Bunga Kenop

Bunga kenop adalah salah satu jenis tanaman berbunga yang terkenal dapat digunakan sebagai tanaman hias, pewarna makanan dan sebagai pengobatan tradisional.

Bunga kenop berasal dari Panama dan Guatemala di Amerika Tengah. Namun, tanaman ini sudah menyebar hampir ke seluruh Asia termasuk Indonesia.

Memiliki tinggi tanaman sekitar 20 – 60 cm, batang yang kokoh, bercabang, sedikit mengembang, serta berwarna abu-abu;
Memiliki daun yang berbentuk lonjong atau seperti telur dan ujung yang runcing, berwarna hijau, bagian atas daun berambut kasar dan bagian bawah daun berambut halus;
Memiliki bunga yang berbentuk seperti bola serta berwarna ungu muda hingga tua atau terkadang berwarna putih;
Memiliki biji yang berwarna coklat, mengkilap, berbentuk kotak, dan berganti warna.

Kandungan penting :

  1. Senyawa flavonoid
  2. Senyawa saponin
  3. Senyawa steroid atau triterpenoid
  4. Minyak esensial
  5. Senyawa coumarine
  6. Glikosida termasuk glukosa
  7. Asam lemak
  8. Senyata tokoferol
  9. Komponen senyawa fenolik meliputi asam koumarat, asam ferulat, quercetin, kaempferol, dan isorhamnetin

Khasiat :

  1. Mengatasi gangguan pencernaan yang disebabkan oleh bakteri
  2. Mengatasi infeksi yang disebabkan oleh jamur
  3. Kaya akan antioksidan
  4. Mengatasi radang dan infeksi
  5. Sebagai pewarna makanan alami yang baik
  6. Mengatasi gangguan pada kulit
  7. Mengatasi hipertensi dan gangguan jantung
  8. Mengatasi gangguan pernapasan
  9. Menurunkan gula darah (diabetes)
  10. Menghilangkan rasa sakit atau nyeri
  11. Mengobati luka terbuka
  12. Mencegah pertumbuhan kanker dan tumor
  13. Mengatasi masalah reproduksi
  14. Mengatasi gangguan urinaria
  15. Mengatasi penyakit lainnya

Bunga kenop telah digunakan sebagai pengobatan tradisional di beberapa negara untuk mengatasi oliguria atau produksi urin yang sedikit, demam, kembung perut pada bayi, batuk ringan, hidung berdarah, serta mengatasi penyakit disentri.

 

Sumber : disarikan dari berbagai sumber.