Kipahit (Tithonia diversifolia)

Tanaman Kipahit (Tithonia diversifolia) dengan bentuk panjang dan lebar ini memiliki segudang khasiat yang bisa dimanfaatkan. Salah satu manfaat daun kipahit adalah untuk mengobati penyakit diabetes. Daun insulin punya banyak nama lokal diantaranya; Daun Insulin, Kipait, Ki pahit, Paitan, Bunga bulan, Kembang bulan, dll.

Daun kipahit merupakan tanaman herba yang ditengarai berasal dari Amerika Selatan kemudian menyebar luas sampai ke Amerika Selatan, Asia dan Afrika. Daun Insulin termasuk kedalam famili Asteraceae. Tanaman ini dapat tumbuh baik pada tanah yang kurang subur, yang sering ditemui di semak di pinggir jalan, lereng-lereng tebing atau sebagai gulma di sekitar lahan pertanian. Adaptasi tumbuhan paitan cukup luas, berkisar antara 2-1.000 m di atas permukaan laut

Daun ini sering kali dikeringkan untuk digunakan dalam seni pengobatan Ayurveda di India, karena dipercaya mampu mengobati penyakit diabetes.

Reaktor pupuk organik

Di perakaran Kipahit ternyata hidup jutaan cendawan dan bakteri pelarut kalium dan fospat. Sebut saja bakteri kelompok Azotobacter sp dan Azospirillum sp. Mahluk supermini itu melarutkan kalium dan fospat yang umumnya mengendap dalam tanah serta menambat nitrogen dari udara. Perakaran Kipahit juga menghasilkan fitohormon seperti auksin, giberelin, dan sitokinin. Akar tithonia juga terinfeksi cendawan mikoriza yang mampu memperluas zona perakaran. Mikoriza ibarat penambang hara sehingga tanaman efektif menyerap hara.

Mengurangi polutan

Sifat tanaman Kipahit yang banyak menyerap unsur P, Al dan Fe aktif, sehingga mampu mengurangi polutan dan menurunkan tingkat jerap P, Al, dan Fe aktif.

Kandungan penting :

Kipahit (Tithonia diversifolia ) merupakan salah satu tanaman obat yang digunakan sebagai obat tradisional di Indonesia dan diberbagai negara. Tanaman ini dimanfaatkan sebagai Antivirus, antidiabetes, liver, atau radang tenggorokan. Daun kembang bulan mengandung senyawa flavanoid, glikosida, saponin, tanin, dan triterpenoid/steroid.

Khasiat :

    • Mencegah Diabetes

Kipahit dikenal memilik efek anti-hiperglikemik nya yang dapat mencegah dan mengobati diabetes. Senyawa aloksa dalam kipahit dapat merangsang dan memperbaiki kemampuan sel beta pankreas untuk menghasilkan hormon insulin.

    • Mencegah kanker;

Daun kipahit memiliki kandungan antioksidan seperti flavonoid, glikosida, saponin, tanin, dan alkaloid. Senyawa ini dapat membantu tubuh melawan radikal bebas penyebab pertumbuhan sel kanker.

    • Mengatasi gangguan pencernaan ;

Senyawa saponin dalam daun ini dapat digunakan untuk mengatasi masalah buang air besar, seperti sembelit dan konstipasi. Rebuslah daun kipahit dan seduh sebagai teh untuk dijadikan obat sakit perut.

    • Melawan bakteri dan jamur ;

Daun kipahit memiliki senyawa antibakteri yang mampu mengatasi berbagai penyakit. Senyawa ini dapat mengatasi infeksi bakteri di saluran kemih yang menyebabkan sulit buang air kecil. Selain itu, senyawa antibakteri kipahit dapat mencegah infeksi patogen dan akumulasi lemak organ hati. Jika mengalami radang tenggorokan, cobalah meminum ramuan teh kipahit yang mampu melawan infeksi bakteri.

    • Melawan radikal bebas

Menurunkan tekanan darah; Adanya penurunan tekanan darah disebabkan dari efek diuretik nya yang bekerja mirip dengan obat furosemide. Karena itu, daun ini dapat pula berperan sebagai obat diuretik untuk membuang kadar garam dan air yang berlebih dalam tubuh melalui urin. Adanya efek diuretik tersebut akan mampu membuat ginjal mengeluarkan garan serta cairan tubuh yang tak dibutuhkan

    • Mencegah gangguan jantung

Cara penggunaan :

    • Merebus beberapa helai daun insulin ke dalam air selama 10 menit dan meminum air rebusan daun insulin tersebut 2 kali sehari secara teratur.
    • Tidak ada aturan dosis tertentu untuk mengonsumsi daun insulin, tergantung dengan kebutuhan Anda. Namun dianjurkan sebaiknya diminum dua kali sehari, di pagi hari sekali dan di malam hari sekali sebelum tidur. Tidak ada efek samping apapun dari konsumsi daun insulin. Meskipun Anda megonsumsinya lebih dari dua kali sehari. Jika ragu Anda bisa mengonsultasikannya langsung kepada dokter.

Gambar :

Sumber : disarikan dari berbagai sumber