Flamboyan / Bunga Api (Delonix regia Raf.)

Pohon Flamboyan termasuk dalam Genus Delonix yang terdiri dari kurang lebih 10 spesies, termasuk famili Caesalpiniaceae. Salah satu spesies yang terkenal dan sangat baik sebagai tanaman pelindung adalah Delonix regia Raf. (dulu Poinciana regia Boj.) yang dikenal dengan nama lain: Flamboyan (Indonesia, Meksiko, Venezuela, Malaysia), Cabellero (Philipina), Gul Mohur (India), Flame Tree (Inggris) dan sering disebut sebagai ‘Royal Poinciana’ dalam literatur.

Tanaman Flamboyan asli dari Madagaskar, ditemukan pada awal abad 19 oleh seorang ahli Botani bernama Wensel Bojer. Kini tanaman Flamboyan ditemukan tumbuh secara luas di daerah tropis dan
subtropis di dunia. Di indonesia, karena keindangan serta rimbunnya bunga-bunganya saat mekar bersamaan, pohon flamboyan ini juga disebut juga dengan ‘pohon bunga api.

Pohon Flamboyan tumbuh sangat cepat, tingginya bisa mencapai 10 – 20 meter dengan kanopi yang sangat lebar. Pohon Flamboyan menyukai cahaya matahari penuh, tanah yang lembab dengan drainase yang baik serta kaya bahan organik, namun tidak menyukai jenis tanah berat seperti liat. Pohon Flamboyan juga toleran terhadap kondisi kekeringan dan tanah bergaram. Pemangkasan hanya diperlukan pada tanaman muda untuk pembentukan batang yang tunggal. Pada musim kemarau yang panjang, seringkali tanaman ini gundul, karena daun dan bunganya berguguran. Begitu musim kemarau berakhir, tunas-tunas bermunculan bersamaan dengan bunga yang sangat lebat.

Morfologi

  • Batang bertekstur licin, simpodial, berwarna cokelat kelabu.
  • Daun majemuk dengan panjang mencapai 70 cm dan 20-30 anak daun berbentuk bulat telur, berbulu, tulang daun menyirip.Daunnya adalah daun majemuk menyirip ganda.
  • Bunganya berwarna merah atau jingga yang berukuran 10 cm. Tepi mahkota bunga bergerigi dengan 5 daun mahkota, 4 berwarna merah atau oranye, sedangkan satu daun mahkota berwarna kuning dengan corak merah (atau putih dengan corak merah / kuning). Bunga-bunga Flamboyan tersusun dalam tandan (racemus).
  • Buahnya seperti pedang, berwarna hijau cerah ketika muda dan berwarna cokelat kehitaman setelah tua. Buahnya termasuk merupakan buah polong yang besar, menggantung, berbentuk pipih dan berkayu. Di dalam buah tersebut terdapat biji atau polong berbentuk polong kecil, berwarna hitam, besar dan padat. 
  • Akar berupa banir (akar papan), mudah menyebar. Akar Flamboyan tumbuh cepat dan sangat kuat, sehingga dapat merusak jalan setapak atau pengerasan lainnya dalam taman, jika ditanam terlalu dekat.

Perbanyakan pohon flamboyan dapat dilakukan dengan cara generatif yakni menanam biji atau bisa bisa juga dengan cara stek. Biji-biji Flamboyan diberi perlakuan sebelum ditanam untuk mempercepat perkecambahan. Dapat direndam selama 24 jam dalam air hangat atau digunting (diiris) ujungnya untuk mempermudah penyerapan air. Dalam kondisi optimum, biji akan dengan cepat berkecambah dan dalam beberapa minggu bibit bisa tumbuh mencapai 30 cm. Perbanyakan lewat biji membutuhkan waktu kurang lebih 10 tahun untuk dapat berbunga dari sejak biji disemai.

Kandungan Penting

Antosianin, flavonoid, saponin, tanin, asam amino, phytosterol, alkanes, cyanidine, karotenoid, lectin, asam klorogenik, stigmasterol, linoleik, phytol, β-sitosterol, steroid karotenoid, asam fenolik (asam gallic, asam protocatehuic, asam salicylic, transcinnamic, lycopene), lupeol, galactomannans,
hydrocarbons phytotoxins.

Manfaat

Flamboyan dimanfaatkan untuk mengobati; diabetes, bronkitis, rematik, panas, pneumonia, anemia, mengobati luka dan bisul, kesehatan mata dan tulang, kekebalan virus, antimikroorganisme, antikanker, antioksidan, antibakteri, antiinflamasi, antimalaria. Bagian yang dimanfaatkan yakni ; bunga, biji/polong dan kulit kayunya.

Bisul

  • Siapkan daun dan buah flamboyan segar.Cuci hingga bersih.
  • Haluskan bahan hingga lumat.
  • Tempelkan pada bagian bisul.

Mengobati luka

  • Ambil daun segar secukupnya. Cuci hingga bersih.
  • Tumbuk daun hingga menjadi pasta.
  • Tempelkan pada bagian luka.

Pengawetan

  • Cuci bersih bunga flamboyan, kemudian kering anginkan selama 4 hari.
  • Setelah kering, haluskan menggunakan blender sampai menjadi bubuk.
  • Simpan dalam wadah bersih dan kedap udara. 

Gambar

Sumber : Dari berbagai sumber