Membuat Pupuk Organik Cair dari Limbah / Lumpur Kolam Lele

Budidaya lele dengan kolam terpal bioflok
Budidaya lele dengan kolam terpal bioflok

Pembuatan pupuk organik dapat dibuat dengan memanfaatkan bahan-bahan yang ada di sekitar. Apabila mempunyai kolam, terutama kolam lele sangat bagus untuk dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan pupuk organik cair. Bahkan apabila tidak memungkinkan untuk mengolahnya, limbah dari kolam lele ini bisa dapat langsung digunakan langsung untuk mengocor lahan. Namun dengan diolah lagi menjadi pupuk organik cair, akan meningkatkan kualitas, efisiensi serta nilai ekonomis tersendiri.

Di satu sisi, petani kita umumnya belum atau baru menyadari pentingnya unsur mikro bagi tanaman. Walaupun kebutuhannya bagi tanaman hanya sedikit, tetapi sangat menunjang bagi pertumbuhan tanaman. Bilamana unsur tersebut diberikan melalui tanah juga tidak efektif, sehingga dengan pemberian pupuk organik cair pada dasarnya adalah sebuah metode (teknologi) untu menjawab berbagai kendala kesulitan akar dalam menyerap nutrisi bagi tanaman secara cepat. (Lihat Mengapa pemupukan melalui daun).

Penyerapan oleh daun dapat terjadi ketika tanaman haus unsur cair dan dibantu ketika proses pemasakan
oleh sinar matahari. Karena langsung mengenai daun yang bersifat muda dan lunak maka dosis yang diberikan harus kecil dan tidak boleh panas agar tidak merusak daun tersebut. Pupuk cair ini mudah menguap akibat udara panas, penyinaran tinggi oleh sinar matahari dan tercuci oleh air hujan. Dengan kondisi tersebut maka pemberiannya sebaiknya mengenai bagian bawah daun dan penyemprotan dilakukan tidak dalam kondisi jenuh air atau hujan. Karena sifatnya yang mudah diserap maka akibat dari penerapan pupuk organik cair akan cepat terlihat pada tanaman.

Berikut ini salah satu cara pembuatan pupuk organik cair dengan memanfaatkan limbah kolam lele ;

Tahap I : Pembuatan biang pupuk organik cair

Untuk limbah lele yang akan dipersiapkan sebagai biang pupuk organik, sebaiknya pada saat awal persiapan kolam dilakukan tahapan-tahapan sebagai berikut ;

    1. Siapkan kolam kering seluas 4 m² dengan kedalaman 1m. Bisa juga kolam lele ini dibuat dengan model bioflok.
    2. Taburi kolam dengan 4 zak (50 kiloan) tlethong/inthil/m kotoran puyuh dengan merata
    3. Masukkan air sampai kedalaman 10 cm dan biarkan hingga kolam berwarna hijau
    4. Masukkan air lagi sampai kedalaman 60 cm
    5. Masukkanlah lele ukuran pembesaran (lele banthongan) sebanyak ±20 kg
    6. Beri makan pelet ikan formula 1:4 secukupnya setiap pagi dan sore selama 2 minggu
    7. Setelah 2 minggu maka ikan dipanen
    8. Ambillah air dan lumpur kolam tersebut sebagai “biang” untuk pupuk cair tersebut

Tahap II – Pembuatan Pupuk Cair “Lele” :

  1. Aduklah air dan lendhut lele
  2. Campurkan bahan-bahan sbb :
    • Air lendhut lele (10 bagian)
    • Air kelapa (1 bagian)
    • Tetes tebu (1 bagian)
    • Urine (10 bagian)
    • Kotoran kelelawar (1 bagian)
  1. Masukkan campuran tersebut dalam klenthing kemudian ditutup rapat selama 2 minggu
  2. Pupuk cair sudah jadi dan siap digunakan setelah diencerkan 50X

 

Tahap III – (Alternatif ) Pembuatan Pasta “Lele” :

    1. Siapkan urine 20 lt…..Masukkan Jrigen 30 literan dan tutup rapat selama 3 minggu.
    2. Siapkan tetes tebu 20 CC dan air 1 kelapa satu butir… dan campurkan dalam larutan no.1 yang sudah jadi ……kemudian dikocok.
    3. Siapkan kotoran kelelawar 5 kg dengan lumpur lele kering 10 kg kemudian dimasukkan dalam larutan campuran no.2 hingga menjadi pasta kemudian ditutup rapat.
    4. Simpan selama 1 minggu dengan gas dibuka setiap pagi dan sore. Pupuk pasta dianggap sudah jadi dan siap digunakan setelah diencerkan 100 kali, digunakan pada tanaman sejak umur 7 hari setelah tanam, kemudian diulang setiap 7-15 hari tergantung jenis tanaman, umur tanaman, kondisi tanaman, kondisi cuaca dan jenis tanah.
Tinggalkan Balasan 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *