Mangkoan (Polyscias scutellaria)

Tanaman Mangkokan memiliki nama ilmiah Nothopanax scutellarium atau Polyscias scutellaria. Namun nama ilmiah yang kini diterima secara luas adalah Polyscias scutellaria (Burm.f.) Fosberg. Tanaman mangkokan merupakan tanaman tropis yang biasanya tumbuh liar di area pekarangan rumah maupun pinggir jalan. Tanaman ini seringkali ditanam di halaman rumah sebagai pagar maupun tanaman hias, dan bisa juga ditanam di pot. Namanya selaras dengan bentuk daunnya yang melengkung seperti mangkok. Tanaman semak ini bisa tumbuh subur di area tropika, dibawah sinar matahari atau ditempat sedikit terlindung, dan mampu beradaptasi di berbagai jenis tanah seperti di ladang, tepi sungai, maupun di pekarangan. Tumbuh dengan baik pada ketinggian 1-200 m dpl.

Mangkokan memiliki beberapa nama daerah, seperti Mamanukan (Sunda), Godong mangkokan (Jawa), Puring (Madura), Daun koin, Daun papeda, Memangkokan (Sumatra), mangko – mangko, mamangkokan, papeda, puring, lanido, daun mangok, daun koin, sawoko, goma matari, rau parori, dan ndari.

Sebagian masyarakat menganggap tanaman daun mangkokan ini sebagai tanaman pagar yang tumbuh
liar atau hanya tanaman hias saja, padahal mangkokan kaya manfaat dan bisa dijadikan tanaman obat keluarga (TOGA). Selain itu daun mudanya dapat dikonsumsi sebagai lalap, urapan mentah atau dimasak sebagai sayuran.

Morfologi

  • Daun tanaman mangkokan melengkung menyerupai mangkok dengan tekstur daun agak tebal dengan tepi bergerigi, berbentuk hati di dasar dengan ukuran lebar 6 – 12cm, tulang daun menyirip. Permukaan daun sedikit kasar dan tidak berbulu. Daun berwarna hijau, tunggak, dan bertangkai, pangkal berbentuk jantung.
  • Batang berkayu, bercabang bulat berwarna coklat keputihan, lurus, panjang, dan percabangan monopodial.
  • Tinggi pohon kurang lebih 1,5 – 6 meter.
  • Bunga majemuk, bentuk payung, berwarna hijau.
  • Buah buni, pipih, hijau.
  • Biji kecil, keras, dan berwarna cokelat.
  • Perbanyakan dilakukan dengan biji, stek batang atau cangkok dari tanaman berbatang baik.

Kandungan Penting

Menurut penelitian, daun mangkokan segar (per 100 gram) mengandung (Kemenkes Republik Indonesia, 2019) ;

  • Energi: 57 kkal
  • Karbohidrat: 11, 8 gram
  • Protein: 3,7 gram,
  • Lemak: 0,3 gram,
  • Fosfor: 49 miligram,
  • Kalsium: 474 miligram,
  • Zat besi: 4 miligram,
  • Vitamin A: 5450 IU,
  • Vitamin B1: 0,06 miligram,
  • VITAMIN C: 83 miligram,
  • Air: 82 gram,
  • Karoten total: 5.450 mikrogram.

Manfaat Pangan

Lalapan dan Sayur Tradisional

Daun muda mangkokan sering disajikan sebagai lalapan mentah bersama sambal dan nasi. Bisa direbus atau dikukus untuk urap, pecel, atau sayur campur.

Campuran Olahan Fungsional

Diolah menjadi keripik, teh herbal, jus, atau smoothie hijau karena kandungan antioksidan dan seratnya. Cocok sebagai bahan pangan fungsional untuk mendukung kesehatan pencernaan dan metabolisme.

Pangan Pendamping ASI dan Pemulihan

Dalam pengobatan tradisional, daun mangkokan dipercaya melancarkan ASI dan mempercepat pemulihan pasca melahirkan. Potensi ini bisa diangkat dalam kampanye gizi ibu dan anak berbasis lokal.

Pangan Urban dan Lanskap Edibel

    Tanaman mangkokan mudah tumbuh di pekarangan, menjadikannya bagian dari urban farming dan edible landscape. Bisa juga dimasukkan dalam program ketahanan pangan keluarga dan sekolah.

    Pengayaan Menu Lokal

    Cocok dikembangkan sebagai ikon kuliner lokal, misalnya “Nasi Urap Mangkokan,” “Smoothie Hijau Mangkokan,” atau “Keripik Mangkokan Rempah.”

    Contoh Olahan

    • Rendang tempe daun mangkoan
    • Tumis daun mangkoan
    • Dadar gulung daun mangkoan

    Gambar

    Sumber : Dari berbagi sumber