Search
Generic filters
Mwnanam bambu 3

Sekilas Budidaya Bambu

QR Code

Bambu mampu beradapatasi pada rentang habitat yang luas, sehingga dapat tumbuh di lahan basah maupun lahan kering. Budidaya bambu tergolong cepat dan tidak memerlukan perawatan khusus. Pada lahan kering, menanam jenis bambu seperti kelompok Gigantochloa dan Dendrocalamus adalah pilihan yang tepat. Sedangkan pada lahan basah, jenis bambu yang cocok ditanam adalah kelompok Bambusa.

Kondisi wilayah dengan iklim kering cenderung memiliki sedikit pilihan tanaman bambu yang dapat dibudidayakan. Namun berbeda pada kawasan beriklim basah, dimana variasi pilihan bambu semakin beragam.

Sebelum menanam bambu, kita perlu menyiapkan lahan, menentukan jarak tanam, pemasangan ajir, persiapan pupuk organik serta tahap pembuatan lubang tanam. Lahan yang menjadi calon kebun bambu harus bersih dari gulma, semak, alang-alang serta tanaman liar lain yang dapat mengganggu pertumbuhan bambu. Pembersihan lahan dapat dilakukan sebelum memasuki musim hujan. Tanaman hasil pembersihan dapat dikumpulkan dan diolah menjadi kompos untuk pemupukan tanaman bambu.

Persiapan lahan

Agar tumbuh ideal dan sistem perakaran bambu tidak saling berebut unsur hara, maka perlu diatur jarak tanam. Jarak tanam yang baik antara 8 x 8 meter atau 8 x 6 meter. Jika budidaya bambu dilakukan pada lahan miring, maka jarak tanam dibuat sesuai kontur tana dengan jarak tanam 8 meter dan jarak antar kontur lebih dari 2 meter.

Kita dapat membuat ajar berukuran 150 cm dengan tebal 2 cm yang ditancapkan pada titik-titik sesuai jarak tanam yang dibuat sebelumnya.

Setelah lahan siap, kita perlu menyiapkan bibit bambu, melakukan proses penanaman, pemeliharaan (penyulaman, penyiangan, babat semak, pemangkasan, pemupukan, penjarangan, pengaturan struktur dan komposisi batang rumpun, serta pengaturan drainase), kemudian diakhiri dengan proses panen atau penebangan.

Penyiapan Bibit Bambu

Langkah pertama dari rangkaian cara tanam bambu ialah menyiapkan bibit yang bisa dilakukan dengan cara stek batang, rhizome atau cabang.

Bibit bambu yang berasal dari stek batang di polybag merupakan bibit yang baik. Bibit setidaknya harus berumur 4 atau 5 bulan. Jika batang bibit dirasa terlalu tinggi, kita dapat melakukan pemangkasan hingga setinggi 1 meter.

Selanjutnya adalah proses penanaman bibit bambu yang diawali dengan penggalian lubang tanam. Sebaiknya penanaman dilakukan pada awal musim hujan agar tanaman cukup air dan mengurangi gagal tanam.

Beda jenis bambu bisa jadi beda cara mempersiapkan bibitnya. Misalnya untuk bambu petung pembibitan bisa dilakukan dengan ketiga jenis stek. Untuk bambu apus, stek cabang dan rhizom saja yang disarankan, sedangkan bambu kuning bisa menggunakan teknik pembibitan stek rhizom. Jika tidak ingin ribet mempersiapkan bibit sendiri, kalian bisa membelinya, akan tetapi kalian harus paham betul jenis bambunya, serta mampu membedakan bibit yang baik dan tidak.

Mempersiapkan Media Tanam

Lubang tanam bisa dibuat dengan ukuran yang berbeda-beda, tergantung ketersediaan lahan dan bibit yang akan dikembangbiakkan. Sebelum penanaman dilakukan media tanam diisi dengan pupuk ditambah dengan dedaunan dan tanah hasil galian, kemudian dikomposkan kurang lebih 2 bulan.

Kalian bisa menanam bambu di mana saja, bambu tumbuh baik di daerah dataran rendah maupun tinggi. Bahkan untuk jenis bambu air, bisa tumbuh di area grey water. Begitu pula dengan cara menanam jenis bambu Jepang, akan berbeda pula karena tanaman bambu ini tergolong tanaman indoor yang bisa ditanam di tanah terbuka maupun pot.

Penanaman

Waktu yang paling disarankan untuk menanam bambu ialah pada musim hujan, sekitar bulan Desember hingga Januari atau paling lambat Februari, bibit bambu sudah harus ditanam di lubang yang telah dikomposkan.

Perawatan

Setelah ditanam, pohon bambu membutuhkan pemeliharaan atau perawatan yang tepat agar bisa tumbuh dengan baik. Kegiatan pemeliharaan tanaman bambu meliputi penyiangan dan pembersihan tanaman dan lingkungan sekitar area tanam.

Pemeliharaan kebun bambu dilakukan dengan beberapa cara, yaitu penyulaman yang dilakukan jika ada bibit bambu yang mati. Penyinyangan dilakukan pada tanaman yang telah berumur 1 atau 2 tahun pada awal, tengah dan akhir musim hujan.

Jika bambu telah menghasilkan cabang, maka pemangkasan dapat dilakukan dengan menyisakan tinggi bambu sekitar 2 meter. Agar bambu tumbuh subur, kita dapat memberikan pupuk kandang atau kompos.

Dosis pemberian pupuk menyesuaikan pada umur dan kondisi pertumbuhan tanaman. Biasanya diberikan 1 kali dalam setahun sebelum musim hujan. Kita dapat menggali parit dangkal disekitar bambu dengan bentuk melingkar, kemudian pupuk ditaburkan pada parit tersebut. Untuk pupuk kandang atau kompos dapat kita taburkan langsung ke tenga-tengah rumpun.

Perawatan bambu selanjutnya adalah penjarangan, yaitu tahap menghilangan atau memangkas batang yang rusak atau pertumbuhannya terganggu ketika bambu berusia 4 tahun.

Bambu dapat dipanen pada usia 5 tahun dan merupakan bambu generasi ketiga. Setelah itu, pemanenan dapat dilakukan setiap tahun dengan menebang batang generasi ke empat. Penebangan yang benar adalah memtong bagian pangkal bambu atau sekitar 5 hingga 10 cm dari tanah menggunakan kapak atau golok, kemudian membersihkannya atau memangkas percabangan yang ada.

Sumber : dari berbagai sumber