Kelor / Murong (Moringa oleifera)

Kelor (Moringa oleifera) dikenal dengan nama yang berbeda di setiap daerah, di antaranya kelor (Jawa, Sunda, Bali, Lampung), maronggih (Madura), moltong (Flores), keloro (Bugis), ongge (Bima), murong atau barunggai (Sumatera) dan hau fo (Timur). Kelor merupakan spesies dari keluarga monogenerik yang paling banyak dibudidayakan, yaitu Moringaceae yang berasal dari India sub-Himalaya, Pakistan, Bangladesh dan Afghanistan.

Kelor memiliki nama latin Moringa oleifera Lamk. banyak dimanfaatkan untuk bidang kesehatan, antara lain untuk mengatasi masalah kekurangan gizi, kelaparan, serta menyembuhkan dan mencegah berbagai penyakit.

Sebagai salah satu pangan lokal yang pengolahanya mudah, kelor banyak dibudidayakan di lahan pekarangan. Bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan nutrisi, kelor juga digunakan untuk tindakan pencegahan dan pengobatan penyakit tertentu. Bahkan kelor juga dipercaya sebagai sarana untuk tindakan terkait hal gaib. Dengan ragam manfaat ini kelor layak dijuluki sebagai tree for life atau pohon untuk kehidupan.

Morfologi

  • Kelor merupakan tanaman yang berumur panjang dan berbunga sepanjang tahun. Kelor dapat tumbuh mencapai 3-12 meter dengan diameter 30 cm. Kayunya merupakan jenis kayu lunak dan memiliki kualitas rendah. Batang berkayu, bulat, bercabang, berbintik hitam dan berwarna putih kotor, abu-abu.
  • Daun tanaman kelor memiliki karakteristik bersirip tak sempurna, kecil-kecil, berbentuk telur, sebesar ujung jari serta jarang-jarang. Daun majemuk, berwarna hijau, panjang 20-60 cm, anak daun berbentuk bulat telur, tepi daun rata dengan ujung berlekuk, pertulangan daun menyirip.
  • Bunga majemuk, berbentuk malai, terletak di ketiak daun, panjang bunga 10-30 cm, benang sari dan putik kecil, serta mahkota bunga berwarna putih krem.
  • Buah berbentuk kapsul berwarna cokelat kehitaman dengan panjang 20-45 cm, setiap buah berisi 15-25 biji. Biji berbentuk bulat, bersayap tiga dan berwarna hitam.
  • Akar tunggang berwarna putih kotor.
  • Pohon kelor dapat diperbanyak dengan cara generatif melalui biji ataupun dengan stek batang.

Kandungan penting

Kandungan nutrisi yang kompleks dari tanaman kelor baik buah, biji, daun segar maupun daun kering menjadikan tanaman kelor memilki ragam manfaat pada berbagai bidang. Ragam manfaat Kelor baik untuk kesehatan, pangan, bahkan kecantikan.

Kandungan NutrisiDaun Kelor SegarDaun Kelor Kering
Kalori (cal)92329
Protein (g)6,729,4
Lemak (g)1,75,2
Karbohidrat (g)12,541,2
Serat (g)0,912,5
Kalsium (mg)4402185
Magnesium (mg)42448
Phospor (mg)70225
Potassium (mg)2591236
Tembaga (mg)0,070,49
Besi (mg)0,8525,6
Sulphur (mg)––
Vitamin B1 (mg)0,062,02
Vitamin B2 (mg)0,0521,3
Vitamin B3 (mg)0,87,6
Vitamin C (mg)22015,8
Vitamin E (mg)44810,8

Ragam Olahan

Daun kelor (Moringa oleifera) telah lama dikenal sebagai tanaman ajaib yang kaya manfaat, dan kini semakin diangkat sebagai kekhasan pangan lokal Indonesia. Di berbagai daerah, kelor diolah menjadi beragam sajian bergizi seperti sayur bening, keripik, teh kelor, hingga campuran dalam kue tradisional dan mie sehat.

Olahan kelor untuk sayuran sangat beragam, mulai dari sayur bening hingga lodeh dan tumisan, mencerminkan kekayaan kuliner lokal Indonesia. Berikut beberapa contoh yang populer dan bergizi:

  1. Sayur Bening Daun Kelor. Kombinasi daun kelor dengan jagung manis, bawang merah, dan temu kunci. Cocok untuk hidangan ringan dan menyegarkan.
  2. Sayur Bobor Kelor. Kelor dimasak dalam kuah santan bersama bumbu halus seperti kencur dan ketumbar. Gurih dan cocok disantap dengan nasi hangat.
  3. Lodeh Daun Kelor. Versi lodeh khas Jawa dengan santan, labu, dan tempe, diperkaya daun kelor.
  4. Tumis Kelor Tempe Teri. Tumisan sederhana dengan kelapa parut, tempe, dan teri, kaya protein dan serat.
  5. Sayur Kelor Kencur. Rebusan kelor dengan suwiran jagung dan irisan kencur, ringan dan aromatik.
  6. Sayur Kelor Bumbu Kunci. Buncis dan kelor dimasak dengan temukunci, bawang, dan kaldu jamur.
  7. Sayur Kelor Kacang Merah dan Ubi. Perpaduan kacang merah, ubi, dan santan menghasilkan rasa gurih dan mengenyangkan.
  8. Lawar Daun Kelor. Olahan khas Bali dengan kelapa sangrai, kacang panjang, dan bumbu rempah.

Gambar