Gandarusa (Justicia gendarussa)

Tanaman Gandarusa / Daun Rusa atau Kisi kisi (Justicia gendarussa) ini menyerupai bersemak dan pada umumnya merupakan tumbuhan liar yang hidup di hutan, tanggul sungai, atau dipelihara sebagai tanaman obat. Di Jawa tumbuh pada ketinggian 1-500 meter di atas permukaan laut. Tumbuh tegak dengan tinggi dapat mencapai 2 meter, percabangan banyak, dimulai dari dekat pangkal batang.

Kandungan penting :

Sifat kimiawi dan efek farmakologis : rasa pedas, sedikit asam, netral. Melancarkan peredaran darah (Circulation promoting, stag-nant blood dispelling), antireumatik. Kandungan kimia : justicin, minyak atsiri, kalium dan alkaloid yang agak beracun.

Khasiat :

Luka terpukul (memar), Tulang patah, Rematik, Bisul, Borok, Koreng

Hasil penelitian terbaru dari tim peneliti Farmasi Universitas Indonesia, menyatakan bahwa gendarusa dapat digunakan untuk mengatasi penyakit asam urat.

Dari penelitian tersebut diperoleh angka hingga 95,66% keampuhan tanaman gandarusa dalam menurunkan kadar asam urat. Artinya, hampir mendekati daya sembuh alopurinol, salah satu obat modern yang digunakan untuk mengobati penyakit asam urat.

Kontrasepsi Alami :

Masyarakat Papua, khususnya di daerah Sentani, telah sejak lama memperoleh manfaat gandarusa sebagai KB alami untuk pria. Inilah yang dipelajari oleh para peneliti. Senyawa aktif gandarusa, yaitu gendarusin A dan gendarusin B, dipercaya dapat menghalangi terjadinya pembuahan. Cara kerjanya adalah dengan menurunkan aktivitas enzim hyaluronidase pada kepala sel sperma.

Enzim tersebut diperlukan agar sel sperma dapat menembus sel telur, sehingga pembuahan bisa terjadi. Dengan adanya temuan tersebut, diketahuilah salah potensi manfaat tanaman gandarusa, yaitu untuk mencegah kehamilan.

Beberapa tahun belakangan, penelitian tentang daun gandarusa sebagai pencegah kehamilan dilakukan oleh tim dari Fakultas Farmasi dan Departemen Biologi Kedokteran Seksi Andrologi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Surabaya. Penelitian yang dilakukan sangat memperhatikan kualitas, keamanan, dan khasiat. Sedikitnya, pada awal penelitian dilakukan uji klinis, uji toksisitas, uji praklinis, dan uji toksisitas sub kronis. Mengutip dari laman resmi berita Universitas Airlangga, penelitian daun gandarusa sebagai kontrasepsi telah membuahkan hasil, yaitu pemanfaatan daun gandarusa sebagai pil kontrasepsi untuk kaum adam. Bahkan, hasil penelitian tersebut siap ditindaklanjuti dan akan segera dipasarkan.

Kontraindikasi

Belum ditemukan literatur yang menyebutkan adanya kontraindikasi maupun efek samping dari konsumsi tanaman gandarusa. Gandarusa memiliki efek analgetik, diuretik, dan antispermatozoa.

Daunnya mengandung alkaloid yang berpotensi racun bagi manusia. Tumbuhan ini dilaporkan digunakan sebagai alat kontrasepsi pria oleh beberapa penduduk lokal Papua.

Cara Penggunaan :

Tulang patah, bisul

Daun yang segar dilumatkan dan yang kering dihaluskan, diaduk dengan cuka secukupnya untuk kompres.

Memar, keseleo, rematik

15-30 gram daun gandarusa kering / 30-60 gram gandarusa segar direbus minum airnya.

Memar

Daun gandarusa diolesi minyak, layukan di atas api. Tempelkan pada tempat yang sakit.

Catatan : wanita hamil dilarang mengonsumsi tanaman ini.

Gambar :

Sumber : Kitab Tanaman Obat Nusantara