Kaktus Pakis Giwang (Euphorbia milii)

Kaktus Pakis Giwang (Euphorbia milii) populer disebut juga dengan mahkota duri , tanaman Kristus , atau duri Kristus. Tanaman hias ini termasuk dalam keluarga spurge Euphorbiaceae

Kaktus pakis giwang tumbuh tegak, dengan tinggi mencapai 1 meter. Pada umumnya banyak ditanam sebagai tanaman hias di taman, mengandung getah. Batang berwarna cokelat, berduri kasar. Daun tunggal berbentuk bundar telur dengan ujung lebih bulat dari pangkal, pinggir rata, warna hijau. Bunga bertangkai, ada yang tunggal dan ada yang majemuk, warna bermacam-bermacam, ada yang oranye, kuning, dadu, dan sebagainya.

Kandungan penting :

Sifat kimiawi dan efek farmakologis : terasa pahit, astringen, netral, sedikit beracun (toksik). Bunga menghentikan pendarahan, (Hemostatik) batang dan daun sebagai anti pembengkakan (anti-swelling) clan anti radang (anti-inflammasi).

Khasiat :

Bisa untuk mengobati pendarahan haid, bisul, radang kulit, luka bakar, kena air panas, hepatitis.

Kegunaan :

    • Bunga : Functional uterine bleeding (perdarahan menstruasi yang fungsionil).
    • Batang : Hepatitis
    • Daun : Bisul, radang kulit bernanah (piodermi), tersiram air panas, luka bakar.
    • Pestisida Nabati : Tanaman itu sendiri telah terbukti menjadi moluskisida yang efektif dan alternatif alami pengendalian hama. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah merekomendasikan penggunaan Euphorbia milii dalam membantu pengendalian siput.Terutama di negara-negara endemik. Schistosomiasis merupakan penyakit menular yang berasal dari parasit air tawar yang dibawa oleh siput. Ekstrak tanaman digunakan untuk mengendalikan populasi siput agar tidak tertular parasit.

Cara penggunaan :

Functional uterine bleeding

Ambil 10-15 bunga segar, ditambah daging, direbus sebagai sop.

Bisul dan radang kulit bernanah

Daun segar dilumatkan, ditambah gula merah secukupnya, ditempelkan ke tempat yang sakit.

Hepatitis

Ambil 9-15 gram batang segar, direbus kemudian diminum airnya.

Gambar :

Sumber : Kitab Tanaman Obat Nusantara