Search
Generic filters
QR Code

Clumpring adalah bagian pelepah bambu yang biasanya terdapat di pangkal ruas-ruas bambu. Clumpring seperti daun bambu yang tumbuh di ruas-ruas.

Godong Pring adalah bagian daun dari tanaman bambu. Daun bambu ini dari beragam jenis bambu sekilas memiliki bentuk yang sama, tetapi apabila diperhatikan memiliki bentuk yang berbeda-beda. Di Indonesia pemanfaatan daun bambu juga dimanfaatkan selain sebagai bungkus makanan, bahan bakar sampai dengan bahan pupuk kompos.

Bunga Bambu atau dalam bahasa Jawa disebut Krosak hanya muncul dalam interval yang sangat panjang, mulai dari 5 hingga 120 tahun.

Karena kelangkaannya, bunga bambu sering dianggap sebagai simbol kelaparan atau tanda yang akan datang. 
 
 
Di beberapa budaya, bunga bambu dipercaya memiliki khasiat untuk mendatangkan kebahagiaan, keberuntungan, dan keselamatan. 
 
 
Struktur bunga bambu bervariasi tergantung pada jenis bambunya. Beberapa jenis bambu memiliki struktur perbungaan yang kompleks dan disebut dengan pseudospikelet. 
 
Bunga bambu sering digunakan sebagai hiasan dekorasi rumah, taman, dan juga sebagai bagian dari praktik spiritual atau ritual

Rebung bambu merupakan tunas bambu atau bambu muda yang tumbuh dari akar bambu. Di Indonesia rebung familiar sebagai bahan makanan. Sebagai sayuran, rebung banyak digemari karena selain rasa dan teksturnya yang enak juga kaya akan nutrisi.

Oyot pring atau akar bambu merupakan bagian perakaran dari tanaman bambu. Jenis perakaran bambu merupakan akar rimpang (rhizoma) yang bercabang luas di bawah permukaan tanah. Akar ini memiliki sistem percabangan yang unik, dapat simpodial (Pakimorf) atau monopodial (Leptomorph), tergantung jenis bambunya. Akar rimpang berperan penting dalam konservasi tanah dan air karena mampu mengikat tanah dengan kuat. 

 

Bagian batang bambu biasa disebut juga dengan lonjoran (Jawa), buluh, aur, awi dan sebagainya. Batang bambu ini merupakan bagian utama yang banyak dimanfaatkan untuk berbagai bahan dan keperluan.

Bongkot pring merupakan bagian pangkal bambu sebelum sampai ke akar. Bongkot pring ini mempunyai karakter sangat keras, sehingga banyak digunakan sebagai bahan kerajinan yang unik, seperti; kentongan variasi, bebek-bebekan, sampai dengan aneka ukuran. Bahkan Bongkot pring juga dimanfaatkan sebagai bahan perabot, seperti kaki kursi dan sebagainya.

Bambu adalah tanaman jenis rumput-rumputan yang terdapat rongga dan ruas pada batangnya. Secara ilmiah tanaman ini memiliki banuak jenis yang tersebar hampir di seluruh dunia. Di Indonesia, sebutan lain untuk bambu adalah bulur, aur, awi, buluh, eru dan aur.

Bambu merupakan salah satu tanaman dengan pertumbuhan paling cepat di dunia. Sistem perakaran rhizoma-dependen yang unik membuatnya dapat tumbuh sepanjang 60 cm bahkan hingga 100 cm dalam 24 jam tergantung jenis tanah dan iklim habitatnya.

Secara umum ada dua bentuk bambu, yaitu bambu berkayu dari suku Arundinarieae dan Bambuseae, serta bambu rerumputan dari suku Olyreae. Analisis molekuler dari pastida menunjukkan bahwa terdapat garis keturunan utama tiga sampai lima garis dari bambu.

Taksonomi

Klasifikasi ilmiah tumbuhan bambu dapat dilihat pada tabel berikut:

KingdomPlantae
Sub KingdomViridiplantae
Infra KingdomStreptophyta
Super DivisiEmbryophyta
DivisiTracheophyta
Sub DivisiSpermatophytina
KelasMagnoliopsida
Super OrdoLilianae
OrdoPoales
FamiliPoaceae

Morfologi Bambu

Kita dapat mengenali bambu dengan sangat mudah, bentuk batangnya yang bulat dan tumbuh tinggi keatas merupakan salah satu ciri utamanya. Struktur bambu memiliki bentuk-bentuk yang unik, seperti batang, daun, akar, serta pertumbuhan tunas atau rebung dalam sistem perkembangbiakannya.

Batang bambu berbentuk silinder yang beruas-ruas dengan ronga di dalamnya. Batangnya tumbuh dari akar-akar rimpang ketika tanaman mulai menuai. Batang bambu bersifat lentur, serta terdiri dari serat-serat yang kuat.

Batang bambu ditumbuhi oleh daun-daun yang muncul pada ruas-ruas batang. Daun ini disebut pelepah dan akan mengering dan gugur ketika bambu mulai menua. Pada bagian pelepah bambu terdapat subang, yaitu perpanjangan dari batang yang bentuknya seperti segitiga.

Secara umum, bambu tumbuh sekitar 0,3 meter hingga 30 meter dengan diameter batang sekitar 0,25 sampai 25 cm. Ketebalan dinding bambu berukuran sekitar 2,5 cm.

Bambu memiliki daun yang lengkap, yaitu terdiri daru pelepah daun, helaian daun, serta tangkai daun. Daunnya adalah jenis pertulangan sejajar, yakni ada satu tulang daun berukuran besar yang berada di tengah dan tulang daun kecil disekitarnya yang tersusun secara sejajar.

Ujung daun bambu berbentuk runcing, rata pada bagian tepi, berbentuk lanset, serta teksturnya mirip kertas. Permukaan daun bambu bagian atas berwarna hijau terang dan bagian bawahnya berwarna hijau lebih gelap dengan bulu-bulu kasar.

Sistem perakaran pada setiap bambu dapat berbeda-beda. Percabangan akar bambu merupakan akar rimpang yang berbentuk lebar pada bagian ujung dibanding pada bagian pangkal. Akar bambu berbentuk meruncing ke arah pangkal dan pada tiap ruas terdapat akar dan kuncup.

Kuncup pada bagian akar akan berkembang dan tumbuh menjadi rebung, kemudian tumbuh menjadi buluh baru. Rebung adalah tunas bambu yang muncul dari dasar rumpun atau berasal dari kuncup akar rimpang bambu yang telah tua.

Ekologi

Bambu merupakan tanaman dengan laju pertumbuhan tertinggi di dunia. Menurut laporan penelitian, bambu dapat tumbuh 100 cm dalam 24 jam. Laju pertumbuhan bambu ditentukan oleh habitatnya yang terdiri dari kondisi tanah, iklim, dan jenis spesies bambu. Umumnya, bambu tumbuh 3 hingga 10 cm per hari.

Pada periode Cretaceous, wilayah Asia sempat ditumbuhi bambu secara besar-besaran. Bambu-bambu ini tumbuh hingga 30 meter lebih dengan diameter 15 cm hingga 20 cm.

Bambu adalah keluarga rumput-rumputan sehingga memiliki ciri pertumbuhan yang sangat tinggi. Ketika bambu ditebang atau dipanen, bambu dapat tumbuh kembali dengan cepat tanpa mengganggu ekosistem.

Habitat dan Sebaran

Bambu tumbuh di sepanjang Asia Timur mulai dari 50° Lintang Utara di Sakhalin hingga ke Australia bagian utara dan di bagian barat India hingga ke Himalaya.

Jenis ambu terbagi menjadi lebih dari 10 genus dan 1.450 spesies. Bambu dapat tumbuh di berbagai iklim dunia, mulai dari iklim dingin pegunungan hingga wilayah tropis yang panas.

Bambu juga didapati tumbuh di sub sahara Afrika dan di Amerika, tepatnya dari pertengahan Atlantik Amerika Utara hingga ke selatan Argentina dan Chile pada posisi 47° Lintang Selatan. Sedangkan bambu asli tidak ada yang tumbuh di wilayah benua Eropa.

Di Indonesia, bambu hampir tumbuh diseluruh kawasan nusantara. Beberapa wilayah bahkan memiliki bambu-bambu endemik yang hanya tumbuh di daerah tersebut, misalnya bambu endemik Jawa, Bali, Sumatera Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua

Jenis Bambu di Indonesia

Indonesia memiliki kekayaan jenis bambu yang mencapai 159 spesies dari 1.250 macam bambu di seluruh dunia. Bahkan, 88 jenis diantaranya adalah bambu endemik Indonesia. Data dari Perpubi atau Perkumpulan Pelaku Usaha Bambu Indonesia, di daerah Jawa Barat saja terdapat 40 jenis bambu, beberapa yang populer adalah bambu betung, haur, gombong dan tali.

Berikut ini adalah beberapa jenis spesies bambu yang dapat ditemukan tumbuh di Indonesia, yaitu:

  • Arundinaria japonica Sieb & Zuc ex Stend (Bambu Jepang), tumbuh di Jawa
  • Bambusa arundinacea (Retz.) Wild. dikenal dengan Pring Ori atau Bambu ori yang tumbuh di Jawa dan Sulawesi
  • Bambusa atra Lindl. atau Loleba yang tumbuh di Maluku
  • Bambusa balcooa Roxb tumbuh di Jawa
  • Bambusa blumeana Bl. ex Schul. f. disebut pula bambu duri tumbuh di Jawa, Sulawesi dan Nusa Tenggara
  • Bambusa glaucescens (Wild) Sieb ex Munro. dikenal sebagai bambu pagar cendani yang tumbuh di Jawa
  • Bambusa horsfieldii Munro disebut bambu embong yang tumbuh di Jawa
  • Bambusa maculata dikenal dengan nama bambu tutul atau pring tutul yang tumbuh di Bali
  • Dendrocalamus asper yang populer dengan nama bambu petung dan tumbuh di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Bali serta Sulawesi
  • Dendrocalamus giganteus Munro. dikenal dengan bambu sembilang tumbuh di Jawa
  • Dendrocalamus strictur (Roxb) Ness. yang disebut bambu batu tumbuh di Jawa
  • Dinochloa scandens dinamakan pula bambu cangkoreh kadalan yang tumbuh di Jawa
  • Gigantochloa apus Kurz. (bambu apus, bambu tali) tumbuh di Jawa
  • Gigantochloa atroviolacea (bambu hitam, bambu wulung gombong) tumbuh di Jawa
  • Gigantochloa atter (bambu leg, bambu ater, buluh, awi ater, awi kekes) tumbuh di Jawa
  • Gigantochloa achmadii Widjaja. (buluh apus) tumbuh di Sumatera
  • Gigantochloa hasskarliana (bambu lengka tali) tumbuh di Sumatera, Jawa dan Bali
  • Gigantochloa kuring (awi belang) tumbuh di Jawa
  • Gigantochloa levis (Blanco) Merr. (bambu suluk) tumbuh di Kalimantan
  • Gigantochloa manggong Widjaja. (bambu manggong) tumbuh di Jawa
  • Gigantochloa nigrocillata Kurz (bambu lengka, bambu terung, bambu bubat) tumbuh di Jawa
  • Gigantochloa pruriens ( buluh rengen) tumbuh di Sumatera
  • Gigantochloa psedoarundinaceae (bambu andong, gambang surat, peri) tumbuh di Jawa.
  • Gigantochloa ridleyi Holtum. (tiyang kaas) tumbuh di Bali.
  • Gigantochloa robusta Kurz. (bambu Mayan, temen serit) tumbuh di Sumatera, Jawa dan Bali
  • Gigantochloa waryi Gamble (buluh dabo) tumbuh di Sumatera
  • Gigantochloa verticillata (bambu hitam)
  • Melocanna bacifera (Roxb) Kurz. tumbuh i Jawa
  • Nastus elegantissimus (Hassk) Holt. (bambu eul-eul) tumbuh di Jawa
  • Phyllostachys aurea A&Ch. Riviera (bambu uncea, bambu buluh kecil) tumbuh di Jawa
  • Schizotachyum blunei Ness. (bambu wuluh, bambu tamiang) tumbuh di Jawa, Nusa Tenggara Timur, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Maluku
  • Schizotachyum brachycladum Kuez. (bambu buluh besar, buluh nehe, awi buluh, ute watat, tomula) tumbuh di Sumatera, Jawa, Sulawesi dan Maluku
  • Schizotachyum candatum Backer ex Heyne (buluh bungkok) tumbuh di Sumatera
  • Schizotachyum lima (Blanco) Merr. (bambu toi) tumbuh di Jawa, Sulawesi, Maluku dan Papua
  • Schizotachyum longispiculata Kurz. (bambu jalur) tumbuh di Sumatera, Kalimantan dan Jawa
  • Schizotachyum zollingeri Stend. (bambu jala, cakeutreuk, bambu lampar) tumbuh di Sumatera dan Jawa
  • Thryrsostachys siamensis Gamble. (bambu jepang) tumbuh di Jawa

Beberapa spesies bambu yang telah disebutkan diatas saat ini sulit ditemukan dan populasinya semakin langka. Hal tersebut dikarenakan pemanfaatan serta kebutuhan masyarakat akan karakter kayu bambu tertentu.

Sumber : dari berbagai sumber