Pohon Kamboja termasuk dalam genus Plumeria, famili Apocynaceae, dan ordo Gentianales. Meskipun namanya Kamboja, tetapi pohon Kamboja bukan dari Kamboja, melainkan dari Amerika Tengah. Beberapa nama lokal lainnya yakni ; kambojo, kemboja, atau semboja.
Plumeria terdiri dari 8 spesies, termasuk famili Apocynaceae. Nama Plumeria berasal dari nama seorang ahli botani dari Perancis di abad 17 bernama Charles Plumier, yang menemukan genus ini. Kamboja juga dikenal dengan nama Frangipani. Menurut sejarah, Frangipani adalah seorang Itali yang hidup di abad 12, yang berhasil menciptakan suatu parfum dengan mengkombinasikan beberapa minyak yang mudah menguap (‘volatile oil’). Parfum tersebut diberi nama Frangipani, sesuai nama yang menciptakannya. Beberapa abad kemudian,. ketika Charles Plumier menemukan tanaman yang aroma bunganya mirip parfum Frangipani, maka tanaman itu disebut Frangipani.
Tanaman kamboja berbentuk pohon, dengan tinggi 1,5 – 6 meter dan mengandung getah. Getahnya ini bersifat racun, mengandung alkaloid dan glukosida dan sangat berbahaya jika termakan. Daun kamboja bertangkai panjang, berbentuk lanset dan berkelompok rapat pada ujung ranting. Bunganya tersusun
dalam suatu bunga majemuk berbentuk malai rata.
Kamboja menyukai cahaya matahari dan tanah yang kesuburannya sedang namun dengan drainase yang baik. Perbanyakan tanaman dapat dilakukan dengan stek batang. Usia tanaman kamboja di daerah tropis bisa mencapai ratusan tahun. Tanaman ini juga dapat menggugurkan daunnya, yang biasanya diikuti oleh munculnya tunas-tunas bunga.
Di Indonesia, pohon kamboja yang umum ditemukan meliputi Plumeria rubra, Plumeria alba, dan Plumeria obtusa. Masing-masing memiliki ciri khas pada bentuk daun, warna bunga, dan aroma. Beberapa spesies kamboja di Indonesia yang cukup populer ditanam diantaranya :
- Plumeria rubra
Daunnya berbentuk lonjong. Mahkota bunganya meruncing di bagian ujung serta saling menindih (overlap). Warna bunga bervariasi dari merah muda pucat sampai merah tua; kuning, kuning dengan corak merah, krem dengan semburat kuning dan kombinasi. Bunganya memiliki aroma harum yang kuat dan dikenal paling harum dibandingkan spesies Plumeria lainnya. - Plumeria alba
Daun lebih sempit dan halus. Bunga bewarna putih dengan pusat kuning. Aroma lembut. - Plumeria obtusa
Merupakan tanaman kamboja yang sudah lama ada di Indonesia. Dicirikan oleh bentuk ujung daun membulat, tebal dan berwarna hijau tua. Daun Plumeria obtusa cenderung lebih tebal dan mengkilap, sedangkan Plumeria rubra lebih kasar. Mahkota bunganya membulat dan tidak saling menindih, Warna bunga putih bersih dengan semburat kuning di tengahnya. Harum bunganya sangat lembut (ringan). - Plumeria acutifolia
Mirip Plumeria rubra, tetapi daun lebih runcing dan bunga lebih kecil. Warna bervariasi. Plumeria Rubra dan Plumeria acutifolia merupakan jenis yang memiliki variasi warna bunga paling banyak. - Plumeria pudica
Daun berbentuk seperti sendok (spoon-shaped), bunga putih bersih. Bunganya hampir tidak beraoma, dan dikenal sebagai spesies plumeria yang paling tidak beraroma. - Plumeria stenopetala
Bunga sangat ramping dan memanjang, warna putih atau krem. Jarang ditemukan.
Taksonomi
- Kerajaan (Kingdom): Plantae
- Klad: Tracheophyta (tumbuhan berpembuluh)
- Klad: Angiospermae (tumbuhan berbunga)
- Klad: Eudikotil
- Klad: Asteridae
- Ordo (Order): Gentianales
- Famili (Family): Apocynaceae
- Subfamili: Rauvolfioideae
- Tribus: Plumerieae
- Subtribus: Plumeriinae
- Genus: Plumeria Tourn. ex L.
- Spesies umum: Plumeria alba, Plumeria rubra (termasuk Plumeria acuminata dan Plumeria acutifolia), Plumeria obtusam, Plumeria stenopetala, Plumeria stenophylla, Plumeria inodora, Plumeria safon
Morfologi
- Akar pohon Kamboja berupa akar tunggang, bercabang dan berwarna kecoklatan. Perakarannya mampu menyerap mineral dan unsur air yang ada di dalam tanah dengan kedalaman 1,5 -2 meter bahkan lebih tergantung pertumbuhan tanaman.
- Batang pohon kamboja cenderung keras, bulat memanjang, memiliki banyak cabang. Bekas dudukan umumnya daun terlihat jelas, dan berwarna putih kehijauan. Cabang-cabangnya agak rapuh dan bila patah mengeluarkan getah putih yang dapat mengiritasi kulit dan selaput lendir. getah yang terdapat pada batang tumbuhan ini sebenarnya beracun, namun tidak mematikan kecuali jika terdapat dalam jumlah banyak.
- Batang tanaman ini mampu tumbuh dengan cepat, dan kebal terhadap hama dan penyakit yang menyerang. Batang tanaman ini memiliki ketinggian sekitar 1,5 – 8 meter, bahkan bisa lebih tergantung dari jenis spesiesnya.
- Daun kamboja berwarna hijau muda dan hijau tua. Merupakan daun tunggal yang memiliki panjang 10-25 cm bahkan lebih tergantung jenisnya, Bentuk ujung daun ada yang membulat dan ada pula yang meruncing, tergantung jenisnya. Jenis Plumeria pudica memiliki keunikan bentuk daun yang seperti sendok.
- Bunga tanaman kamboja berbentuk menyerupai terompet dan berkumpul di ujung ranting. Bagian dalam bunga ada yang berbulu dan tidak berbulu dan memiliki berbagai macam warna. Tangkai putiknya berukuran pendek, tumpul, dan melebar. Bunga kamboja termasuk aromatik meskipun jenis plumeria pudica hampir tidak beraoma sama sekali.
- Buah pada tanaman kamboja berbentuk polong/lonjong kebulatan berwarna kehijauan dan kehitaman bila sudah tua. Buah kamboja ada yang memiliki panjang sekitar 18-20 cm dengan lebar sekitar 1-2 cm, berongga dua, dan berbiji banyak. Namun buahnya hampir jarang ditemui.
Potensi Ekologi
- Meski bukan pohon besar, daunnya cukup lebat dan aktif secara stomatal, sehingga berkontribusi dalam mitigasi emisi karbon.
- Ranting dan daun kamboja menjadi tempat hidup serangga, burung kecil, dan mikroorganisme tanah. Hal tersebut menjadikan penyedia habitat mikro yang baik.
- Akar kamboja membantu mencegah erosi, terutama di area pemakaman atau taman yang minim vegetasi lain.
- Daunnya menyerap partikel debu dan polutan ringan, meningkatkan kualitas udara lokal.
Potensi Peneduh Jalan
- Adaptif terhadap iklim tropis: Tahan kekeringan, tidak memerlukan banyak air, cocok untuk median jalan dan trotoar.
- Pertumbuhan terkontrol: Tidak terlalu tinggi, sehingga tidak mengganggu kabel listrik atau visibilitas lalu lintas.
- Estetika dan aroma: Bunganya indah dan harum, meningkatkan kenyamanan dan citra ruang publik.
- Perawatan rendah: Tidak mudah rontok berlebihan, tidak menghasilkan buah besar, dan tahan hama.
Potensi Karbon
Meski bukan pohon besar, daunnya cukup lebat dan pertumbuhannya yang relatif cepat cukup memberikan kontribusi pada serapan emisi karbon.
- Plumeria rubra dewasa: sekitar 9,5 kg COâ‚‚/tahun
- Plumeria alba dan obtusa: sekitar 4,5–7 kg CO₂/tahun
- Nilai ini tergantung pada diameter batang, luas tajuk, dan intensitas cahaya.
Gambar
Plumeria rubra














Plumeria alba














Plumeria obtusa













Plumeria acutifolia











Plumeria pudica
















Plumeria stenopetala







Sumber : Plantnet, Global Biodiversity Information Facility (GBIF) & Dari berbagai sumber