Pohon Dadap Serep (Erythrina subumbrans) termasuk tanaman perdu yang memiliki beragam nama lokal diantaranya; dadap lesang, dadap limit, dadap minyak (melayu), dadap lenga, dadap srep dadap serep (Jawa), dadap lisah, dedap serap, dadap licin, dhâddhâ’ oleng, dadap cangkring (sundah, dadap lengan, godong towo (Jawa tengah, dadak cangkring (Madura). Pohon Dadap Serep bisa ditanam di pekarangan, selain bunganya yang indah, pohon ini juga dapat dimanfaatkan untuk peneduh.—merupakan spesies dari famili Fabaceae yang memiliki potensi besar sebagai tanaman perindang dan penyerap karbon di kawasan tropis seperti Indonesia.
Pohon Dadap Serep (Erythrina subumbrans) merupakan salah satu pohon dengan bunga yang cantik, bunganya berwarna merah dan bentuknya mengerucut. Tanaman ini merupakan flora asli Asia Tenggara dan tumbuh menyebar di Nusantara, khususnya Pulau Jawa. Dadap serep termasuk tumbuhan lokal yang banyak ditemukan di sekitar, tetapi saat ini semakin jarang ditemukan di daerah perkotaan.
Dadap serep kerap disamakan dengan dadap ayam, karena jika dilihat dari kejauhan keduanya lumayan mirip. Pembedanya ialah, daun dadap serep agak lebih kaku dan warnanya agak tua dibanding dadap ayam. Sedangkan daun dadap ayam lebih lemas dan warnanya lebih hijau muda. Perbungaannya pun juga berbeda, bunga dadap serep lebih jarang dan tandannya lebih pendek dibanding dadap ayam.
Morfologi
Dadap serep termasuk tumbuhan leguminosa dimana termasuk tumbuhan dikotil yang mampu mengikat (fiksasi) nitrogen langsung dari udara karena mampu bersimbiosis dengan bakteri tertentyu penambat N pada perakaran atau batangnya.
Dadap serep termasuk tumbuhan legume pohon karena batannya berkayu dan ketinggian pohon bisa mencapai 15-22 meter dengan diameter batang 40-100cm.
- Batang tegak, bulat, percabangan simpodial, licin, dan berwarna hijau berbintik-bintik putih dan cabang tumbuh lurus ke atas sebesar 45°.
- Daun majemuk segitiga, tepi rata, ujung meruncing, pangkal membulat hampir rata, bertangkai silindtris, panjang daun 9-19cm, lebar daun 6-17cm, berwarna hijau, beranak 3 helai daun, pertulangan menyirip dan jika diremas terasa lunak di tangan. Daun bagian atas lebih besar daripada kedua daun penumpu.
- Bunga majemuk, bentuk tandan, berada di ketiak daun, tangkai silindris, daun mahkota bunganya berwarna merah kekuningan, berbentuk terompet, benang sari halus, tangkai putih silindris dan kepala putik bulat meruncing.
- Buah polongnya kecil, bentuk sabit, berisi 4-8 biji per polong. Biji berbentuk ginjal dan berwarna coklat. Sistem perakaran berupa akar tunggang.
Kandungan penting
Memiliki kandungan protein (dan nitrogen) yang tinggi, daun-daun dadap juga dimanfaatkan sebagai pakan ternak atau untuk pupuk hijau. Sebatang pohon dadap yang berukuran sedang, yang dipangkas 3-4 kali setahun, dapat menghasilkan 15-50 kg hijauan pakan ternak dalam setahunnya. Sejauh ini, daun-daun dadap diketahui tidak bersifat racun (toksik) bagi ternak ruminansia. Perakaran dadap bersimbiosis dengan bakteri Bradyrhizobium mengikat nitrogen dari udara, dan meningkatkan kesuburan tanah. Namun, dadap dapat digunakan sebagai pemberantas serangga.
Potensi Ekologi
Pohon dadap menjadi salah satu pilihan strategis untuk penghijauan kota, perindang jalan, dan restorasi ekosistem tropis. Kombinasi antara estetika, keteduhan, dan kemampuan serapan karbon menjadikannya pohon yang layak dipertimbangkan dalam desain lanskap berkelanjutan.
- Tajuk rimbun dan menyebar: Memberikan keteduhan optimal di area terbuka, pinggir jalan, atau perkebunan.
- Pertumbuhan cepat: Cocok untuk proyek penghijauan dan reboisasi, terutama sebagai pionir di lahan terbuka.
- Toleran terhadap angin dan kekeringan: Dapat tumbuh di daerah dengan curah hujan 500–2.000 mm dan suhu tahunan >22°C.
- Estetika tinggi: Bunganya berwarna merah cerah dan mencolok, menambah nilai visual di ruang publik.
- Multifungsi: Sering digunakan sebagai pagar hidup, pelindung tanaman kopi, dan bahan sayuran (daun muda dikukus).
- Sebagai pohon perindang, pertimbangan batangnya yang berduri perlu diperhatikan agar tidak mengganggu pejalan kaki. Pohon ini juga perlu pemangkasan berkala, untuk menjaga bentuk dan keamanan di area publik.
Pakan ternak / pupuk hijau
Dadap serep (Erythrina subumbrans) dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak ruminansia seperti sapi, kambing dan domba. Sebagai alternatif pakan hijauan, kandungan nutrisinya yang cukup tinggi, terutama protein kasar, kalium dan fosfor. Selain diberikan langsung, dadap serep bisa juga diolah melalui pengeringan atau biofermentasi untuk meningkatkan kecernaan dan mengurangi senyawa antinutrisi.
Biofermentasi
Pengeringan dan Penepungan
- Daun dipanen, dicuci, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari atau oven suhu rendah.
- Setelah kering, daun digiling menjadi tepung dan bisa dicampurkan dalam formulasi pakan ternak.
- Metode ini sederhana dan cocok untuk skala kecil.
Biofermentasi
- Biofermentasi menggunakan mikroorganisme seperti Lactobacillus atau Saccharomyces untuk meningkatkan kualitas nutrisi dan mengurangi senyawa antinutrisi.
- Prosesnya melibatkan pencampuran tepung daun dadap dengan sumber karbohidrat (misalnya molase), inokulum mikroba, dan inkubasi selama beberapa hari dalam kondisi anaerob.
- Hasil fermentasi bisa langsung dicampur dalam ransum ternak babi, sapi, atau kambing.
Di beberapa daerah seperti Mamasa, Sulawesi Barat, dadap serep telah diuji sebagai pakan ruminansia dan menunjukkan potensi baik dalam mendukung pertumbuhan ternak. Penggunaan daun ini juga mendukung diversifikasi pakan dan mengurangi ketergantungan pada hijauan konvensional seperti rumput gajah atau leguminosa lain.
Obat Demam
Masyarakat Indonesia banyak yang memanfaatkan daun dadap serep sebagai obat tradisional untuk mengatasi beragam penyakit. Misalnya, obat penurun panas, mengatasi pendarahan usai melahirkan, dan lainnya. Secara historis, penggunaan daun Dadap sebagai obat demam pada anak sudah dilakukan sejak jaman nenek moyang kita. Masuk kategori tumbuhan herbal tradisional. Penggunaan Dadap ini berawal dari kebiasaan masyarakat menggunakan daun Dadap sebagai obat kompres tradisional penurun panas secara turun temurun Daun dadap serep ini ternyata memiliki banyak manfaat. Namun, belum banyak orang yang mengetahui bahwa daun dadap serep dapat digunakan untuk mengatasi berbagai penyakit. Tanaman dadap serep bisa dimanfaatkan sebagai obat penurun panas (demam), memiliki sifat antibakteri dan antimikroba, bahkan mengandung senyawa antikanker.
Potensi Karbon
Sebagai pohon berukuran sedang (tinggi 5–15 meter), E. subumbrans memiliki potensi serapan karbon yang cukup signifikan :
- Pertumbuhan cepat dan biomasa tinggi: Meningkatkan akumulasi karbon dalam batang dan daun.
- Daun trifoliat lebar: Memperluas permukaan fotosintesis.
- Kemampuan fiksasi nitrogen: Akar memiliki bintil yang mengikat nitrogen atmosfer, mempercepat pertumbuhan dan meningkatkan efisiensi fotosintesis.
- Pohon dewasa dapat menyerap sekitar 15–30 kg CO₂ per tahun, tergantung pada kondisi tanah, iklim, dan perawatan.
- Jika ditanam dalam barisan di sepanjang jalan atau lahan terbuka, potensi kolektifnya sangat besar untuk mendukung target netral karbon lokal.
Gambar





















Sumber : Dari berbagai sumber