Iles-iles (Amorphophallus muelleri)

Iles-iles, porang atau coblok (Amorphophallus mueller) adalah tanaman penghasil umbi yang dapat dimakan, anggota genus Amorphophallus. Iles-iles berbeda dengan Suweg ((Amorphophallus paeoniifolius) dan walur (Amorphophallus variabilis) walaupun masih sekerabat dan mirip penampilannya.

  • Habitus : semak, tinggi kurang lebih 1 m. Batang : lunak, bulat, halus, membentuk umbi, hijau.
  • Daun : tunggal, bentuk menjari, panjang kurang lebih 50 cm, lebar kurang lebih 30 cm, ujung runcing, pangkal berlekuk, hijau.
  • Bunga : majemuk, bentuk bongkol, panjang 20-40 cm, pada pangkal terdapat daun pelindung, bunga jantan kuning, bunga betina hijau, kuning.
  • Buah : buni, bulat, merah / jingga.
  • Akar : serabut, putih.

Iles-iles ditemukan mulai dari Kepulauan Andaman, India, menyebar ke arah Timur melalui Myanmar masuk ke Thailand dan ke Indonesia. Tanaman ini dapat tumbuh di sembarang tempat seperti di pinggir hutan jati, di bawah rumpun bambu, di tepi-tepi sungai, di semak belukar, dan di bawah aneka ragam naungan.

Untuk mencapai produksi umbi yang tinggi diperlukan naungan 50-60%. Tanaman ini tumbuh dari dataran rendah sampai 1000 m di atas permukaan laut, dengan suhu antara 25-35 °C, sedangkan curah hujannya antara 300–500 mm per bulan selama periode pertumbuhan. Pada suhu di atas 35oC daun tanaman akan terbakar, sedangkan pada suhu rendah tanaman ini mengalami dormansi. Iles-iles tumbuh tersebar di hutan-hutan atau di pekarangan-pekarangan, dan belum banyak dibudidayakan. Seperti suweg, iles-iles dapat tumbuh baik pada tanah bertekstur ringan yaitu pada kondisi liat berpasir, strukturnya gembur, dan kaya unsur hara, di samping juga memiliki pengairan baik, kandungan humus yang tinggi, dan memiliki pH tanah 6 – 7,5. Tanaman obat ini mudah ditemukan di pulau Jawa dengan habitat semak-semak yang tumbuh dalam siklus tahunan dan dapat tumbuh hingga mencapai satu meter.

Kandungan penting :

Umbi dan daun Amorphophallus variabilis mengandung saponin dan flavonoida, di samping itu daunnya juga mengandung tanin.

Khasiat :

Untuk mengobati bisul, luka iris, dan luka karena gigitan binatang berbisa. Untuk obat bisul dipakai kurang lebih 5 gram umbi segar iles-iles, dicuci, diparut. Hasil parutan ditempelkan pada bisul.

  • Bisul
    • Cuci 5 g umbi segar sampai bersih kemudian parut.
    • Hasil parutan ditempelkan pada bagian yang terkena bisul.
    • Efek samping : Jangan memakan umbi ini secara langsung karena menyebabkan rasa gatal ketika dimakan.

Pengawetan

  • Pilih umbi yang bagus dan tidak busuk
  • Cuci bersih, buang kulitnya dan iris-iris dengan ketebalan 0,5 cm.
  • Keringkan umbi di lemari pengering dengan suhu 50 °C sampai kondisi keripik (chip) porang mudah dipatahkan.
  • Giling dan ayak menggunakan ayakan 100 mesh hingga mendapat tepung porang halus.
  • Simpan tepung dalam kantong bersih yang tertutup.

Gambar :

Sumber : Kitab Tanaman Obat Nusantara