Lengkuas (Alpinia galanga)

Lengkuas, laos atau kelawas (Alpinia galanga) merupakan jenis tumbuhan umbi-umbian yang bisa hidup di daerah dataran tinggi maupun dataran rendah. Lengkuas adalah salah satu jenis rempah-rempah yang banyak ditanam di Asia, seperti India, Arab, Cina, Sri Lanka, dan Indonesia. Umumnya masyarakat memanfaatkannya sebagai campuran bumbu masak dan pengobatan tradisional. Pemanfaatan lengkuas untuk masakan dengan cara mememarkan rimpang kemudian dicelupkan begitu saja ke dalam campuran masakan, sedangkan untuk pengobatan tradisional yang banyak digunakan adalah lengkuas merah.

Lengkuas dapat hidup dari dataran rendah sampai dataran tinggi, kurang lebih 1.200 meter di atas permukaan laut. Lengkuas sering dipakai oleh kaum wanita dikenal sebagai penyedap masakan. Ada 2 jenis tumbuhan lengkuas yang dikenal yaitu varietas dengan rimpang umbi (akar) berwarna putih dan varietas berimpang umbi merah.

Morfologi Lengkuas

Lengkuas adalah tanaman yang dapat tumbuh hingga 3,5 cm, dengan rimpang bawah tanah dan akar adventif kecil. Tumbuhan rimpang terdiri dari batang, daun, bunga, buah, dan biji.

Batang

    • Batang lengkuas dapat mencapai 2 m atau lebih. Batangnya yang muda keluar sebagai tunas dari pangkal batang tua. Seluruh batangnya ditutupi pelepah daun. Batangnya ini bertipe batang semu.

Daun

    • Bentuk daun tunggal, bertangkai pendek, berbentuk daun lanset memanjang, ujungnya runcing, pangkalnya tumpul, dan tepinya rata. Ukurannya daunnya adalah: 25-50 cm × 7–15 cm. Pelepah daunnya berukuran 15–30 cm, beralur, dan berwarna hijau.

Bunga

    • Perbungaannya majemuk dalam tandan yang bertangkai panjang, tegak, dan berkumpul di ujung tangkai. Jumlah bunga di bagian bawah lebih banyak daripada di atas tangkai, dan berbentuk piramida memanjang. Kelopak bunganya berbentuk lonceng, berwarna putih kehijauan.
    • Mahkota bunganya yang masih kuncup pada bagian ujung warnanya putih, dan bawahnya berwarna hijau. Jumlah bunga di bagian bawah tandan lebih banyak dari pada di bagian atas, sehingga tandan tampak berbentuk piramida memanjang. Panjang bibir bunga 2,5 cm, berwarna putih dengan garis miring warna merah muda pada tiap sisi. Mahkota bunga yang masih kuncup, pada bagian ujungnya berwarna putih, sedangkan pangkalnya berwarna hijau.

Umbi / rimpang

    • Umbinya ada yang berwarna putih, juga ada yang merah. Rimpang lengkuas merupakan rimpang yang besar dan tebal, berdaging, berbentuk silindris, diameter sekitar 2–4 cm, dan bercabang-cabang. Bagian luar berwarna coklat agak kemerahan atau kuning kehijauan pucat, mempunyai sisik-sisik berwarna putih atau kemerahan, keras mengkilap, sedangkan bagian dalamnya berwarna putih.
    • Berdasarkan ukurannya, ada yang besar. juga ada yang kecil. Karenanya, dikenal 3 kultivar yang dibedakan berdasarkan warna dan ukuran rimpangnya. Rimpangnya ini merayap, berdaging, kulitnya mengkilap, beraroma khas, ia berserat kasar, dan pedas jika tua. Untuk mendapatkan rimpang muda yang belum banyak seratnya, panen dilakukan pada saat tanaman berusia 2,5-4 bulan.[1] Apabila dikeringkan, rimpang berubah menjadi agak kehijauan, dan seratnya menjadi keras dan liat. Rasanya tajam pedas, menggigit, dan berbau harum karena kandungan minyak asirinya.[

Biji

    • Bijinya kecil-kecil, berbentuk lonjong, berwarna hitam.

Kandungan penting :

Senyawa kimia yang terdapat pada lengkuas galanga antara lain mengandung minyak atsiri, minyak terbang, eugenol, seskuiterpen, pinen, metil sinamat, kaemferida, galangan, galangol, dan kristal kuning.

Khasiat dan Cara penggunaan :

Rematik

    • Bahan : 2 rimpang lengkuas sebesar ibu jari dan 1 butir telur ayam kampung.
    • Cara membuat : lengkuas diparut dan diperas untuk diambil airnya, telur ayam kampung mentah dipecah untuk diambil kuningnya, kemudian kedua bahan tersebut diaduk sampai merata.
    • Cara menggunakan : diminum 1 kali sehari.

Sakit limpa

    • Bahan : 2 rimpang lengkuas sebesar ibu jari, 3 rimpang umbi temulawak sebesar ibu jari dan 1 genggam daun meniran.
    • Cara membuat : semua bahan tersebut direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih.
    • Cara menggunakan : diminum 2 kali sehari 1 cangkir, pagi dan sore.

Membangkitkan gairah seks

    • Bahan : 2 rimpang umbi lengkuas sebesar ibu jari, 3 rimpang umbi jahe/halia sebesar ibu jari dan 2 buah jeruk nipis, 1 sendok teh merica/lada, 1 sendok teh garam dan 1 ragi tape.
    • Cara membuat : umbi lengkuas dan jahe diparut dan diperas untuk diambil airnya, kemudian dioplos dengan bahan-bahan yang lain dengan 0,5 gelas air masak sampai merata.
    • Cara menggunakan : diminum sebelum aktivitas

Membangkitkan nafsu makan

    • Bahan : 1 rimpang umbi lengkuas sebesar ibu jari, 1 rimpang temulawak sebesar ibu jari, 1 pohon tumbuhan meniran dan sedikit adas pulawaras.
    • Cara membuat : semua bahan tersebut direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih.
    • Cara menggunakan : diminum 3 kali sehari.

Bronkitis

    • Bahan : rimpang umbi lengkuas, temulawak, dan halia (masing-masing 2 rimpang) sebesar ibu jari, keningar, 1 genggam daun pecut kuda, 1/2 genggam daun iler, daun kayu manis secukupnya.
    • Cara membuat : semua bahan tersebut ditumbuk halus kemudian direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih. Cara menggunakan : diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.

Morbili

    • Bahan : 4 rimpang umbi lengkuas sebesar ibu jari, 1 sendok teh minyak kayu putih, dan 2 sendok teh minyak gandapura.
    • Cara membuat : umbi lengkuas diparut halus, kemudian dicampur dengan bahan lainnya sampai halus.
    • Cara menggunakan : dipakai untuk obat luar.

Panu

    • Bahan : rimpang umbi lengkuas dan kapur sirih secukupnya.
    • Cara membuat : kedua bahan tersebut ditumbuk sampai halus.
    • Cara menggunakan : digosokkan pada bagian yang sakit, pagi dan sore.

Gambar :

Sumber : Kitab Tanaman Obat Nusantara