Search
Generic filters

Pohon Johar (Senna Siamea)

Pohon Johar termasuk dalam dulunya dimasukkan dalam genus Senna dalam keluarga Fabaceae, anak suku Caesalpinioidea. Pohon ini sering ditanam sebagai peneduh tepi jalan ini dikenal pula dengan nama-nama yang mirip, seperti juwar (Btw., Jw., Sd.), atau johor (Mly.). Di Jawa sering juga disebut jati wesi. Di Sumatra, pohon ini dinamai pula bujuk atau dulang. Dalam bahasa Inggris tumbuhan ini disebut dengan beberapa nama seperti black-wood cassia, Bombay blackwood, kassod tree, Siamese senna dan lain-lain. Nama ilmiahnya, siamea, merujuk pada tanah asalnya, yakni Siam atau Thailand.

Spesies ini memiliki banyak nama sinonim seperti Senna siamea (Lamk.) Irwin et Barneby, Cassia florida Vahl, Senna sumatrana Roxb., Cassia sumatrana Roxb. ex Hornem., Tanaman ini berasal dari Asia Tenggara, yakni dari Indonesia sampai Srilangka. Kadang dengan sengaja ditanam, namun sering juga tumbuh liar. Johar dapat tumbuh di dataran rendah sampai dengan 1400 dpl.

Perubahan nama ilmiah

Dulu, pohon johar diklasifikasikan dalam genus Cassia dengan nama ilmiah Cassia siamea Namun, revisi taksonomi yang lebih baru memindahkan spesies ini ke dalam genus Senna, sehingga nama ilmiahnya yang sekarang diakui adalah Senna siamea. Meskipun nama Senna siamea adalah nama yang benar secara ilmiah saat ini, nama lama Cassia siamea masih sering dan umum digunakan secara luas dan diakui sebagai sinonim.

Penyebab perbedaan genus ini terutama karena perbedaan antara genus Cassia dan Senna terletak pada karakteristik bunganya, khususnya jumlah benang sari dan bentuknya;

  • Genus Cassia: Memiliki 10 benang sari, dengan 3 benang sari terbawah berukuran lebih panjang dan melengkung menyerupai huruf S (sigmoid).
  • Genus Senna: Memiliki 2 hingga 10 benang sari yang biasanya lebih pendek dan lurus.

Morfologi

  • Tanaman ini berbentuk pohon yang tingginya bisa mencapai 20 meter.
  • Daunnya menyirip genap, anak daun bentuk oval sampai memanjang, bagian atas daun gundul dan sedikit mengkilat, bagian bawahnya ditumbuhi rambut halus.
  • Bunganya warna kuning cerah, terkumpul dalam malai di ujung ranting, panjang 15–60 cm, berisi 10—60 kuntum yang terbagi lagi ke dalam beberapa tangkai (cabang) malai rata. Kelopak 5 buah, oval membundar, 4–9 mm, tebal dan berambut halus. Mahkota bunga sejumlah 5 helai berwarna kuning cerah, berbentuk bulat telur terbalik.
  • Buahnya berupa buah polong memipih dengan panjang 15-30 cm dengan jumlah biji 20-30, dengan tepi yang menebal, pada akhirnya memecah.
  • Bentuk biji bundar telur pipih, 6.5–8 mm × 6 mm, berwarna coklat terang mengkilap.

Taksonomi

  • Kingdom: Plantae
  • Divisi: Magnoliophyta
  • Kelas: Magnoliopsida
  • Ordo: Fabales
  • Famili: Fabaceae
  • Genus: Senna
  • Spesies: Senna.

Pohon johar dulunya dimasukkan dalam genus Cassia dimana memiliki kekerabatan dekat dengan pohon tengguli (Cassia fistula). Perbedaan utama antara Cassia fistula dan Cassia siamea terletak pada penampilan bunganya, bentuk polongnya, dan ukuran daunnya. Cassia fistula (Tengguli, hujan emas) memiliki bunga kuning keemasan yang menggantung ke bawah dengan polong yang bulat, sedangkan Cassia siamea (johar) memiliki bunga kuning yang mekar dalam tandan tegak, dan polongnya lebih datar.

Cassia fistulaSenna Siamea / Cassia siamea
BungaKuning keemasan, menggantung ke bawah (disebut golden shower).Kuning, mekar dalam tandan tegak (disebut juga golden peacock).
Polong (Buah)Bulat panjang.Datar.
DaunUkuran lebih besar.Ukuran lebih kecil.
Nama LainGolden shower, Indian laburnum, pudding-pipe tree.Johar, juar.
KegunaanSering ditanam sebagai pohon hias atau peneduh di tepi jalan.Sering digunakan sebagai peneduh tepi jalan, penahan angin, serta untuk kayu bakar dan kayu tiang.

Potensi Ekologis

  • Peneduh alami: Tajuknya lebar dan rimbun, cocok untuk jalur hijau dan tepi jalan raya, bahkan juga untuk merehabilitasi lahan pertambangan.
  • Penstabil tanah: Sistem akar yang kuat membantu mencegah erosi.
  • Habitat mikro: Menyediakan tempat hidup bagi serangga dan burung.
  • Di bidang pertanian, daun-daun johar sering pula dimanfaatkan sebagai pupuk hijau ataupun mulsa. Johar juga dapat menjadi nitrogen fixer; Sebagai anggota Fabaceae, pohon ini membantu memperbaiki kesuburan tanah melalui simbiosis dengan bakteri pengikat nitrogen.
  • Sebagai tanaman sela dalam sistem pertanaman campuran (agroforestri), baik sebagai tanaman sela, tanaman tepi atau penghalang angin. Pohon ini acap ditanam sebagai penaung di perkebunan-perkebunan teh, kopi atau kakao.
  • Kayu johar juga tergolong kuat (kelas kuat I atau II), sehingga disukai dalam pembuatan jembatan dan tiang bangunan. Warna dan motifnya yang indah menjadikan kayu ini digemari dalam pembuatan mebel dan panel dekoratif.
  • Pakan ternak ; Daun-daun johar, bunga dan polongnya yang muda dapat dijadikan pakan ternak ruminansia, Bagi non-ruminansia seperti babi dan unggas perlu dilakukan perebusan dan penggantian airnya beberapa kali untuk menghilangkan racun.
  • Daun-daun johar yang muda dan bunganya dapat dimanfaatkan sebagai sayuran dalam masakan lokal di Thailand dan Srilanka.
  • Johar juga menghasilkan zat penyamak dari pepagan, daun dan buahnya.
  • Johar juga memiliki manfaat herbal. Penggunaan daun, kulit akar, dan biji, digunakan untuk mengobati cacingan dan sawan pada anak-anak. Kayunya pencahar, dan rebusannya digunakan untuk mengobati kudis. Di Jawa Tengah, teh johar yang dihasilkan dari rebusan daunnya dipakai sebagai obat malaria. Menurut penelitian air rebusan daun johar mampu menurunkan kadar gula darah, memiliki pengaruh antibakteri bakteri dan jamur penyebab penyakit kulit.
  • Di Cina, johar ditanam sebagai tanaman inang untuk memelihara kutu lak.

Potensi Peneduh Jalan

  • Toleran terhadap polusi dan kekeringan, sehingga cocok untuk jalur hijau perkotaan.
  • Adaptif di lahan kritis: Mampu tumbuh di tanah miskin hara dan kering, menjadikannya pilihan ideal untuk rehabilitasi lahan.
  • Pertumbuhan cepat: Cocok untuk program penghijauan cepat di kawasan padat lalu lintas.
  • Estetika dan fungsi: Bunga kuningnya memberi nilai visual, sementara tajuknya memberi keteduhan dan kenyamanan termal.

Potensi Karbon

  • Pohon Johar dewasa (diameter > 30 cm): menyerap sekitar 50–60 kg COâ‚‚/tahun
  • Pohon muda (diameter < 20 cm): menyerap sekitar 20–30 kg COâ‚‚/tahun

Faktor yang mempengaruhi

  • Diameter dan tinggi pohon
  • Densitas kayu (±0,6 g/cm³)
  • Lokasi tanam dan kondisi tanah

Gambar

 Sumber : Plantnet, Global Biodiversity Information Facility (GBIF) & Dari berbagai sumber