Kuntul Kerbau (Bulbulcus ibis)

Burung Kuntul Kerbau (Bulbulcus ibis) ini biasa terlihat di lahan-lahan pertanian seperti persawahan dan lahan -lahan berair lainnya. Burung Kuntul kerbau memilki kepala, leher, dan dada berwarna jingga pupus. Iris, kaki, dan kekang berwarna merah terang, perut dan ekor bagian bawah berwarna putih, sayap berwarna jingga pupus dan putih.
Seperti namanya, Burung kuntul kerbau sering ditemukan pada habitat pantai atau persawahan saat berjalan bersama kerbau, terbang, dan bertengger di pohon.Burung ini suka mencari makanan di dekat kerbau atau sapi yang merumput.

Bentuk tubuhnya lebih ramping daripada Blekok Sawah (Ardeola speciosa), meskipun tidak seramping kuntul-kuntul yang lebih besar. Burung kuntul kerbau (Bubulcus ibis) memiliki ukuran tubuh kecil (50 cm). Waktu berbiak berwarna putih dengan leher lebih pendek, kepala lebih belat,serta paruh lebih pendek dan tebal. paruh kuning, serta dengan sapi, kerbau, atau banteng untuk tempat kerbau (Bubulcus ibis). Seluruh bulunya berwarna putih, tetapi selama musim kawin, bulu-bulu pada kepala, leher dan punggungnya berwarna kuning jingga. Paruhnya kuning dan lebih tebal daripada kuntul lain.

Burung Kuntul Kerbau di Indonesia sendiri banyak ditemukan di daerah area persawahan yang sedang dibajak atau ditanami. Burung ini mencari makan di area sawah yang dibajak tersebut dan kadang disekitar Sapi atau Kerbau saat merumput. Saat musim kawin, Burung Kuntul Kerbau tinggal berkoloni, berkumpul dan membangun sarangnya di dahan-dahan pohon yang cukup lebat.

Persebaran

Burung Kuntul Kerbau terdiri dari 3 sub-spesies dengan daerah persebaran antara lain:
    • Bulbulcus Ibis (Linnaeus, 1758) – Afrika dan Madagaskar; Eropa barat-daya sampai Laut Kaspia; Amerika utara, tengah & Selatan, dari Kanada sampai Guiana dan Chile utara; juga di Argentina timur-laut dan beberapa lokasi di Brasil.
    • Bulbulcus  seychellarum (Salomonsen, 1934) – Seychelles.
    • Bulbulcus coromandus (Boddaert, 1783) – Asia selatan & timur sampai Austraia dan Selandia Baru.

Klasifikasi, Kelas Aves / Burung

    • Ordo : Palecaniformes, Coconiiformes
    • Family : Ardeidae
    • Genus : Bulbucus
    • Species : Bulbulcus ibis, Sinonim ; Ardea ibis, Ardeola ibis, Bubulcus bubulcus, Buphus coromandus (Boddaert, 1783), Cancroma coromanda (Boddaert, 1783), Egretta ibis (Linnaeus, 1758), Lepterodatis ibis (Linnaeus, 1758)

Makanan

Bubulcus ibis memakan berbagai mangsa, terutama serangga, yaitu belalang, jangkrik, lalat (dewasa dan belatung), ngengat, laba-laba, katak, kadal, dan cacing tanah. Spesies ini biasanya ditemukan bersama sapi dan hewan besar lainnya yang merumput, serta menangkap makhluk kecil yang mengganggu mamalia.

Perilaku Regenerasi

Bubulcus ibis bersarang dalam koloni, yang sering ditemukan di sekitar lahan basah. Di beberapa tempat musim kawin berlangsung pada Bulan Oktober – November, dan bervariasi pada daerah lain. Individu Jantan akan melakukan atraksi untuk menarik betina, seperti menggoyangkan ranting dan menunjuk langit/ menaikkan paruhnya vertikal ke atas, dan pasangan akan terbentuk selama 3–4 hari. Saat periode bersarang, jantan akan mengumpulkan kayu-kayu kecil dan betina mengatur pembentukan sarang. Betinanya biasanya menghasilkan 3 – 4 butir telur, berwarna pucat atau putih kebiruan dan berbentuk oval. Inkubasi berlangsung sekitar 23 hari, dengan dierami kedua induknya dengan bergantian. Anakan nya sebagian tertutup bulu saat menetas, tetapi tidak mampu menjaga dirinya sendiri, mereka baru mampu mengatur suhu mereka pada 9-12 hari dan sepenuhnya berbulu dalam 13-21 hari, sedangkan mulai meninggalkan sarang dan memanjat sekitar 2 minggu, menjadi dewasa pada 30 hari dan menjadi mandiri sekitar hari ke-45.

    • Masa reproduksi : Oktober – November
    • Masa inkubasi : 23 hari
    • Usia mandiri : 45 hari setelah menetas
    • Nama anakan : –
    • Jumlah anak/telur : 3 – 4 telur

Status Konservasi

Ukuran populasi masih cukup besar, dan karenanya tidak mendekati ambang untuk Rentan/Vulnerable di bawah kriteria ukuran populasi ( 10% dalam sepuluh tahun atau tiga generasi, atau dengan struktur populasi tertentu) . Karena alasan ini, spesies dievaluasi sebagai Kekhawatiran Terkecil/Least concern.

Meskipun keberadaannya yang identik dengan lahan-lahan persawahan serta lahan-lahan basah sudah jarang ditemui, tetapi burung ini memiliki status konservasi resiko rendah

Fungsi Ekosistem

  • Burung kuntul kerbau (Cattle egret) mencari makan di area persawahan. Keberadaannya menjadi musuh alami bagi hama tanaman seperti keong mas, serangga dan anak tikus tersebut menguntungkan petani.
  • Burung kuntul kerbau dapat menjadi indikator jika lahan persawahan di suatu kawasan tertentu masih memiliki tingkat kesuburan yang baik dengan adanya keanekaragaman hayati yang masih terjaga. Dampak dari penggunaan pestisida kimia yang berlebihan misalnya kemungkinan dapat mengurangi atau bahkan melenyapkan hewan-hewan yang menjadi makanan alami burung kuntul kerbau, sehingga mengancam keberadaan mereka.

Gambar

Tinggalkan Balasan 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *