Search
Generic filters

Pohon Kerai Payung (Filicium decipiens)

Kerai/Kiara Payung merupakan pohon peneduh yang banyak dijumpai di pinggir jalan. daunya mirip sisir dan beruas banyak. Batang berwarna coklat tua dengan textur kasar. Saat batang pohon Kiara Payung berdiameter 10cm, maka tinggi pohon ini bisa mencapai 7-10 meter dengan diameter daun ujung ke ujung mencapai 6m. 

Genus Filicium ini termasuk famili Sapindaceae, satu famili dengan buah leci dan rambuatan. Filicium decipiens atau Kiara Payung atau ada yang menyebut dengan Kere payung berasal dari Sri Langka, berbentuk pohon dengan tinggi mencapai kurang lebih 20 meter. Tumbuh baik di dataran rendah sampai pegunungan dengan ketinggian 1100 meter dpl.
Nama Filicium atau ‘Varenboom’ (Belanda) artinya pohon paku atau ‘Fern tree’ dalam bahasa Inggris. Hal ini terkait dengan tanaman muda Kiara payung yang mirip dengan paku-pakuan.

Daunnya adalah daun majemuk menyirip gasal, jumlah anak daun 10-24 dan berbentuk lanset. Tangkai ibu daun (poros) bersayap.

Bunganya tersusun dalam malai yang muncul di ketiak daun. Di daerah asalnya, Kere payung dapat berbuah, namun di Indonesia jarang kita jumpai buahnya. Buahnya buah batu, bentuknya bulat memanjang dengan panjang kurang lebih 1 cm.
Perbanyakan tanaman ini dapat dilakukan melalui biji atau mencangkok.

Berikut klasifikasi biologinya:

  • Kingdom :Plantae
  • Division :Magnoliophyta
  • Class :Magnoliopsida
  • Order :Sapindales
  • Family :Sapindaceae
  • Species :Filicium decipiens

Kegunaan pohon Kiara Payung yang utama adalah sebagai peneduh, di kota besar seperti Jakarta, Surabaya banyak dijumpai pohon ini. daunya sangat lebat, sperti payung. pada musim panas, daun Kiara Payung akan rontok yang disebabkan oleh kurangnya air di sekitar pohon. namun saat musim hujan, daunya sangat lebat sperti payung.

Potensi Herbal

Sasikala et al. (2011) melaporkan bahwa ekstrak daun filicium decipiens dapat menghasilkan methanol yang memiliki aktivitas diuretik (pelancar urin).

Potensi Karbon

  • Daya Serap Karbon Kiara Payung± 405 kg COâ‚‚ per pohon per tahun
  • Termasuk dalam kategori penyerap karbon terbesar di antara pohon-pohon yang umum ditanam di kawasan urban.
  • Cocok untuk area dengan lalu lintas tinggi karena kemampuannya mereduksi polutan dan menghasilkan oksigen.
  • Selain fungsi ekologis, bentuk kanopinya yang lebat juga memberikan manfaat estetika dan peneduhan.

Gambar

 

 Sumber : Plantnet, Global Biodiversity Information Facility (GBIF) & Dari berbagai sumber