Tanaman ini berasal dari Asia Selatan dan Tenggara, termasuk Indonesia. Tengguli/Trengguli atau kayu raja termasuk dalam genus Cassia dalam keluarga Fabaceae, anak suku Caesalpinioidea. Berbunga kuning cerah dan indah, tengguli banyak ditanam sebagai pohon hias dan juga tanaman obat tradisional.
Trengguli juga dikenal sebagai Golden Shower Tree karena bunga kuningnya yang menjuntai indah, merupakan tanaman nasional negara Thailand, yang dijumpai di sepanjang jalan-jalan raya negara tersebut. Cassia fistula menggugurkan daunnya dimusim kemarau, kemudian tunas muncul disertai tumbuhnya untaian bunga yang berwarna kuning seperti emas dan menggantung.
Genus Cassia sendiri terdiri dari 100 spesies berupa semak, perdu, dan pohon yang menyebar di daerah tropis dan sub-tropis, dan tergolong famili Caesalpiniaceae.
Tengguli atau trengguli memilki beberapa nama lokal; Bak biratha (Aceh), Kayu raja (Melayu), Bobondelan (Sunda), Trengguli (Jawa Tengah), Kolobur (Madura), Tilai (Dayak), Trengguli (Bali), Bubuni (Rote), Ketoka (Sumba), Kluwang (Flores), Ladao (Alor), Limbalo (Sangie), Kayu raja (Makassar), Pong raja (Bugis), Papapauno (Ambon).
Tengguli biasa didapati di lingkungan hutan gugur daun tropika dan juga hutan-hutan jati. Pohon ini tahan terhadap naungan menengah dan tahan kekeringan. Pada daerah tropis, tengguli menyebar di Indonesia khususnya di Pulau Jawa. Tengguli juga menyebar di Papua Nugini, Filipina, Thailand, Myanmar, Sri Langka, India dan Pakistan. Di Indonesia, tengguli ditemukan tumbuh secara liar di banyak daerah. Tengguli juga telah diintroduksi ke Australia, Ghana, Mesir, Meksiko, dan Zimbabwe
Semua jenis Cassia menyukai sinar matahari serta tanah dengan drainase baik. Perbanyakan tanaman dilakukan dengan biji ataupun dengan stek.
Klasifikasi
- Kingdom: Plantae
- Divisi: Magnoliophyta
- Kelas: Magnoliopsida
- Ordo: Fabales
- Famili: Fabaceae
- Genus: Cassia
- Spesies: Cassia fistula L.
Morfologi
- Tinggi pohon 10 hingga 20 meter dengan batang bebas cabang sekitar 5 meter. Tajuk melebar menyebar. Kulit batang berwarna abu-abu pucat dan halus ketika muda, menjadi cokelat gelap dan kasar ketika menua.
- Bunga warna kuning emas, baunya harum, tersusun dalam tandan, tidak rapat, panjangnya 15-40cm dan menggantung. Kelopaknya berbagi-5 dalam; mahkota 2-3,5 cm panjangnya, kuning cerah. Tiga tangkai sari yang terbawah berbentuk-S, lebih panjang daripada yang lainnya.
- Daun-daun tersusun berseling, majemuk menyirip genap, panjang 30-40 cm. Anak daun 3-8 pasang, bundar telur memanjang, berambut pendek, sisi bawahnya hijau biru 6–20 cm × 3,5–9 cm.
- Buahnya adalah buah polong, menggantung, berbentuk bulat silindris, warna hitam dan tidak membuka.
- Biji pipih kecokelatan, terletak melintang dalam ruang, 25-100 butir per polong, di antarai oleh sekat dan sejenis daging buah yang lengket berwarna cokelat kehitaman.
Trengguli (Cassia fistula) memiliki kekerabatan dengan Cassia Javanica (Tengguli Wanggang), Cassia Siamea (Johar) yang juga sering digunkan tanaman pelindung. Perbedaan utama Cassia javanica dan Cassia fistula terletak pada warna bunganya: C. fistula memiliki bunga kuning cerah, sedangkan C. javanica memiliki bunga berwarna merah muda, merah, atau merah keputihan. Selain itu, buah C. javanica memiliki daging buah seperti gabus yang kering, sementara C. fistula memiliki daging buah yang cokelat kehitaman dan lengket.
| Cassia javanica | Cassia fistula | |
|---|---|---|
| Bentuk Pohon | Tinggi 3-20 meter, cabang tanaman muda berduri | Tinggi mencapai 10 m |
| Warna Bunga | Merah muda, merah, atau merah keputihan | Kuning cerah |
| Warna Kelopak Bunga | Merah tua atau cokelat merah | Hijau |
| Daging Buah | Kering seperti gabus (tidak lengket) | Cokelat kehitaman dan lengket |
| Daun Penumpu | Setengah bulan sabit | Serupa paku |
| Nama Umum | Pohon bunga apel, pink shower, Tengguli Wanggang | Golden shower, Indian laburnum, Tengguli, |
Potensi Ekologi
- Menarik keanekaragaman hayati: Bunga kuning cerah menarik lebah, kupu-kupu, dan burung penyerbuk.
- Nitrogen fixer: Sebagai anggota Fabaceae, trengguli membantu memperbaiki kesuburan tanah melalui simbiosis dengan bakteri pengikat nitrogen.
- Adaptif terhadap kekeringan: Cocok untuk lahan marginal dan daerah dengan curah hujan rendah.
- Pengendali erosi: Sistem akar yang kuat membantu menstabilkan tanah.
- Tengguli juga memiliki kegunaan herbal. Polong yang masak dan biji-bizinya digunakan sebagai obat urus-urus (laksativa). Air rebusan akar tengguli digunakan untuk membersihkan luka dan bisul. Kulit kayunya digunakan untuk mengatasi penyakit kulit, Daun-daunnya di Filipina dipakai untuk menyembuhkan sakit kulit akibat jamur. Di India, akarnya dipakai untuk mengobati demam. Tengguli juga digunakan di Panama untuk mengobati diabetes.
- Trengguli juga menghasilkan zat penyamak (tanin), yang digunakan di perusahaan penyamakan kulit
Potensi Peneduh Jalan
- Tajuk menyebar dan bunga musiman: Memberikan keteduhan dan keindahan visual di jalur hijau perkotaan.
- Toleran terhadap polusi dan panas: Cocok untuk tepi jalan raya dan kawasan urban.
- Pertumbuhan sedang hingga cepat: Efektif untuk program penghijauan dan estetika kota.
Potensi Karbon
- Pohon muda (diameter < 20 cm): menyerap sekitar 20–30 kg CO₂/tahun
- Pohon dewasa (diameter > 30 cm): dapat menyerap hingga 50 kg COâ‚‚/tahun
Faktor pendukung serapan karbon
- Diameter dan tinggi pohon
- Densitas kayu (±0,55 g/cm³)
- Lokasi tanam dan kondisi tanah
Gambar




















Sumber : Plantnet, Global Biodiversity Information Facility (GBIF) & Dari berbagai sumber