Mungsi Arab (Artemisia vulgaris)

Mungsi Arab (Artemisia vulgaris) mempunyai nama lain; Hia, baru cina, atau rumput gajah, Mungsi Arab masuk dalam genus Artemisia. Dalam bahasa Inggris, sebagian besar tanaman dalam genus tersebut, terutama tumbuhan ini disebut mugwort. Tumbuhan ini telah digunakan sebagai tumbuhan obat dan bahan masakan.

Mungsi Arab ditengarai merupakan tumbuhan asli pada daerah iklim sedang di Eropa, Asia, Afrika Utara dan Alaska serta bernaturalisasi di Amerika Utara di mana kadang dianggap sebagai hama invasif. Umumnya tumbuh pada tanah nitrogenous (mengandung banyak nitrogen), seperti pada area berhama dan tidak diolah, seperti tempat-tempat penimbunan sampah atau pinggir jalan. Sejumlah spesies Lepidoptera (kupu-kupu dan ngengat) hidup dengan memakan daun dan bunga tumbuhan ini.

Mungsi Arab ( artemisia-vulgaris ) atau ada yang menyebut juga baru cina, termasuk tanaman semak yang hidup tahunan dengan tinggi + 15 cm. Tanaman ini memiliki batang yang basah, berbentuk silindris, berbulu, dan berwarna putih kehijauan. Tanaman ini ditengarai berasal dari Cina, terdapat sampai 3000 m di atas permukaan laut. Tanaman ini menyenangi tanah yang cukup lembap dan tanah yang kaya humus, tumbuh liar di hutan dan di ladang. Jenis yang biasa ditanam di pekarangan sebagai tanaman obat.

Morfologi

    • Akar tunggang, warna kuning kecokelatan.
    • Batang memiliki percabangan yang banyak, beralur, dan berambut.
    • Daun berbentuk bulat telur, tepi berbagi menjari, ujung meruncing, kedua permukaan daun berambut halus, berwarna hijau, bagian bawah berwarna lebih putih.
    • Bunga majemuk kecil kuning muda, keluar dari ketiak daun dan ujung tangkai, bentuk bongkol, tumbuh menunduk.
    • Buah kecil, warna cokelat, berbentuk jarum.

Kandungan penting :

Minyak menguap (Phellandrene, cadinene, thujvl alkohol), alfa-amirin, fernenol, dehydromatricaria ester, cineole, Terpinen-4-ol, beta-karyophylle-ne, 1-quebrachitol). Akar dan batang : Inulin (mengandung artemose), cabang kecil : oxytocin, yomogi alcohol, dan ridentin. Daun mengandung skopoletin dan isoskopoletin.

Khasiat untuk mengobati :

    • Menyehatkan reproduksi wanita, obat epilepsi, mengatasi nyeri haid, keputihan, kelelahan yang berkepanjangan, depresi, gelisah, insomnia, kecemasan, mengobati luka, pembengkakan, sariawan, lemah syahwat. Memiliki aktivitas sebagai antikanker, antimalaria, dan antiinflamasi.
    • Sakit haid, Keguguran, Disentri, Keputihan, Susah punya anak, Muntah darah, Mimisan, Pendarahan usus, Agar mudah dalam persalinan

Cara penggunaan :

Obat cacing

Dipakai kurang lebih 20 gram daun segar direbus dengan 2 gelas air selama 20 menit, setelah dingin disaring. Hasil saringan diminum sehari 2 kali sama banyak pagi dan sore.

Lemah syahwat

    • Diambil 15–45 g biji baru cina.
    • Giling biji hingga halus.
    • Konsumsi langsung

Ayan (epilepsi)

    • Siapkan 1 genggam akar baru cina, 1 ibu jari jahe, 1 ibu jari gula enau, 4 gelas air.
    • Rebus semua bahan hingga mendidih dan tersisa 2 gelas air.
    • Minum 2 kali 1 gelas sehar

Pengawetan

    • Cuci bersih daun baru cina dengan air mengalir lalu tiriskan.
    • Keringkan di lemari pengering (suhu ±50 °C), hingga kering.
    • Setelah kering haluskan sehingga menjadi serbuk.
    • Masukkan serbuk ke dalam wadah tertutup dan simpan pada suhu kamar.

Gambar :

Sumber : Kitab Tanaman Obat Nusantara