Nilam (Pogostemon cablin)

Nilam (Pogostemon cablin) merupakan tumbuhan semak tropis penghasil sejenis minyak atsiri yang dinamakan sama. Tanaman ini umum dimanfaatkan bagian daunnya untuk diekstraksi minyaknya, dan diolah menjadi parfum, bahan dupa, minyak atsiri, antiserangga, dan digunakan pada industri kosmetik. Nilam dapat tumbuh mencapai ketinggian satu meter. Areal perkebunan nilam tersebar dibeberapa wilayah terutama di Jawa Timur, Aceh, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi dan Sulawesi Tengah.

Tumbuhan ini menyukai suasana teduh, hangat, dan lembab. Mudah layu jika terkena sinar matahari langsung / kekurangan air. Bunganya menyebarkan bau wangi yang kuat. Bijinya kecil, perbanyakan biasanya dilakukan secara vegetatif. Ada 3 spesies yang dikenal di Indonesia, yaitu Pogostemon cablin, Pogostemon heyneanus dan Pogostemon hortensis. Minyak nilam diperoleh melalui penyulingan daunnya. Menurut Trease dan Evan, tanaman nilam meliputi 3 spesies yaitu P. cablin Benth, P. hortensis, dan P. heyneanus.

Pogostemon Cablin Benth

Pogostemon cablin sering juga disebut nilam Aceh. Jenis nilam ini termasuk famili Labiate yaitu kelompok tanaman yang mempunyai aroma yang mirip satu sama lain. Di antara jenis nilam, yang diusahakan secara komersil adalah varietas Pogostemon cablin Benth. Jenis ini sebenarnya dari Filipina yang kemudian berkembang ke Malaysia, Madagaskar, Paraguay, Brazilia, dan Indonesia.

Pogostemon Heyneanus

Sering juga dinamakan nilam jawa / nilam hutan. Jenis ini berasal dari India, banyak tumbuh liar di hutan pulau Jawa. Jenis ini berbunga, karena itu kandungan minyaknya rendah yaitu 0,50-1,5%. Di samping itu minyak nilam dari tanaman ini komposisi minyaknya kurang mendapatkan pasaran dalam perdagangan.

Pogostemon Hortensis

Disebut juga nilam sabun karena bisa digunakan untuk mencuci pakaian. Jenis nilam ini hanya terdapat di daerah Banten. Bentuk Pogostemon hortensis ini mirip dengan nilam Jawa, tetapi tidak berbunga. Kandungan minyaknya 0,5-1,5%. Komposisi minyak yang dihasilkan jelek sehingga untuk jenis nilam ini juga kurang mendapatkan pasaran dalam perdagangan.

Di antara ketiga jenis nilam tersebut yang banyak dibudidayakan yaitu P. Cablin Benth (Nilam Aceh), karena kadar dan kualitas minyaknya lebih tinggi dari varietas lainnya. Nilam Aceh diperkirakan daerah asalnya Filipina / Semenanjung Malaya. Setelah sekian lama berkembang di Indonesia, tidak tertutup kemungkinan terjadi perubahan-perubahan dari sifat dasarnya. Dari hasil eksplorasi ditemukan bermacam-macam tipe yang berbeda baik karakteristik morfologinya, kandungan minyak, sifat kimia minyak dan sifat ketahanannya terhadap penyakit dan kekeringan.

Minyak essensial nilam memiliki wangi kayu-kayuan yang cukup intens, disertai dengan wangi tanah (earthy) seperti di hutan tropis dan sedikit sentuhan wangi asap seperti kayu yang dibakar.

Khasiat :

    • Sebagai bahan obat-obatan seperti antiseptik, anti jamur, anti jerawat, obat eksim, kulit pecah-pecah, ketombe, mengurangi peradangan, membantu mengurangi peradangan bahkan dapat membantu mengurangi kegelisahan dan depresi / membantu penderita insomnia (gangguan susah tidur) dan bersifat afrodisiak meningkatkan gairah seksual.
    • Minyak nilam juga dapat menghilangkan pembentukan kerutan pada wajah dan meningkatkan kandungan kolagen. Minyak nilam juga dibekali dengan manfaat yang dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan melawan penyakit seperti demam dan pilek. Minyak ini juga membantu memulihkan peradangan dan infeksi.

Cara pemakaian :

Daun nilam kering digunakan sebagai pengharum pakaian dan permadani. Secara tradisional air rebusan minyak nilam juga dapat digunakan untuk mengobati asma, batuk dan demam.

Gambar :

Sumber : Kitab Tanaman Obat Nusantara