Tulip afrika dikenal juga dengan Pohon Hujan atau juga disebut Bunga Kecrutan. Tulip africa yang memiliki nama latin Spathodea campanulata P.B ini termasuk dalam famili Bignoniaceae, berupa pohon dengan tinggi berkisar dari 7 sampai dengan 24 meter, namun umumnya rata-rata 10 meter. Bunga Kecrutan dikenal juga dengan pohon hujan Genus ini terdiri dari hanya satu species yakni Spathodea campanulata P.B., yang dikenal di Indonesia dengan nama lain yakni Bunga Kecrutan, Ki Acret atau Ki Engsrot; dan dalam bahasa Inggris ‘African Tulip Tree’ (Pohon tulip Afrika) atau ‘Fountain tree’ (Pohon air mancur).
Namun penamaan nama pohon hujan ini berbeda dengan pohon ki Hujan yang menjadi sebutan lain pohon Trembesi. Pohon Hujan atau Kecrutan dalam bahasa Sunda ia dikenal sebagai ki acret (“pohon muncrat”) dan dalam bahasa Jawa disebut crut-crutan. Nama “pohon hujan” juga terhubung dengan sifat ini, karena orang merasa seperti turun hujan jika berjalan di bawah pohon ini. Dalam bahasa Inggris, ia dikenal dengan nama African tulip, karena warna bunganya yang mirip bunga tulip.
Pertumbuhan jenis tanaman pelindung ini sangat cepat, bisa mencapai 2 meter setiap tahunnya. Spathodea berasal dari daerah Afrika tropis (Angola, Ethiopia, Ghana, Kenya, Sudan, Tanzania, Uganda, Zambia), dan kini banyak ditanam sebagai tanaman pelindung di taman atau jalan-jalan di daerah tropis, terutama di Asia. Ranting-ranting tanaman ini mudah patah, terutama oleh angin kencang, sehingga tidak cocok jika ditanam dekat rumah.
Pohon ini terkenal karena bunganya yang berbentuk seperti tulip, berwarna oranye hingga merah cerah, yang mekar dalam kelompok besar di ujung cabang, memberikan sentuhan warna yang mencolok pada lanskap. Bunga berbentuk lonceng ini memiliki tekstur lembut dan berbulu halus, sementara buahnya adalah kapsul panjang yang mengandung banyak biji datar dengan sayap transparan.
Spathodea campanulata tumbuh subur di iklim tropis dan subtropis, sering ditemukan di taman, taman kota, dan sepanjang jalan. Pohon ini banyak ditanam sebagai pohon hias karena bunganya yang indah dan dedaunannya yang rimbun, serta memberikan naungan yang sangat baik dengan kanopi yang lebat. Dalam pengobatan tradisional, beberapa bagian pohon ini digunakan untuk mengatasi berbagai penyakit, meskipun bukti ilmiah yang mendukung penggunaan ini masih terbatas.
Tanaman ini dapat tumbuh hampir di segala jenis tanah, namun dengan drainase baik. Cahaya matahari penuh diperlukan untuk pembungaannya. Perbanyakan tanaman dilakukan dengan biji. Namun pada varietas langka dengan mahkota bunga warna kuning, perbanyakan dilakukan dengan stek akar, karena biji tidak menghasilkan progeni yang sama dengan induknya. Pemangkasan rutin mungkin diperlukan untuk menjaga bentuk pohon dan menghilangkan cabang yang mati atau rusak. Meskipun pohon ini umumnya tahan terhadap hama dan penyakit, ia dapat rentan terhadap pembusukan akar jika tanahnya buruk dalam hal drainase.
Morfologi
- Akar Pohon ini memiliki sistem perakaran yang kuat dan menyebar, tetapi tidak terlalu dalam. Hal ini menyebabkan pengangkatan permukaan tanah atau merusak struktur di dekatnya jika ditanam terlalu dekat dengan bangunan.
- Batang kayunya tidak terlalu keras, relatif lurus dengan kulit kayu berwarna coklat muda hingga abu-abu yang sedikit retak seiring bertambahnya usia. Dapat tumbuh hingga 7-25 meter.
- Daunnya besar, majemuk menyirip gasal, dengan panjang 15 – 45 cm, tediri dari beberapa pasang anak daun berbentuk bulat telur sampai bulat telur memanjang dengan urat-urat daun yang tampak jelas Daun-daun mudanya berwarna hijau perunggu dan berubah menjadi hijau tua mengkilat jika sudah dewasa.
- Bunganya tersusun dalam tandan yang rapat dan tumbuhnya di ujung cabang. Setiap kuntum bunga mekar selama beberapa hari, akhirnya gugur dan digantikan oleh mekarnya kuntum bunga lain dari tandan yang sama. Sebuah tandan berbunga terus selama kurang lebih satu bulan. Ciri khas Kecrutan (Spathodea campanulata) adalah kelopak bunganya menutup meskipun bunga sudah mekar (istilah botani : kelopak air). Mahkota bunga warna merah oranye berbentuk lonceng lebar; tepinya keriting. Simetri bunga adalah zygomorfi k. Bunga tanaman ini kaya akan nektar dan banyak dikunjungi oleh burung. Buahnya adalah buah kapsul, tegak dan tidak menggantung, panjangnya 15 – 20cm, warnanya coklat tua, jika masak membelah dan mengeluarkan biji-bij inya.
- Kanopi Bunga Kecrutan (Spathodea campanulata) akan tumbuh tegak (’erect’) jika ditanam dekat gedung (bangunan) tinggi atau pohon besar. Namun kanopi akan tumbuh indah, jika diberikan banyak ruang tumbuh. Dalam keadaan seperti ini, kanopinya akan tampak berbentuk seperti payung dan sarat dengan bunga yang berwarna merah menyolok.
- Buah berbentuk kapsul memanjang seperti sabit dengan panjang 15–25 cm. Saat masak, buah terbelah dua dan memperlihatkan banyak biji pipih.
- Biji-bijinya pipih, bersayap, berwarna cokelat muda. Biji ini sangat ringan dan mudah terbawa angin (anemokori) yang membuatnya invasif di beberapa wilayah tropis.
Manfaat
- Ekologi : Pohon tulip Afrika menyediakan nektar bagi burung dan serangga, berkontribusi pada keanekaragaman hayati lokal. Namun, pertumbuhan cepat dan sifat invasifnya memerlukan manajemen yang hati-hati untuk mencegah dampak lingkungan yang negatif di wilayah non-aslinya. Di kepulauan Fiji pohon ini banyak dimusnahkan karena terlalu cepat tumbuh sehingga mengalahkan pohon dari tanaman asli negara kepulauan tersebut.
- Ekonomi : Spathodea campanulata ini termasuk pohon yang sangat menawan yang menawarkan banyak manfaat sebagai pohon hias dan pohon naungan. Penduduk Afrika menjadikan biji Bunga Kecrutan (Spathodea campanulata) digunakan sebagai makanan. Kayunya yang berwarna putih kecoklatan dapat digunakan untuk membuat drum dan juga ukiran. Tetapi karena sifatnya yang invasif, harus dikelola dengan bijaksana untuk menghindari dampak lingkungan yang merugikan.
- Sosial: Selain sebagai tanaman pelindung, Meskipun tanaman ini juga seringkali dianggap sebagai gulma invasif di berbagai daerah. Kecrutan juga memiliki banyak manfaat sebagai tanaman obat. Biji, bunga, akar dan kayunya juga dilaporkan dapat digunakan sebagai bahan obat herbal, diantaranya; malaria, diabetes, disentri, sembelit, gangguan pencernaan, bisul, penyakit kulit, luka, demam, peradangan uretra, penawar racun dan mengurangi ruam pada bayi.
Potensi Karbon
Pohon kecrutan (Spathodea campanulata) memiliki potensi serapan karbon yang cukup signifikan. Namun sampai saat ini belum ada penelitian spesifik mengenai potensi serapan karbon pohon kecrutan melainkan dihitung berdasarkan tipe tutupan.
Daya serap berbagai macam tipe vegetasi terhadap karbon dioksida dapat dilihat pada tabel dibawah.
| Tipe Tutupan | Daya Serap terhadap gas CO2 (kg/ha/jam) | Daya Serap terhadap gas CO2 (kg/ha/jam) |
| Pohon | 129,92 | 569,07 |
| Semak Belukar | 12,56 | 55 |
| Padang Rumput | 2,74 | 12 |
| Sawah | 2,74 | 12 |
Jenis tutupan vegetasi yang memiliki daya serap yang tinggi terhadap gas karbon dioksida adalah pepohonan, berdasarkan hasil dari penelitian diatas.
Gambar





























Sumber : Plantnet, Global Biodiversity Information Facility (GBIF) & Dari berbagai sumber