Search
Generic filters

Pohon Glodokan Tiang (Polyalthia Longifolia)

Pohon Glodokan Tiang termasuk dalam genus Polyalthia. Genus Polyalthia ini termasuk famili Annonaceae. Polyalthia berbentuk pohon, mencapai tinggi 15 meter, merupakan tanaman daerah tropis dan banyak dij umpai di jalan-jalan dan taman-taman di negara asia seperti Thailand, Indonesia dan India.

Pohon Glodokan Tiang (Polyalthia longifolia) atau sering juga disebut glodogan/glondogan/glondokan merupakan salah satu pohon yang cukup populer di Indonesia. Pohon ini disebut sebagai pohon evergreen dikarenakan dapat tumbuh dengan baik meskipun terjadi perubahan cuaca maupun iklim dan sekitarnya. Artinya pohon ini tidak berpengaruh secara drastis terhadap kondisi sekitarnya, tanpa menggugurkan daunnya.

Pohon Glodokan tumbuh tinggi dan tegak lurus, bisa mencapai sekitar 30 sampai 35 meter. Pohon ini terlihat menarik dan bagus dengan jenis arsitektur pohonnya yang lurus dan sedikit berkelok. Tanaman ini bagus ditanam dan dipindahkan saat mencapai tinggi satu sampai dua meter. Namun apabila dipindahkan dalam pertumbuhan tinggi sekitar 5 meter, maka tanaman ini akan mengalami stress dan kering cukup lama hingga sekitar satu bulan baru bisa kembali.

Spesies yang sering dij umpai dipinggir jalan adalah :

  • Polyalthia longifolia
    Dicirikan oleh bentuk kanopi yang berbentuk seperti kerucut atau tiang. Daun-daunnya rebah seperti korden. Tanaman ini asli dari Sri Langka. Oleh pedagang tanaman hias sering disebut Glodogan tiang.
  • Polyalthia speciosa
    Adalah Polyalthia yang memiliki batang tegak, kanopi melebar serta daun-daun yang tidak rebah (mengarah ke atas).

Morfologi

  • Bentuk daun : Tunggal, panjang, bagian ujung daun menyempit seperti lanset dengan bagian tepi bergelombang dan bagian ujung daun meruncing. Daun muda berwarna kuning kemudian berubah menjadi hijau mengkilap.
  • Bentuk Tajuk ; Ramping, tegak, dan mengerucut ke atas seperti tiang atau piramida.
  • Kepadatan daun : Masif dan lebat di sepanjang batang.
  • Bunganya berukuran kecil, simetri bunga aktinomorfik, berwarna kuning kehijauan dengan mahkota yang sempit. Bunga muncul dari ketiak daun, tumbuh tersembunyi diantara daun-daunnya.
  • Buahnya adalah buah buni, berbentuk bulat memanjang mirip buah melinjo dan disukai kalelawar.

Umumnya Polyalthia menyukai tanah lembab dengan drainase yang baik. Naungan dibutuhkan untuk tanaman muda. Polyalthia sangat kuat dan mudah beradaptasi.
Perbanyakan tanaman dilakukan melalui biji atau juga bisa melalui stek.

Taksonomi

  • Kingdom: Plantae
  • Divisi: Magnoliophyta
  • Kelas: Magnoliopsida
  • Ordo: Magnoliales
  • Famili: Annonaceae
  • Genus: Polyalthia
  • Spesies: Polyalthia longifolia

Potensi Ekologis

  • Penyerap polusi udara: Daunnya mampu menyerap partikel debu dan polutan, menjadikannya ideal untuk ditanam di tepi jalan dan kawasan urban.
  • Peneduh dan pengatur suhu mikro: Tajuknya yang rapat membantu menurunkan suhu sekitar dan mengurangi efek pulau panas kota.
  • Habitat mikro: Menyediakan tempat berlindung bagi burung dan serangga kecil.
  • Pengendali erosi: Sistem akar yang kuat membantu menahan tanah di area miring atau rawan longsor.
  • Selain sebagai tanaman pelindung dan tanaman ornamental, Polyalthia memiliki potensi sebagai obat herbal. Pada sistem pengobatan tradisional, tanaman ini memiliki khasiat sebagai antipiretik. Hasil penelitian Katkar et al. (2010), menemukan bahwa kulit batang dan daun Polyalthia longifolia memiliki aktivitas anti mikroba, aktivitas antiulcer, fungsi cytotoxic dan efek hypotensive.

Potensi Karbon

  • Glodokan Tiang (Polyalthia longifolia) termasuk famili Annonaceae, berfungsi sebagai penyerap polusi dan peneduh, serta memiliki potensi karbon yang signifikan melalui biomassa pohon dewasa.
  • Potensi serapan karbon pohon Glodokan Tiang (Polyalthia longifolia) berkisar antara 20–60 kg CO₂ per pohon per tahun, tergantung usia, diameter batang, dan kondisi lingkungan.
  • Pohon Glodokan Tiang memiliki potensi serapan karbon yang cukup baik, terutama bila ditanam dalam barisan di kawasan urban. Pohon muda (diameter < 20 cm): menyerap sekitar 20–30 kg CO₂/tahun. Pohon dewasa (diameter > 30 cm): dapat menyerap hingga 50–60 kg CO₂/tahun.

Faktor yang mempengaruhi

  • Diameter batang dan tinggi pohon
  • Densitas kayu (rata-rata 0,5–0,6 g/cm³ untuk Annonaceae)
  • Lokasi tanam (urban vs semi-urban)
  • Kerapatan tajuk dan kesehatan pohon

Gambar

 Sumber : Plantnet, Global Biodiversity Information Facility (GBIF) & Dari berbagai sumber