Potensi Pangan Lokal Umbi Garut, yang Kaya akan Serat dan Nutrisi

0 Comments

Umbi garut atau ararut atau biasa disebut irut merupakan jenis tumbuhan umbi-umbian yang berbentuk terna yang dapat dikonsumsi. Hingga sekarang umbi garut bukan merupakan sumber pangan utama / pokok, namun kerap ditanam di pekarangan rumah rumah di pedesaan sebagai cadangan makanan disaat musim paceklik.

Garut dalam nama – nama daerah di Indonesia sangat berbeda beda, seperti:
Palembang biasa disebut sagu, batak disebut sagu bamban, dalam bahasa melayu memiliki beberapa penyebutan diantaranya: sagu belanda, sagu betawi, ubi sagu, dalam bahasa minang disebut sagu rarut, dalam bahasa sunda disebut patat sagu atau larut. dalam bahasa jawa banyak penyebutannya seperti: angkrik, garut, gaerut, irut, larut, rarut, jlarut, klarut, dan waerut.

Dalam bahasa madura arut, bilus, larut, laru, dan salarut. di bali orang-orang sana biasa menyebut garut sebagai krarus atau marus, sasak: arus, sulawesi utara: aerut towang, tawang, labia walanta, pi walanda, Maluku: peda-peda, peda sula, huda sula, hula moa dan lain lain di berbagai wilayah di Indonesia.

Unsur-Unsur Nutrisi Kompleks yang ada dalam Umbi Garut

  • Tanaman tegak dengan batang-batang berwarna hijau muda sampai ketuaan yang bercabang cabang dan menggarpu
  • Tinggi tanaman pada umumnya 40 – 100cm
  • Rimpangnya lunak dan membesar, berdaging, berwarna keputih-putihan atau kemerahan dengan sisik daun putih kemerahan.
  • Daun bertangkai panjang, berpelepah pada pangkalnya dan menebal dengan helaian bentuk lonjong atau bundar telur (melonjong berujung runcing)
  • Memilik bunga majemuk dalam mali terminal (di ujung batang) berwarna putih.
  • Umbi berbentuk lonjong, merah tua gundul sampai berambut.
    Manfaat umbi garut:
  • umbi garut menghasilkan pati yang berkualitas tinggi, berukuran halus dan memiliki nilai jual yang tinggi.
  • Rimpang garut sebagai alternatif pengganti tepung terigu karena memilik sumber karbohidrat.
  • Unsur-unsur nutrisi dalam umbi/rimpang garut: air: 69-72%, Protein 1-2.2%, Lemak: 0.1%, pati: 19.4-21.7%, serat: 0.6-1.3% dan abu: 1.3-1.4%.
  • Bagi orang yang terkena penyakit masalah perut dan usus, konsumsi tepung garut sangat baik karena mudah dicerna.
  • Sebagai pengganti tepung maizena (untuk mengenyalkan/mengentalkan olahan makanan)
    Bubur dari rimpang garut yang masih segar dapat digunakan untuk obat oles luka dan luka bernanah, patinya dicampur dengan air atau susu dapat digunakan untuk masalah-masalah perut seperti keracunan dan diare.
  • Rimpang yang belum berserat dpaat dikonsumsi dengan cara dikukus atau dipanggang dulu
    Bubur yang dihasilkan dari rimpang garut juga bermanfaat untuk campuran pembuatan kertas, karton, bantal dan papan tembok
  • Pati garut sebagai bahan dasar bedak, lem dan sabun.
  • Ampas dari sisa pembuatan tepung bisa untuk pakan ternak dan pupuk tanaman.
  • Jangan lupakan daunnya yang bisa digunakan untuk pembungkus makanan, sementara beberapa kultivar garut dengan daun yang berwarna menarik disukai pula sebagai tanaman hias.

Emping garut dari olahan umbi garut yang kaya serat dan tidak memicu asam urat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *