Pohon Trembesi atau Munggur (Samanea saman Jacq. Merr.) merupakan pohon raksasa tropis dengan tajuk lebar menyerupai payung, dikenal sebagai “rain tree” karena sering meneteskan air dari daunnya. Pohon ini bukan hanya indah sebagai peneduh, tetapi juga memiliki peran ekologis penting dalam menyerap karbon dioksida dan menjaga keseimbangan lingkungan. Pohon Trembesi mempunyai beberapa julukan, seperti; Saman, Pohon Hujan, Ki hujan dan Monkey Pod.
Trembesi atau Munggur (Samanea saman) merupakan pohon dengan pertumbuhan cepat, mahkota daun menyerupai payung dan lebar, banyak ditanam karena memberi naungan, kayunya tidak terlalu awet, daunnya digunakan sebagai pakan ternak, buahnya berupa polong yang tebal dan berdaging. Tajuk pohon ini secara alami akan berbentuk payung raksasa dan daun-daunnya menutup saat mendung / malam hari. Perakarannya yang sangat meluas membuatnya kurang populer karena dapat merusak jalan dan bangunan di sekitarnya. Namanya berasal dari air yang sering menetes dari tajuknya karena kemampuannya menyerap air tanah yang kuat serta kotoran dari tonggeret yang tinggal di pohon. Nama Samanea saman adalah nama yang paling stabil dan umum digunakan dalam literatur modern.
Sejarah taksonomi pohon ini berubah beberapa kali, akibat kemiripan morfologi dengan genus atau marga Albizia. Karena kemiripan itu, beberapa ahli botani pada abad ke-19–awal abad ke-20 mengusulkan memasukkan trembesi ke dalam genus Albizia. Sehingga muncul nama lama seperti; Albizia saman, Pithecellobium saman dan Mimosa saman. Di kemudian waktu karena penelitian menunjukkan struktur bunga, budah dan karakter kayu lebih menunjukkan kesamaan dengan Genus Samanea (Bunga berkelompok dalam kepala bulat / head inflorescence, kelopak bunga lebih pendek, polong berdaging manis dan bentuk tajuk khas payung besar). Maka ahli botani Elmer Drew Merrill menetapkan kombinasi nama yang diterima sampai sekarang, yakni Samanea saman (Jacq.) Merr.
Trembesi termasuk dalam keluarga polong-polongan. Tumbuhan ini berasal dari Amerika tropik tetapi sekarang tersebar di seluruh daerah tropika. Pohon ini secara alami dapat tumbuh mencapai ketinggian 25 meter lebih. Disebut pohon hujan (rain tree) karena air yang sering menetes dari tajuknya yang disebabkan kemampuannya menyerap air tanah yang kuat. Daunnya juga sangat sensitif terhadap cahaya dan menutup secara bersamaan dalam cuaca mendung (ataupun gelap) sehingga air hujan dapat menyentuh tanah langsung melewati lebatnya kanopi pohon ini. Pohon Trembesi toleran terhadap kekeringan, panas, dan berbagai jenis tanah, Trembesi juga memiliki kemampuan memperbaiki kualitas tanah melalui fiksasi nitrogen (karena subfamili Mimosoideae).
Ciri pohon trembesi ini sangat mudah dikenali dari karakteristik dahan pohonnya yang akan membentuk seperti bentuk payung. Dan pohon trembesi ini akan tumbuh melebar melebihi ketinggian pohonnya. Pohon Munggur juga mampu menyerap CO2 puluhan kali dari pohon biasa. Pohon ini mampu menyerap 28,5 ton karbondioksida setiap tahunnya (diameter tajuk 15 meter). Pohon ini juga mampu menurunkan konsentrasi gas secara efektif meskipun tanpa perawatan dan memiliki kemampuan menyerap air tanah yang kuat.
Taksonomi
- Kerajaan : Plantae
- Divisi : Tracheophyta (Magnoliophyta)
- Kelas : Magnoliopsida (Dicotyledonae)
- Ordo : Fabales
- Famili : Fabaceae (Leguminosae)
- Subfamili : Mimosoideae
- Genus : Samanea
- Spesies : Samanea saman (Jacq.) Merr.
- Sinonim : Pithecellobium saman (Jacq.) Benth., Albizia saman (Jacq.) F.Muell., Albizzia saman (Jacq.) Merr., Enterolobium saman (Jacq.) Prain, Inga saman (Jacq.) Willd., Mimosa saman Jacq.
Morfologi
- Sistem akar tunggang kuat, bercabang luas. Akar lateral menyebar sangat lebar, mendukung tajuk yang besar. Toleran terhadap tanah padat, cocok untuk lahan kering maupun basah.
- Tinggi pohon dapat mencapai 25–40 meter. Diameter batang 1–2 meter, bahkan lebih pada pohon tua.
- Kulit batang (cortex) berwarna abu-abu hingga coklat gelap, tekstur kasar dan retak memanjang. Kayu teras keras, tahan untuk bahan konstruksi ringan.
- Tajuk sangat lebar, membentuk payung raksasa (umbrella-shaped canopy). Rentang tajuk bisa mencapai 30–40 meter. Memberikan keteduhan luas, cocok sebagai pohon perindang utama.
- Daun majemuk menyirip ganda (bipinnate). Panjang tangkai daun utama 20–40 cm dengan 2–6 pasang anak-anak daun. Anak daun elips, panjang 2–4 cm, hijau tua, menguncup ketika hari mendung atau malam hari (nyctinastic).
- Bunga kecil, berkelompok dalam bonggol (inflorescence). Warna dominan merah muda–putih, dengan benang sari panjang seperti sikat halus. Menghasilkan nektar melimpah dan disukai lebah serta serangga penyerbuk. Mekar terutama pada pagi hari.
- Buah berbentuk polong melengkung, panjang 10–20 cm. Warna coklat gelap ketika matang. Daging buah lengket dan manis, disukai ternak. Mengandung 10–20 biji berbentuk lonjong kecil.
Potensi Ekologi
- Sosial budaya : Sebagai salah satu pohon yang diambil namanya karena relasi toponim suatu tempat atau daerah. Nama-nama desa seperti Munggur, Munggu, atau Kiyudan adalah bukti bagaimana masyarakat menautkan kehidupan mereka dengan pohon ini. Dengan demikian, munggur menjadi jembatan antara ekologi, budaya, dan sejarah lokal. Pohon munggur menjadi simbol sejarah dan penanda geografis, menunjukkan kesadaran ekologis sekaligus nilai budaya serta mengingatkan generasi selanjutnya akan pentingnya menjaga pohon besar sebagai bagian dari warisan lingkungan.
- Peneduh dan Pengatur Mikroklimat : Tajuknya yang dapat mencapai 30–40 m menciptakan bayangan sangat luas. Menurunkan suhu sekitar hingga 2–5°C, terutama di area terbuka atau sepanjang jalan raya. Mengurangi radiasi panas dan menciptakan lingkungan lebih nyaman bagi manusia dan hewan.
- Perbaikan Tanah (Nitrogen Fixing) : Trembesi termasuk keluarga Fabaceae, mampu mengikat nitrogen melalui bakteri akar. Trembesi dapat meningkatkan kesuburan tanah dan memperbaiki struktur tanah. Pohon ini juga sangat bermanfaat untuk area lahan kering atau tanah miskin unsur hara.
- Pengendalian Erosi : Akar tunggang kuat ditambah akar lateral luas mampu menahan tanah dan air. Efektif sebagai penahan abrasi ringan, terutama di lereng, bantaran sungai, dan lahan terbuka.
- Penyedia Habitat dan Pakan Satwa : Bunga menghasilkan nektar bagi lebah, kupu-kupu, dan serangga penyerbuk. Polong manis dimakan kelelawar, burung, kambing, sapi, rusa, dan monyet. Tajuk besar menjadi tempat beristirahat burung dan mamalia kecil.
- Penyerapan Air dan Regulasi Hidrologi : Sistem akar yang luas membantu infiltrasi air, penyerapan air tanah dan mengurangi limpasan permukaan (runoff).
Potensi Pakan Ternak
- Pohon munggur memiliki nilai pakan yang cukup tinggi, terutama dari polongnya. Polong / buah (pod) rasanya manis dan beraroma khas (rich in sugars). Polong ini disukai oleh ternak rumen (sapi, kambing, kerbau, kuda, rusa). Kandungan gizi polong diantaranya ; Protein kasar (12–15%), Serat kasar (20–30%) dan Energi metabolik tinggi karena gula alami.
- Pemanfaatan sebagai pakan paling ideal adalah polong kering. Polong kerin ini dapat dijadikan suplemen pakan pada saat musim kemarau.
- Daun pohon Trembesi dapat diberikan ke ternak, tetapi bukan pakan utama karena kadar taninnya rendah sehingga aman, akan tetapi kualitasnya lebih rendah dibanding daun leguminosa lain (gliricidia, lamtoro, kaliandra). Daun muda boleh untuk tambahan, tetapi tidak dianjurkan dalam jumlah berlebihan.
Potensi Peneduh Jalan
- Pohon munggur termasuk salah satu peneduh jalan terbaik, karena: Tajuk atau kanopi yang lebar memberikan memberikan naungan efektif dan estetis.
- Pertumbuhannya yang cepat sehingga manfaat peneduh tercapai dalam 5–7 tahun.
- Akar pohon ini yang sangat kuat serta tahan angin sehingga minim risiko tumbang.
- Daun-daunnya mudah terurai, sehingga membantu perbaikan dan kesuburan tanah.
- Pohon Trembesi sangat ideal untuk jalan pedesaan, jalan perkebunan, boulevard, taman kota. Namun tidak direkomendasikan untuk ruas jalan padat yang memiliki jaringan kabel rendah.
Kekurangan yang perlu diwaspadai :
- Sistem akar lateral bisa merusak trotoar jika ditanam terlalu dekat jalan (kurang dari 4–6 meter dari badan jalan).
- Tajuk atau kanopi yang sangat besar dan pertumbuhannya cepat, sehingga perlu pemangkasan berkala agar tidak mengganggu kabel listrik.
Potensi Karbon
Pohon Trembesi memiliki pertumbuhan dan total biomassa tinggi, sehingga berada di kategori pohon berpenyerapan karbon besar, mirip dengan angsana.
- Pohon Trembesi dewasa (diameter 60–100 cm) menyerap sekitar 100–250 kg CO₂ per pohon per tahun.
- Pohon yang sangat besar (diameter >120 cm) dapat mencapai 300–500 kg CO₂ per pohon per tahun.
- Pohon muda (diameter 20–40 cm) 20–60 kg CO₂ per pohon per tahun
Gambar


















Sumber : Plantnet, Global Biodiversity Information Facility (GBIF) & Dari berbagai sumber