Dalam kerangka kerja Climate Resilient Cities (CRC), risiko ketahanan iklim dihitung berdasarkan
hubungan antara tingkat bahaya dan kerentanan:


Formulasi Risiko:
RESIKO = Bahaya (Hazard) × Kerentanan (Vulnerability)


Tingkat risiko berbanding lurus dengan bahaya dan kerentanan. Jika tingkat bahaya tinggi atau kerentanan
tinggi, maka tingkat risiko bencana iklim juga akan meningkat secara signifikan.

Strategi Penurunan Risiko:
Menurunkan tingkat bahaya (hazard reduction).
Menurunkan tingkat kerentanan (vulnerability reduction).

Aspek Bahaya (Hazard) dalam CRC

Berbeda dengan bahaya gempa bumi yang sifatnya relatif konstan/diberikan (given) dan belum
diketahui cara menurunkannya, tingkat bahaya pada konsep CRC masih sangat mungkin untuk
diturunkan melalui intervensi aksi lokal.

Bahaya Langsung (Direct Hazard)Bahaya Turunan (Indirect Hazard)
Intensitas hujan yang sangat tinggi
Badai / angin kencang
Kekeringan panjang
Peningkatan suhu rata-rata
Peningkatan sinar UV (akibat penipisan lapisan ozon)
Banjir & kontaminasi sumber air
Penyebaran penyakit & kebakaran
Penurunan produksi pangan & ternak
Gangguan pertumbuhan vegetasi
Kekurangan pasokan energi

Aspek Kerentanan (Vulnerability) & Pihak Rentan

Kerentanan berkaitan erat dengan ilmu kemanusiaan (human sciences), mencakup keterpaparan sistem terhadap krisis, ketidakmampuan sistem untuk menangani dampak, serta kelambatan/ kegagalan pemulihan.

Kriteria Pihak/Kelompok Paling Rentan:

  • Paparan Tinggi: Mengalami paparan gangguan/tekanan paling besar (experience the mostexposure to perturbations or stresses).
  • Sensitivitas Tinggi: Paling sensitif terhadap gangguan atau paling menderita akibat dampak iklim(most likely to suffer from exposure).
  • Kapasitas Rendah: Memiliki kapasitas terlemah untuk merespon serta kemampuan pemulihanyang rendah (weakest capacity to respond and ability to recover).

Rencana Aksi Ketahanan (LRAP) & Implementasi Lokal

Tujuan utama dari Local Resilience Action Plan (LRAP) adalah meningkatkan ketahanan (resilience) daerah untuk menurunkan tingkat risiko bencana iklim secara terukur.


Tahapan Penyusunan Dokumen LRAP:

  • Analisis bahaya (hazard) lokal terkait perubahan iklim.
  • Analisis kerentanan (vulnerability) lokal terkait perubahan iklim.
  • Penyusunan dokumen LRAP pilot project berbasis dua wilayah kelurahan percontohan: Kelurahan
  • Pringgokusuman dan Kelurahan Prawirodirjan.
  • Penyusunan dan pengembangan dokumen LRAP untuk tingkat Kota Yogyakarta secarakeseluruhan.