Pertumbuhan bambu tidak terlepas dari pengaruh kondisi lingkungan tempat tumbuh. Bambu dapat tumbuh pada tanah yang bersifat asam (pH 3,5), tetapi umumnya tumbuh dengan baik pada tanah yang pH nya 5,0–6,5. Pada tanah yang subur tanaman bambu akan tumbuh dengan baik karena hara mineral yang dibutuhkan terpenuhi. Tempat tumbuh yang disukai bambu adalah lahan yang terbuka dan mendapatkan sinar matahari yang cukup. Bambu lebih toleran terhadap iklim. Bambu di Indonesia dapat tumbuh di kondisi iklimnya.
Walaupun demikian, semakin basah tipe iklimnya pertumbuhan bambu semakin baik, sebab bambu membutuhkan banyak air. Curah hujan yang baik untuk pertumbuhan bambu adalah minimal 1.020 mm/tahun. Salah satu jenis bambu, yakni bambu betung tumbuh subur di banyak tempat di pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi hingga kepulauan Nusa Tenggara. Bambu ini tumbuh paling baik di daerah lembab dan basah, namun bisa juga tumbuh di daerah yang kering.
Bambu mempunyai pertumbuhan yang sangat cepat. Jenis tertentu dari bambu 7 bahkan dapat tumbuh 5 cm per jam atau 120 cm per hari. Berbeda dengan kayu yang baru siap di tebang dengan kualitas baik setelah umur 40–50 tahun, sedangkan bambu dengan kualitas baik dapat diperoleh dalam umur 3–5
tahun. Beberapa aspek positif dari bambu adalah ringan, kuat, ulet, rata, keras, mudah dikerjakan flexibilitas yang baik, dan berbentuk dinding tipis yang dibagi menjadi ruas-ruas yang memberikan kekuatan besar sehingga baik untuk dijadikan bahan konstruksi.
Bambu dapat tumbuh secara alami di semua benua kecuali Eropa. Bambu dapat ditemukan di
garis lintang 32° selatan sampai dengan 46° utara. Pada umumnya bambu lebih cenderung tumbuh iklim tropis atau subtropis dengan rata-rata suhu tahunan antara 20°C dan 30°C, namun beberapa jenis bambu bisa tinggal di daerah persawahan dengan suhu hangat, yakni pada kisaran 40-50°C. Umumnya bambu
tumbuh di ketinggian antara 100 dan 800 meter, tetapi bambu juga mampu ditemukan didaerah pegunungan dengan ketinggian 3000 meter di atas permukaan laut.




Tipe Pertumbuhan
Tumbuhan bambu mempunyai dua tipe pertumbuhan rumpun, yaitu simpodial (clump type) dan monopodial (running type). Pada tipe simpodial tunas baru keluar dari ujung rimpang dengan batang yang lebih pendek tumbuh tidak beraturan. Sistem percabangan rimpangnya di dalam tanah cenderung mengumpul dan tumbuh membentuk rumpun. Bambu tipe simpodial tersebar di daerah tropik, seperti yang terdapat di Indonesia, Filipina, Thailand, India, Amerika Selatan, Afrika. Beberapa jenis juga tumbuh dengan merambat pada pohon yang ada disekitarnya seperti layaknya rotan.
Pada bambu tipe monopodial tunas bambu keluar dari buku-buku rimpang dan tidak membentuk rumpun dengan batang yang panjang dan lurus serta tumbuhnya sendiri-sendiri. Batang dalam satu rumpun menyebar sehingga tampak seperti tegakan pohon yang terpisah-pisah. Jenis bambu ini biasanya ditemukan di daerah yang memiliki 4 musim, subtropis seperti di Jepang, Cina, Amerika dan Korea.
Sumber :
- Dari berbagai sumber