Sembung

Tumbuh di tempat terbuka sampai tempat yang agak terlindung di tepi sungai, tanah pertanian, pekarangan, dapat tumbuh pada tanah berpasir / tanah yang agak basah pada ketinggian sampai 4 m, berambut halus, daun-daunnya di bagian bawah bertangkai, di bagian atas merupakan daun duduk, tumbuh berseling, bentuk daun bundar telur sampai lonjong. Permukaan daun bagian atas berambut agak kasar, bagian bawah berambut rapat dan halus seperti beledru.

Kandungan penting :

Sifat kimiawi dan efek farmakologis : Rasa pedas dan sedikit pahit, agak hangat, harum. Anti rematik, melancarkan sirkulasi, menghilangkan bekuan darah dan pembengkakan. Kandungan kimia : borneol, cineole, limonene, di-methyl ether phloroacetophenone.

Khasiat :

Untuk mengobati rematik, nyeri haid, influenza, kembung, diare, sakit tulang.

Bagian yang dipakai :

Daun, akar, segar atau dikeringkan. Extract borneol didapat dari daun segar.

Cara penggunaan :

Pemakaian dalam : Sebanyak 9-18 gram herba kering atau 15-30 gram herba segar direbus, minum. Pemakaian luar : luka terpukul, bisul, koreng, kulit gatal-gatal. Daun segar dilumatkan untuk pemakaian luar / direbus untuk cuci.

  1. Diare

1 genggam daun sembung direbus dengan 3 gelas air menjadi 1 1/2 gelas. Minum dengan madu seperlunya, sehari 3 x 1/2 gelas.

2. Haid tidak teratur, tidak nafsu makan

3/5 genggam daun sembung dicuci lalu direbus dengan 3 gelas air sampai 3/4 nya. Minum dengan madu, sehari 3 kali 3/4 gelas.

3. Nyeri dada akibat penyempitan pembuluh darah jantung (angina pectolis)

1/2 genggam daun sembung ducuci lalu direbus dengan 3 gelas air menjadi 3/4 nya. Setelah dingin disaring lalu diminum dengan madu seperlunya. Sehari 3 kali 3/4 gelas.

4. Nyeri haid

5 lembar daun sembung ditambah beberapa biji kedaung dipanggang dan dihaluskan, rebus dengan 2 gelas air sampai sisa 1/2 nya, minum setelah dingin.

 

Sumber : Kitab Tanaman Obat Nusantara