Kemuning (Murraya paniculata)

Kemuning (Murraya paniculata)  memiliki karakteristik daun yang serupa dengan daun jeruk nipis. Kemuning biasa tumbuh liar di semak belukar, tepi hutan, atau ditanam sebagai tanaman hias dan tanaman pagar. Tanaman Perdu yang masih bersaudara dengan daun kari ini memiliki nama lain seperti; kemuning, kamuning, kajeni, kemuning, kemoning, kamonèng , kemiuning, kamuni , sukik , kamuning , kamoni , palopo , eseki ,tanasa , kamone , kamoni .

Kemuning biasa tumbuh liar menyemak belukar, di tepi hutan, atau ditanam sebagai tanaman hias dan tanaman pagar. Ia tumbuh hingga 12 meter, tetapi biasanya ia ditemui tumbuh berkisar 2 hingga 3 meter. Dapat berbunga sepanjang tahun. Berbentuk semak atau pohon kecil, bercabang banyak, batangnya keras dan beralur. Helaian anak daun bertangkai berseling, bentuk bulat telur sungsang atau jorong, ujung dan pangkal runcing, tepi rata atau agak beringgit, panjang 2–7 cm, lebar 1–3 cm, permukaan licin mengkilap, warnanya hijau.

Kemuning dapat ditemukan sampai ketinggian kurang lebih 400 meter di atas permukaan laut. Yang biasa ditanam untuk memagari pekarangan, biasanya jenis yang berdaun kecil dan lebat. Semak / pohon kecil, bercabang banyak, tinggi 3-8 meter, batangnya keras, beralur, tidak berduri.

Kandungan penting :

Daun kemuning mengandung cadinene, methyl-anthranilate, bisabolene, β-caryophyllene, geraniol, carene-3, eugenol, citronellol, methyl-salicylate, s-guaiazulene, osthole, paniculatin, tannin, dan coumurrayin. Kulit batang mengandung mexotioin, 5-7-dimethoxy-8 (2,3-dihydroxyisopentyl) coumarin. Sedangkan bunga kemuning mengandung scopoletin, dan buahnya mengandung semi-α-carotenone. Senyawa dari golongan kumarin yang berhasil diisolasi adalah murrmeranzin, isopropylidene murrangatin, murralonginal and pranferin

Khasiat :

    • Radang buah zakar (orchitis)
    • Radang saluran napas (bronkitis)
    • Infeksi saluran kencing
    • Kencing nanah
    • Keputihan
    • Sakit gigi
    • Haid tidak teratur
    • Lemak tubuh berlebihan
    • Pelangsing tubuh
    • Nyeri pada tukak (ulkus)
    • Kuli kasar
    • Memar akibat benturan
    • Rematik
    • Keseleo
    • Digigit serangga dan ular berbisa
    • Eksem
    • Bisul, koreng, epidemik encephalitis B
    • Luka terbuka di kulit

Penggunaan :

Bagian daun digunakan untuk menyembuhkan keputihan, kencing nanah, sakit gigi, radang buah zakar, dll. Sedangkan akarnya biasa digunakan untuk menyembuhkan memar, gigitan serangga, dan bisul. Kulit batangnya juga bisa untuk mengobati sakit gigi, dan luka luar. Secara tradisional masyarakat Filipina dan Indonesia menggunakan daun kemuning untuk obat diare dan disentri

Asma

Bagian tanaman kemuning yang dimanfaatkan sebagai obat asma adalah organ daun. Daun tersebut diolah dengan cara diremas dan di ambil airnya untuk diminum atau dioleskan ke dada.

Radang

Bagian daun digunakan ini juga digunakan untuk menyembuhkan keputihan, kencing nanah, sakit gigi, radang buah zakar, dll.Sedangkan akarnya biasa digunakan untuk menyembuhkan memar, gigitan serangga, dan bisul. Kulit batangnya juga bisa untuk mengobati sakit gigi, dan luka luar. Secara tradisional masyarakat Filipina dan Indonesia menggunakan daun kemuning untuk obat diare dan disentri

Bisul

Cara untuk mengobati bisul dengan kemuning, yakni ambil akar kemuning sebanyak 30 gram. Rebus akar tersebut dengan 3 gelas air hingga menyisakan 1 gelas. Air rebusan ini dapat diminum 2 kali sehari masing-masing setengah gelas.

Sakit gigi

Caranya yakni dengan membakar batang kulit kemuning hingga mengeluarkan minyak.

Menurunkan berat badan

Cara menurunkan berat badan dengan daun kemuning cukup mudah. Ambil segenggam daun kemuning dicampur dengan daun mengkudu, temu ireng, cuci dan tumbuk hingga halus. Tambahkan 1 cangkir air matang dan peras, minum air perasan tersebut di pagi hari sebelum makan.

Infeksi saluran kencing

Cukup konsumsi rebusan air daun kemuning 3 kali sehari.

Menghaluskan kulit

Daun kemuning dapat juga digunakan untuk menghaluskan kulit. Tambahkan air bersih, lalu lulurkan racikan tersebut ke kulit sebelum tidur.

Kegunaan lain

Orang Minangkabau secara tradisional menggunakan akar kemuning untuk tangkai pisau atau ladiang (golok). Urat kemuning warnanya bagus dan kayunya liat, sehingga tidak mudah pecah jika digunakan. Kayu kemuning juga bisa digunakan untuk sempoa, tangkai kuas dan juga untuk tongkat

Gambar :

Sumber : Kitab Tanaman Obat Nusantara