan. Bentuk berupa Bunga tunggal, berbentuk bintang dengan kelopak spiral. Letak tumbuh di ketiak daun atau ujung ranting.
  • Buah dan Biji. Buah: Berbentuk agregat (berkelompok), memanjang, berwarna hijau saat muda. Biji: Kecil, keras, berwarna coklat kehitaman saat matang

Potensi Ekologi

  • Cempaka kuning termasuk pohon berdaun lebat dan berkanopi luas, sehingga mampu menyerap karbon dioksida secara signifikan. Studi menunjukkan bahwa pohon tropis dengan karakter stomata aktif dan daun lebar dapat menyerap antara 2,86 hingga 16,45 μmol COâ‚‚/m²/detik.
  • Cempaka kuning dapat menjadi penyaring udara dan penurun suhu. Daunnya yang lebat membantu menyaring polutan udara dan menurunkan suhu mikro sekitar 2–4°C, mendukung kenyamanan termal di area urban.
  • Fungsi keanekaragaman hayati: Bunga cempaka kuning yang harum menarik serangga penyerbuk seperti lebah dan kupu-kupu, mendukung ekosistem lokal.
  • Pohon endemik bernilai konservasi: Sebagai spesies asli Asia Tenggara, penanaman cempaka kuning mendukung pelestarian flora lokal dan identitas budaya.

Potensi Peneduh Jalan

  • Kanopi lebar dan vertikal: Tajuk cempaka kuning tumbuh tegak dan menyebar, ideal untuk jalur pedestrian dan median jalan tanpa mengganggu kabel atau bangunan.
  • Perakaran dalam dan stabil: Sistem akar yang kuat mengurangi risiko kerusakan trotoar atau saluran air.
  • Toleran terhadap polusi dan kekeringan: Cocok untuk lingkungan perkotaan dengan tingkat polusi sedang hingga tinggi.

Potensi Karbon

Satu batang pohon cempaka kuning dewasa (diameter >30 cm, tinggi >10 m) diperkirakan mampu menyerap sekitar 35–45 kg CO₂ per tahun, tergantung kondisi lingkungan dan kesehatan pohon.

  • Diameter batang: Semakin besar diameter, semakin tinggi biomassa dan kapasitas serapan karbon. Pohon dengan diameter >30 cm memiliki biomassa sekitar 300–500 kg.
  • Tinggi pohon: Cempaka kuning dewasa bisa mencapai tinggi 10–20 meter, dengan tajuk lebat yang mendukung fotosintesis optimal.
  • Berdasarkan pendekatan biomassa dan konversi karbon (0,5 ton C/ton biomassa) serta konversi ke COâ‚‚ (1 ton C ≈ 3,67 ton COâ‚‚), maka estimasi serapan tahunan sebesar ±35–45 kg COâ‚‚/tahun per pohon

Gambar

 Sumber : Plantnet, Global Biodiversity Information Facility (GBIF) & Dari berbagai sumber