Pohon Kordia (Cordia sebestena L.) memiliki nama lain; Kordia, Geiger tree, Orange geiger, Scarlet cordia. Pohon kordia termasuk dalam genus Cordia terdiri dari kurang lebih 300 spesies, tersebar di daerah tropis dan sub-tropis di seluruh dunia dan termasuk famili Boraginaceae. Cordia sebestena adalah salah satu spesies anggota genus ini.
Tanaman ini berbentuk pohon kecil dan bisa mencapai tinggi 8 meter. Aslinya tanaman ini berasal dari Kepulauan Bahama, Karibia dan Venezuela. Dikenal dengan nama lain dalam bahasa Inggris yakni ‘Geiger tree’ dan ‘Scarlet cordia’. Saat ini, tanaman ini banyak ditanam di Asia, utamanya sebagai tanaman hias. Namun tanaman ini bisa mencapai tinggi 8 meter, sehingga seringkali dij umpai ditanam sebagai peneduh di pinggir-pinggir jalan.
Tanaman ini memiliki daun yang berbentuk oval, dan dapat mencapai panjang 20 cm. Bunganya sangat menarik, berwarna oranye dan tersusun dalam susunan bunga majemuk yang berbentuk malai rata yang sangat padat. Buahnya memiliki bentuk seperti pohon jambu, berwarna putih, bentuk oval, panjangnya kurang lebih 25 mm dan dapat dimakan.
Namun meskipun buah Kordia (Cordia sebestena L.) termasuk “edible fruits” (dapat dimakan), tetapi tidak lazim dikonsumsi sebagai buah makan langsung, meskipun secara teknis tidak beracun. Buah kordia mengandung lendir dan senyawa fenolik, yang lebih sering dimanfaatkan untuk keperluan herbal daripada konsumsi langsung. Daging buahnya bertekstur lunak dan agak berlendir saat matang. Rasa buahnya yang berwarna hijau-kecut sedang yang sudah matang terasa hambar, kadang agak pahit. Beberapa sumber tradisional menyatakan bahwa buah Kordia yang matang digunakan untuk masalah pencernaan dan gangguan gastrointestinal.
Pohon Kordia banyak dimanfaatkan sebagai tanaman hias, peneduh/perindang serta dalam pengobatan tradisional/herbal. Tanaman ini memiliki toleransi garam yang tinggi sehingga cocok untuk tumbuh di daerah pesisir. Di Amerika atau Hawai, Pohon Kordia ditanam di pinggir-pinggir pantai sebagai penyejuk dan hiasan jalan. Selain sengaja ditanam, tanaman Kordia juga biasa ditemukan di semak-semak pesisir atau berbatu. Bahkan ada juga yang tumbuh di lereng bukit kering.
Di Indonesia hanya mengenal tanaman Kordia sebagai tanaman hias dan digunakan sebagai penyerap tembaga didaerah kawasan industri yang dikenal dengan pencemarannya. Tanaman kordia memiliki banyak khasiat. Dalam tanaman kordia memiliki berbagai macam zat yang dapat digunakan sebagai pengobatan.
Tanaman ini dapat diperbanyak melalui biji ataupun stek pucuk. Untuk tumbuh optimal, pohon Kordia memerlukan temperatur panas yang konstan, serta tanah lembab dengan drainase baik.
Taksonomi
- Kerajaan : Plantae
- Sub kingdom : Tracheobionta
- Superdivisi : Spermaophyta
- Divisi : Streptophyta
- Kelas : Equisetopsida
- Subkelas : Magnoliidae
- Ordo : Lamiales
- Famili : Boraginaceae
- Genus : Cordia
- Spesies : Cordia sebestena L.
- Sinonim ; Lithocardium sebestana (L.) Kuntze
Morfologi
- Perdu besar atau pohon kecil dengan tinggi mencapai 7–10 meter. Tajuk bulat hingga berbentuk vas, cukup lebat.
- Batang berkayu, berwarna abu-abu kecoklatan. Cabang banyak dan menyebar, mendukung tajuk yang lebat
- Daun berbentuk bulat telur hingga loncong, ujung meruncing dengan panjang 10-12 cm dan lebar 6-10 cm. Permukaaan kasar dan berbulu, berwarna hijau tua. Letaknya tersusun berseling. Ciri mikroskopis: Terdapat stomata anomositik, rambut tidak kelenjar, dan sel kistolit yang mengandung kalsium karbonat.
- Bunga berwarna oranye terang, mencolok. Berbentuk terompet dengan lima hingga tujuh kelopak menyatu. Bunga muncul di ujung cabang dalam kelompok (infloresens terminal). Bunga ini mempunyai daya tarik bagi burung dan serangga terutama kupu-kupu.
- Buah berupa buah batu, berbentuk bulat lonjong, berwarna hijau saat muda dan menjadi coklat saat matang. Didalam buah terdapat satu buah biji.
Potensi Ekologi
- Tanaman Penarik Satwa: Bunga oranyenya menarik penyerbuk seperti lebah dan kupu-kupu, sehingga dapat mendukung keanekaragaman penyerbuk.
- Pohon Ornamental / Habitat Urban: Karena bentuk kanopi yang menarik, warna bunga yang mencolok, dan toleransi terhadap kondisi tertentu, C. sebestena sering dipakai sebagai pohon hias di taman, jalan, dan ruang terbuka hijau.
- Toleransi Lingkungan: Dilaporkan tahan terhadap kekeringan dan dapat tumbuh di tanah dengan drainase baik.
- Konservasi: Karena distribusi aslinya luas (Karibia, Amerika Tengah), spesies ini tidak dianggap sangat terancam dan relatif umum, tetapi tetap bisa menjadi bagian penting dari koleksi konservasi ex situ (benih, koleksi hidup) demi keanekaragaman.
- Sebagai pohon hias dan peneduh, selain manfaat ekologi (naungan, penyerbuk), juga bisa punya nilai sebagai bagian dari “rth hijau” yang menyumbang pada penyimpanan karbon (penyerapan emisi karbon).
- Pendukung biodiversitas: Bunga oranye terang menarik burung, kupu-kupu, dan lebah, memperkuat rantai penyerbukan. Buah harum juga menarik laba-laba dan fauna kecil, memperkaya ekosistem mikro.
- Adaptasi lingkungan ekstrem : Tahan terhadap kekeringan dan salinitas, cocok untuk wilayah tropis kering dan pesisir.
Potensi herbal
- Berdasarkan senyawa bioaktifnya, Pohon kordia berpotensi untuk; antioksidan, melindungi sel dari kerusakan radikal bebas dan antiinflamasi / pereda radang.
- Daun & kulit batang efektif untuk; bengkak, nyeri sendi, iritasi kulit, mengatasi luka kecil, infeksi kulit, penyakit infeksi ringan.
- Getah dan daun berkhasiat mengatasi iritasi lambung dan diare ringan.
- Efek berasal dari kombinasi flavonoid, triterpenoid, dan fenolik berpotensi sebagai antikangker dan antitumor.
- Ekstrak daun Kordia menunjukkan kemampuan menurunkan glukosa darah melalui inhibisi enzim pencerna karbohidrat.
Potensi Peneduh Jalan
- Kanopi dan naungan : Bentuk kanopi pohon yang bulat atau seperti vas memberikan naungan yang cukup baik, cocok sebagai pohon peneduh di jalan raya, median jalan, atau taman kota.
- Estetika: Bunga berwarna mencolok (oranye-merah) sepanjang tahun menambah nilai estetika kota dan menjadikannya pilihan populer dalam lanskap perkotaan.
- Ketahanan terhadap lingkungan pesisir : Karena toleransi terhadap kondisi kering dan kemungkinan toleransi terhadap semprotan garam (disebut di beberapa sumber sebagai tanaman pesisir) membuatnya cocok untuk ditanam di pinggir pantai atau area perkotaan dekat pesisir.
- Pemeliharaan relatif rendah : Meski daunnya rimbun, perawatan untuk pohon hias ini tidak ekstrem, dan cabang-cabang tidak terlalu rapuh, sehingga cocok untuk ruang publik.
Potensi Karbon
Potensi serapan karbon tanaman Kordia (Cordia sebestena L.) diperkirakan sekitar 10–15 kg CO₂ per pohon per tahun, yakni dengan mengacu pendekatan biomassa dan karakter morfologinya potensi serapan karbonnya.
- Ukuran pohon Cordia sebestena umumnya tumbuh hingga 7–10 meter dengan tajuk lebat dan daun tebal berbulu.
- Tipe daun daun lebar dan berbulu meningkatkan luas permukaan fotosintesis, mendukung penyerapan karbon yang lebih tinggi.
- Karakter stomata di penelitian menunjukkan bahwa tanaman dengan stomata aktif dan daun tebal seperti Cordia memiliki laju asimilasi CO₂ yang baik.
antara : 2,86 – 16,45 μmol CO₂/m²/detik. - Jika dikonversi ke skala tahunan dan disesuaikan dengan luas daun dan biomassa Cordia, estimasi konservatifnya adalah : 10–15 kg CO₂/pohon/tahun untuk pohon dewasa berukuran sedang
Gambar


















Sumber : Plantnet, Global Biodiversity Information Facility (GBIF) & Dari berbagai sumber